
Bola.net - Team Principal GASGAS Factory Racing Tech 3, Herve Poncharal, naik pitam kepada Pecco Bagnaia. Pasalnya, Bagnaia menyarankan MotoGP kembali membedakan dukungan teknis antara tim pabrikan dan tim satelit. Dengan begitu, kompetisi takkan terlalu sengit sehingga angka kecelakaan bisa ditekan.
Hal ini disampaikan Bagnaia lewat GPOne usai bertabrakan dengan Maverick Vinales dan gagal finis dalam main race Seri Le Mans, Prancis. Bagnaia mengaku resah melihat banyaknya kecelakaan yang terjadi karena para rider berkendara berdekatan berkat performa motor mereka yang hampir setara.
Bagnaia pun menyatakan bahwa peta persaingan pada masa rivalitas Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa pada 10-15 tahun lalu memproduksi balapan-balapan yang lebih aman. Pasalnya, tim-tim satelit kala itu tak dapat dukungan teknis mumpuni sehingga sulit bersaing.
Poncharal, yang menjalankan operasional Tech 3 sebagai tim satelit sejak GP500 2001, naik pitam usai membaca komentar Bagnaia. Lewat Paddock GP pada Senin (16/5/2023), ia mengaku tak menyangka bahwa Bagnaia tak bersimpati pada tim-tim satelit yang selama ini susah payah meraih hasil baik.
Padahal Pecco Bagnaia Lulusan Pramac Racing

"Saya kaget membaca opini itu, yang datang dari juara dunia bertahan yang dihormati, yang sangat saya kagumi, dan yang selalu kalem dalam berkomentar. Saya bisa bilang itu omong kosong besar, karena Pecco, seperti semua rider, datang dari Moto3 dan Moto2, lalu tiba di MotoGP dengan tim independen," ujar Poncharal.
Seperti yang diketahui, Bagnaia menjalani debut MotoGP bersama Pramac Racing pada 2019, sebelum 'naik pangkat' ke Ducati Lenovo Team yang berstatus tim pabrikan pada 2021. Poncharal pun heran Bagnaia ingin dukungan teknis tim satelit dikurangi sementara ia sendiri juga seorang lulusan tim satelit.
"Toh dia sendiri senang mendapatkan motor dengan performa tinggi yang membuatnya jadi dilihat orang. Setelahnya, sembari berprogres di MotoGP, ia mendapatkan tawaran untuk membela tim pabrikan, yakni impian semua orang dan merupakan kesempatan yang diharapkan setiap rider bertalenta," lanjut Poncharal.
Fakta bahwa persaingan 10-15 tahun lalu menyajikan margin 6-7 detik di antara para rider tim pabrikan dan satelit, diyakini Bagnaia bisa jadi solusi jitu dalam menekan angka kecelakaan. Namun, Poncharal tak sepakat karena hal itu justru membuat persaingan menjadi timpang dan tak selaras dengan nilai sportivitas.
Anggap Tak Masuk Akal dan Tidak Sportif

"Membaca komentar Pecco bahwa bakal bagus jika ada margin 6-7 detik per lap yang ditentukan para insinyur, itu berarti kami juga harus mengebiri performa tim satelit menjadi 6-7 detik per lap lebih lambat. Ini adalah defisit yang ingin ia lihat agar yang kaya dan berkuasa bisa bersenang-senang," tutur Poncharal.
Pria asal Prancis ini juga menyatakan bahwa tim-tim satelit, yang sisi finansialnya semata-mata ditanggung oleh bantuan sponsor, juga membutuhkan visibilitas. "Ini semua juga agar tim bisa hidup dengan layak, membayar mekanik dengan layak, dan membayar para rider dengan layak," ungkapnya.
"Pecco juga lupa, jika tak meraih hasil baik, maka kami tak punya sponsor dan tak bisa membayar pembalap. Saat ia datang ke MotoGP dengan tim independen, dia senang dapat motor yang baik dan diperlakukan secara profesional. Apa yang ia katakan sungguh tak masuk akal! Saya sangat syok karena ini tidak sportif," tutup Poncharal.
Sebagai catatan, MotoGP 2023 diikuti oleh 11 tim yang terdiri dari 5 tim pabrikan dan 6 tim satelit. Ducati, yang menaungi Bagnaia, memiliki tiga tim satelit dan enam rider yang bernaung di bawah struktur tersebut, termasuk tim milik Rossi, Mooney VR46 Racing Team, yang menaungi Marco Bezzecchi dan Luca Marini.
Sumber: PaddockGP
Baca juga:
- Anggap MotoGP Kelewat Kompetitif, Pecco Bagnaia Minta Tim Pabrikan dan Satelit Kembali Dibedakan
- Honda Peringatkan Rival: Marc Marquez Sudah Kembali Seperti Sebelum Cedera Lengan
- Ducati Pede Jorge Martin dan Marco Bezzecchi Takkan Direbut Yamaha
- Dilarang Bentuk Tim Ketiga di MotoGP, KTM Tak Bisa Naungi Marc Marquez-Pedro Acosta
- Insiden Tabrakan Biasa: Damai, Alex Marquez-Luca Marini Kompak Bersyukur Lolos dari Cedera
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 23 Juli 2026 12:01Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 22:03Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:43Polisi Ditikam Saat Kawal Mediasi Kasus di Rumah Kepala Desa
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:16Momen Mentan Bantu Korban Kecelakaan hingga Telat Rapat dengan Prabowo
-
Liputan6 23 Juli 2026 22:10Prabowo Sebut Koalisi Pemerintah Senapas, Yakin PDIP Akan Bersama
-
Liputan6 23 Juli 2026 21:37Prabowo Guyon Pengakuan Dosa di Harlah PKB
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306002/original/020394900_1784825028-IMG_1190.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305997/original/091903700_1784823366-89568794-B5E5-4F02-BDC2-9CE57EBB9058.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305993/original/036458400_1784821760-IMG_6032.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305984/original/092121400_1784820529-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_19.46.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305972/original/066888600_1784815774-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_20.52.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305976/original/078346800_1784817430-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.30.02.jpeg)
