
Bola.net - Eks pebalap MotoGP yang juga juara WorldSBK 2009, Ben Spies, meyakini Jonathan Rea sejatinya layak diturunkan di MotoGP. Lima kali juara dunia dari Kawasaki Racing Team itu memang tak pernah dapat kesempatan nyata.
Rea, pebalap WorldSBK tersukses dalam sejarah, sempat membela Repsol Honda di MotoGP Misano dan Aragon 2012, menggantikan Casey Stoner yang cedera. Dalam kedua balapan itu, ia finis kedelapan dan ketujuh.
Sayang, hasil apik ini tetap tak membuat tim-tim MotoGP tertarik padanya. Pada 2017, ia sempat bernegosiasi serius dengan Suzuki Ecstar dan Pramac Racing, namun kesepakatan tetap gagal diraih.
"Sejatinya turun di MotoGP bukanlah hal mustahil. Tapi ada banyak yang harus dipelajari jika Anda dari WorldSBK dan pindah ke MotoGP, di mana level persaingannya lebih tinggi," ujar Spies kepada Paddock GP.
Cuma Butuh Waktu yang Cukup

Spies, yang juga tiga kali juara AMA Superbike, pernah turun di MotoGP 2010-2013. Membela Monster Yamaha Tech 3, Yamaha Factory Racing, dan Pramac Racing, ia mengoleksi enam podium dan satu kemenangan.
Pria asal Amerika Serikat ini menyatakan Rea hanya butuh waktu untuk beradaptasi demi kompetitif di MotoGP, setidaknya menyamai level performa rider LCR Honda, Cal Crutchlow. Meski begitu, Spies ragu Rea bisa bersaing sengit dengan delapan kali juara dunia, Marc Marquez.
"Jika seseorang seperti Jonathan Rea punya cukup waktu untuk beradaptasi dan mempelajari motornya dengan layak, ia jelas bisa berkendara di level Cal saat ini. Tapi saya rasa ia takkan mengalahkan Marc," ungkap The Texas Terror.
Para Rider Moto3 dan Moto2 Diuntungkan
Menurut Spies, perbedaan antara MotoGP dan WorldSBK sangatlah besar hingga para rider butuh waktu lama untuk belajar. Ia juga menyebut para rider lulusan Moto3 dan Moto2 punya keuntungan tersendiri karena karakter motor-motor Grand Prix cukup mirip.
"Para rider Grand Prix mengendarai motor prototipe yang tak terlalu banyak selip seperti superbike. Ini terkait dengan masalah seperti corner speed. Ada banyak perbedaan performa. Bedanya sangat signifikan hingga butuh lama untuk membiasakan diri," pungkasnya.
Spies pensiun dalam usia 29 tahun pada 2013 akibat cedera ligamen kedua bahu yang tak pernah benar-benar sembuh. Ia merupakan rider Amerika Serikat terakhir yang pernah meraih kemenangan di MotoGP, yakni di Assen pada 2011 bersama Yamaha.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Maret 2026 06:13 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:16 -
Liga Spanyol 7 Maret 2026 05:15 -
Liga Inggris 7 Maret 2026 05:04 -
Bundesliga 7 Maret 2026 04:57 -
Liga Eropa Lain 7 Maret 2026 04:50
MOST VIEWED
- Jorge Martin Takjub Lihat Dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026: Level Performanya Berbeda!
- Jadi Murid Valentino Rossi Tak Halangi Pecco Bagnaia Akur dengan Marc Marquez, Justru Sering Dapat Nasihat
- Serunya Kunjungan Luca Marini dan Joan Mir ke Bali, Belajar Budaya Lokal Bareng Honda
- Formula 1 dan WEC Utamakan Keselamatan Terkait Konflik Timur Tengah, Bagaimana dengan MotoGP?
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

