FOLLOW US:


Petronas Yamaha: Jika Syahrin Bisa, Quartararo Pasti Lebih Baik

11-06-2019 09:08

 | Anindhya Danartikanya

Petronas Yamaha: Jika Syahrin Bisa, Quartararo Pasti Lebih Baik
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo © SRT

Bola.net - Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, menyatakan bahwa Hafizh Syahrin menjadi patokan timnya untuk menggaet Fabio Quartararo di MotoGP 2019. Kepada Marca, Razali mengaku yakin, jika Syahrin mampu tampil kompetitif di atas YZR-M1 musim lalu, maka Quartararo pasti bisa lebih baik lagi.

Soal proyek MotoGP, Razali memang langsung mantap menggaet Franco Morbidelli sebagai pebalapnya, namun mencari tandemnya bukanlah perkara mudah. Ia sempat mendekati Dani Pedrosa, tapi rider Spanyol itu memilih pensiun. Jorge Lorenzo juga sempat ada dalam daftarnya, namun ia memilih ke Repsol Honda.

"Pilihan tersisa kami adalah Alvaro Bautista, Alex Marquez, dan Bradley Smith, dan kami tak puas atas pilihan-pilihan ini. Jadi kami lihat Moto2, lalu Fabio menang di Montmelo dan kami semua bilang, 'Anak ini saja! Rider yang bisa menang bareng Speed Up, adalah rider bagus!'" ungkap Razali.

1 dari 2

Quartararo Bisa Lebih Baik

Pria asal Malaysia ini pun mengaku telah mengamati karier El Diablo sejak ia masih turun di Kejuaraan CEV Moto3, yang ia juarai pada tahun 2013 dan 2014. Prestasi ini membuatnya dijuluki sebagai 'The Next Marc Marquez', namun anggapan ini agak pudar saat ia kesulitan meraih hasil baik di Moto2 2015 dan 2016.

"Semua bilang Fabio 'Marc Marquez Baru', tapi ia sulit meraih hasil baik (di Moto3). Tapi kemenangannya di Moto2 menunjukkan ia punya 'sesuatu'. Saya rasa, jika Hafizh Syahrin, yang belum pernah menang, mampu finis di posisi 9 bareng Yamaha, maka Fabio pasti bisa melakukan hal yang sama atau malah lebih baik," ujar Razali.

2 dari 2

Bersenang-senang Lebih Penting

Meski begitu, Razali menyadari bahwa menggaet rider yang baru menginjak usia 20 tahun seperti Quartararo membuat timnya harus memiliki metode kerja yang unik. Mengingat karakter Quartararo yang sensitif, ia mengaku timnya tak bisa memaksakan sebuah situasi pada rider Prancis tersebut, demi menghindari rasa gugup.

"Kini, ia sangat lapar, sedang dalam momen baik, tak punya beban seperti sebelum-sebelumnya. Saat ini, bersenang-senang jauh lebih penting ketimbang menang. Situasi kami jadi sungguh menyenangkan. Konfigurasi motornya bahkan tak pernah berubah di semua balapan. Ia sangat bertalenta, tapi ia juga butuh keberuntungan," pungkas Razali.

Menjelang MotoGP Catalunya, Spanyol di Sirkuit Barcelona-Catalunya akhir pekan nanti, Quartararo tengah berada di peringkat 12 pada klasemen pebalap dengan koleksi 31 poin, hanya tertinggal tiga poin dari Morbidelli yang ada di peringkat 11.