
Bola.net - Crew chief Fabio Quartararo, Diego Gubellini, sangat bangga melihat pembalapnya itu sukses merebut gelar dunia MotoGP 2021, terlebih usai performa yang naik turun pada paruh kedua musim 2020 lalu. Lewat La Gazzetta dello Sport, Rabu (3/11/2021), Gubellini pun menyebut talenta dan kualitas Quartararo tak perlu diragukan lagi.
Sebelumnya, Gubellini merupakan crew chief Franco Morbidelli di Marc VDS Racing, bersama-sama merebut gelar dunia Moto2 2017. Namun, saat struktur Marc VDS di MotoGP dibubarkan, Gubellini digaet Petronas Yamaha SRT untuk digandengkan dengan Quartararo pada 2019. Tahun ini, pria Italia itu ikut pindah ke Monster Energy Yamaha.
Sejak kerja bareng, Quartararo dan Gubellini seolah tak terpisahkan. Selama tiga musim bersama, mereka sudah mengoleksi 19 podium, 8 kemenangan, dan kini satu gelar dunia di kelas para raja. Gubellini pun menyatakan, tak hanya bertalenta dan fokus, El Diablo punya karakter supel yang memudahkan kekompakan mereka dalam bekerja.
Sudah Amati Fabio Quartararo Sejak Lama
Crew chief Fabio Quartararo di Monster Energy Yamaha, Diego Gubellini. (c) Yamaha MotoGP
"Kru kami selalu bersama Fabio sepanjang akhir pekan. Kami serius membicarakan pekerjaan, tapi saat santai, kami bercanda. Ia menghabiskan banyak waktu dengan kami semua, karena ia senang memahami kehidupan kami sehari-hari, selalu ingin tahu kegemaran seluruh krunya," tutur Gubellini, yang juga eks crew chief Tito Rabat.
Gubellini pun mengaku sudah mengamati Quartararo sejak lama, terutama pada 2018, ketika rider Prancis itu mulai bangkit dari keterpurukan dan memenangi balapan di Moto2 Catalunya. Gubellini menyatakan bahwa dirinya dapat bocoran soal talenta hebat Quartararo dari eks teknisi elektroniknya di Marc VDS Racing.
"Fabio salah satu nama yang, saat ia masih di Moto2, bersama Pecco Bagnaia dan yang lainnya, selalu saya bicarakan dengan teknisi elektronik saya. Ia kenal Fabio sejak masih turun di CEV, dan ia sangat yakin atas kualitas Fabio. Ia pun benar, dan saya rasa Fabio yang sekarang bisa cepat dengan motor apa pun," ungkapnya.
Tak Ubah Metode Kerja Sejak 2019

Dalam wawancara yang sama, Gubellini juga menjelaskan cara kerjanya dengan Quartararo. Ia menyatakan bahwa mereka sangat jarang mengutak-atik konfigurasi motor YZR-M1 sejak 2019, hingga mereka bisa lebih fokus memanfaatkan kekuatan sesungguhnya dari motor itu. Metode kerja itu ternyata sangat jitu.
"Pada musim debutnya, kami bekerja dengan sesedikit mungkin sentuhan. Ini kami lakukan agar ia tak bingung, dan metode ini bekerja dengan baik. Saking baiknya, kami masih bekerja dengan cara itu sampai kini," ujar Gubellini, yang ternyata juga jadi sosok yang mendorong Quartararo menemui psikolog usai musim yang emosional pada 2020.
"Saya menyarankan Fabio mencari orang yang ia percaya untuk diajak bicara dan berbagi emosi dalam masa-masa sulit. Namun, saat menyarankannya padanya, saya juga berkata pada diri saya sendiri, bahwa saya juga harus melakukan yang sama. Saya pun pergi menemui pelatih mental dan ini sangat membantu saya," tutup Gubellini.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Baca Juga:
- 3 Rider MotoGP Ini Pelajari Jorge Lorenzo, Terbukti Jitu Bikin Kompetitif
- Marc Marquez Rider Ajaib: 9 Musim di MotoGP, Koleksi 6 Gelar dan 144 Kecelakaan
- Pecco Bagnaia Buru Runner Up, Jack Miller Bantu Ducati Jegal Yamaha Rebut Triple Crown
- Pikirkan Gelar Triple Crown, Fabio Quartararo Ambisius Menangi MotoGP Algarve
- Stefan Bradl Resmi Kembali Gantikan Marc Marquez di MotoGP Algarve
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 7 Maret 2026 00:28 -
Bolatainment 7 Maret 2026 00:17 -
Liga Italia 6 Maret 2026 23:13 -
Liga Italia 6 Maret 2026 22:45 -
Tim Nasional 6 Maret 2026 22:40 -
Bola Indonesia 6 Maret 2026 22:35
MOST VIEWED
- Jorge Martin Takjub Lihat Dominasi Marco Bezzecchi di MotoGP Thailand 2026: Level Performanya Berbeda!
- Jadi Murid Valentino Rossi Tak Halangi Pecco Bagnaia Akur dengan Marc Marquez, Justru Sering Dapat Nasihat
- Serunya Kunjungan Luca Marini dan Joan Mir ke Bali, Belajar Budaya Lokal Bareng Honda
- Formula 1 dan WEC Utamakan Keselamatan Terkait Konflik Timur Tengah, Bagaimana dengan MotoGP?
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

