FOLLOW US:


Repsol Honda, Pelabuhan Terakhir Tiga 'Alien' MotoGP

21-11-2019 17:01

 | Anindhya Danartikanya

Repsol Honda, Pelabuhan Terakhir Tiga 'Alien' MotoGP
Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Casey Stoner © HRC/AFP

Bola.net - Pada periode 2008-2012, penggemar MotoGP dimanjakan oleh pertarungan sengit empat pebalap papan atas yang dijuluki 'Four Aliens', yang terdiri dari Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa.

Keempat rider ini konsisten bertarung di lintasan memperebutkan podium dan kemenangan, bahkan gelar dunia. Tak hanya bermusuhan di trek, keempatnya juga kerap cekcok dan terlibat perang verbal di luar lintasan.

Nyaris tak pernah mendapat ancaman dari para pebalap lainnya, mereka seolah asyik bersaing di 'planet' mereka sendiri. Atas alasan inilah mereka dijuluki 'Four Aliens', atau empat makhluk asing dari tempat lain.

Sayangnya, dengan pensiunnya Lorenzo akhir musim ini, otomatis Rossi jadi satu-satunya 'Alien' yang tersisa dari kelompok dahsyat itu. Stoner memutuskan pensiun dini pada akhir 2012, dan Pedrosa pensiun pada akhir 2018.

Uniknya, ketiga rider yang telah pensiun ini menjadikan Repsol Honda sebagai tim terakhir mereka dalam berkompetisi MotoGP. Bagaimana sih kisah perjalanan mereka hingga sampai dapat kesempatan membela tim paling prestisius di ajang Grand Prix tersebut? Simak ulasannya berikut ini ya, Bolaneters.

1 dari 3

Dani Pedrosa

Dani Pedrosa
Dani Pedrosa © HRC

Sejak menjalani debutnya di ajang Grand Prix pada 2001 lalu, Pedrosa sama sekali tak pernah membela pabrikan selain Honda. Ia selalu setia pada pabrikan Sayap Tunggal sejak turun di GP125, di mana ia berhasil meraih gelar dunia pertamanya pada 2003.

Berkat prestasi ini, ia pun naik ke kelas GP250, dan langsung meraih dua gelar dunia beruntun di kategori tersebut, yakni pada 2004 dan 2005. Atas hasil ini, ia pun naik ke MotoGP pada 2006, menjadi rider Repsol Honda, menggantikan Max Biaggi.

Selama turun di MotoGP pula Pedrosa tak pernah hengkang dari Repsol Honda. Meski tak pernah meraih gelar dunia di kelas ini, ia tetap menjadi ikon tim tersebut, dan meraih tiga runner up dan tiga kali duduk di peringkat ketiga.

Tak lagi punya hasrat balapan, Pedrosa pensiun pada akhir 2018 dalam usia 33 tahun. Selama berkarier, ia menjadi rider Honda tersukses bersama Mick Doohan dengan 54 kemenangan, rekor yang akhirnya dipatahkan Marc Marquez di Phillip Island, Australia, pada Oktober lalu.

Uniknya, usai pensiun dari segala kompetisi balap, termasuk MotoGP, kini Pedrosa justru menjadi test rider KTM, yang mengembangkan motor RC16. Sejak rider Spanyol itu hadir dalam proyek pengembangan KTM, RC16 pun mengalami kemajuan performa yang cukup signifikan.

2 dari 3

Casey Stoner

Casey Stoner
Casey Stoner © AFP

Usai menjadi runner GP250 2005 bersama Aprilia, Stoner dilirik oleh LCR Honda untuk diturunkan di MotoGP 2006, di mana ia hanya meraih satu podium dan satu pole. Ia sempat melakukan negosiasi dengan Yamaha untuk musim 2007, namun batal meraih kesepakatan.

Ia pun menerima tawaran Ducati, langsung meraih 14 podium, 10 kemenangan, dan gelar dunia. Meski begitu, ia hengkang pada akhir 2010, usai masukannya soal pengembangan Desmosedici tak didengar dan marah besar karena Ducati menawari Lorenzo kontrak yang nilainya jauh lebih tinggi dari kontraknya sendiri.

Saat itulah Stoner menerima tawaran Repsol Honda untuk bertandem dengan Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Ia langsung melibas kedua rider tersebut, meraih 16 podium dan 10 kemenangan, serta 12 pole, dan tentunya gelar dunia pertama Honda sejak 2006 lewat Nicky Hayden.

Dalam kondisi fisik yang masih prima dan baru berusia 26 tahun, Stoner pun dilanda gosip pensiun pada awal musim 2012, namun ia terus membantah. Meski begitu, pada 17 Mei di Le Mans, Prancis, Stoner akhirnya resmi mengumumkan keputusannya pensiun dini.

Dalam usia 27 tahun, ia meninggalkan MotoGP dengan mengaku muak atas segala politik yang terjadi dalam kejuaraan tersebut, tak merasa nyaman dengan perkembangan elektronik motor yang membuat kendali pebalap berkurang, dan ingin fokus berumah tangga.

Pada musim itu, Stoner mengakhiri karier dengan duduk di peringkat ketiga pada klasemen pebalap. Ia sempat menjadi test rider Honda pada 2013-2015, namun kembali ke Ducati pada 2016 dengan jabatan yang sama. Pada akhir 2018, ia memutuskan hengkang dan menjauhkan diri dari MotoGP.

3 dari 3

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo
Jorge Lorenz © HRC

Seperti Stoner, Lorenzo menjalani debut Grand Prix pada 2002, yakni di kelas GP125 bersama Derbi. Ia naik ke GP250 pada 2005 bersama Honda, namun usai gagal merebut gelar dunia, ia menerima tawaran Aprilia dan langsung menjuarai kategori tersebut pada 2006 dan 2007.

Uniknya, Lorenzo justru telah memiliki kesepakatan prakontrak dengan Yamaha di MotoGP bahkan sebelum merebut gelar dunia GP250 2006. Pada 2008, ia akhirnya turun di kelas tertinggi bersama pabrikan Garpu Tala.

Membela tim tersebut selama sembilan musim, Lorenzo sukses meraih tiga gelar dunia, 44 kemenangan, 197 podium, 40 pole. Meski begitu, Lorenzo akhirnya hengkang dari Yamaha menuju Ducati pada 2017, demi mencari motivasi baru.

Lorenzo puasa kemenangan 1,5 musim karena sulit adaptasi, tapi akhirnya menang di Mugello, Catalunya, dan Austria, pada 2018. Sayangnya, semua kemenangan ini datang terlambat, yakni saat Ducati telah menggaet Danilo Petrucci sebagai penggantinya, dan ia sendiri tanda tangan kontrak dengan Repsol Honda untuk 2019.

Sayang, debutnya dengan Repsol Honda berlangsung kelam. Ia dirundung berbagai cedera sejak September 2018, yakni cedera dislokasi tulang ibu jari akibat kecelakaan di Aragon, dan patah pergelangan tangan kiri usai kecelakaan di Thailand.

Saat kedua cedera ini mulai sembuh pada Januari 2019, Lorenzo malah kecelakaan dirt track dan mematahkan tulang scaphoid tangan kirinya dan harus absen pada uji coba pramusim di Sepang. Belum pulih dari cedera ini, ia cedera retak tulang rusuk usai kecelakaan dalam sesi latihan bebas di Qatar.

Belum juga 100% fit, ujian besar Lorenzo menimpa Lorenzo di Assen, di mana ia terjatuh keras dalam sesi latihan, mengakibatkan retak tulang belakang dan absen empat seri. Gosip dirinya ingin pensiun mulai bermunculan sepanjang musim panas, namun ia terus membantah.

Keputusan pensiun akhirnya mantap ia ambil usai finis ke-14 di Malaysia, dan mengumumkannya di Valencia pada 14 November. Sayangnya, selama membela Repsol Honda, Lorenzo sama sekali tak pernah naik podium atau meraih kemenangan, bahkan tak pernah menembus posisi 10 besar.

Meski begitu, Lorenzo tetap dinilai sebagai salah satu rider terbaik dalam sejarah MotoGP. Sepanjang kariernya di Grand Prix, ia mengoleksi lima gelar dunia, 152 podium, 68 kemenangan, dan 69 pole.