FOLLOW US:


Marc Marquez: Wajar Tak Bisa Jadi Teman Valentino Rossi

13-05-2019 13:30
Marc Marquez: Wajar Tak Bisa Jadi Teman Valentino Rossi
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. © HRC

Bola.net - Rider Repsol Honda, Marc Marquez, menyatakan bahwa rivalitas dengan Valentino Rossi merupakan hal yang lumrah terjadi. Lewat Speedweek, rider 26 tahun ini menyebut bahwa para rider MotoGP bakal sulit berteman jika sama-sama merupakan rider papan atas, apalagi sama-sama memperebutkan gelar dunia.

Tak hanya sama-sama memperebutkan gelar, Marquez juga berpeluang mematahkan rekor-rekor bergengsi yang dipegang oleh Rossi. Salah satunya adalah jumlah gelar dunia. Saat ini, Marquez memiliki tujuh gelar, dan jika berhasil merebut dua gelar lagi, ia akan menyamai koleksi Rossi.

"Karier saja berjalan dengan sangat baik. Sejak 2010, saya hanya dua kali gagal juara, yakni kalah dari Stefan Bradl di Moto2 2011, dan Jorge Lorenzo di MotoGP 2015. Ini tahun-tahun yang menakjubkan, tapi saya tak memikirkan rekor," ungkap rider asal Cervera, Spanyol ini.

Marquez mengaku ia hanya ingin meraih gelar sebanyak mungkin. "Saya lebih fokus pada gelar juara. Ini cara yang tepat untuk fokus di setiap musim dan melaju lebih cepat. Target saya adalah juara setiap tahun. Itulah cara menjaga momentum, dan itulah mentalitas yang tepat, hingga Anda termotivasi," lanjutnya.

1 dari 2

Hubungan Baik dan Profesional

Hubungan Baik dan Profesional
Valentino Rossi dan Marc Marquez © MotoGP

Marquez pun mengaku lega kini ia dan Rossi kembali berbaikan usai insiden tabrakan yang terjadi di Argentina tahun lalu. Meski begitu, Marquez juga menyadari bahwa hubungan mereka takkan bisa sedekat dulu lagi, yakni sebelum Rossi menuduhnya membantu Lorenzo merebut gelar pada 2015 lalu.

"Hubungan dengan Vale baik-baik saja. Pada akhirnya, yang terpenting adalah hasil di lintasan. Rivalitas adalah hal normal, dan ini berlaku pada semua rider. Jika seorang rider menjadi rival utama Anda dalam perebutan gelar, ia tak bisa jadi teman Anda. Tapi hubungan saya dengan Vale baik-baik saja dan profesional," ungkapnya.

2 dari 2

Juga Bisa Tak Perlu Bermusuhan

Marquez juga menyatakan, ada kalanya para rider tak perlu sampai bermusuhan di luar lintasan ketika sama-sama memperebutkan gelar. Hal inil ia alami dengan Stefan Bradl dalam perebutan gelar dunia Moto2 2011. Keduanya nyaris tak pernah cekcok, dan kini bahkan bekerja sama mengembangkan RC213V karena Bradl menjabat sebagai test rider Honda.

"Saat bersaing dengan Stefan, kami tak bertarung wheel-to-wheel dan tak punya hubungan buruk. Meski ada ketegangan, kami tetap saling menghormati. Ini juga berlaku di MotoGP. Jika Anda punya rival berat dalam perebutan gelar, wajar saja ada ketegangan, karena dua rider mengejar target yang sama, keduanya pasti ingin jadi juara," pungkasnya.

Saat ini, Marquez ada di puncak klasemen pebalap dengan koleksi 70 poin, dan Rossi duduk di peringkat keempat dengan 61 poin. Keduanya akan kembali bertemu di lintasan dalam MotoGP Le Mans, Prancis pada 17-19 Mei mendatang.