FOLLOW US:


Valentino Rossi: Tak Ada Gunanya Marah-Marah Soal Masa Lalu

10-01-2020 14:10

 | Anindhya Danartikanya

Valentino Rossi: Tak Ada Gunanya Marah-Marah Soal Masa Lalu
Valentino Rossi © Yamaha

Bola.net - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, tengah membuat Popolo Giallo, para penggemarnya, deg-degan. Pasalnya, MotoGP 2020 akan menjadi masa penentuan dirinya akan pensiun atau melanjutkan karier.

Rossi mengaku masih merasa bisa kompetitif, setidaknya memperebutkan peringkat tiga besar di klasemen akhir. Untuk membuktikan ini semua, ia mengaku tak mau melakukan kesalahan, meski tak mau kelewat tertekan.

"Saya merasa benar-benar masih sama seperti dulu. Tapi dengan pengalaman, kini saya sudah belajar untuk menjalani semuanya lebih santai," ungkap Rossi seperti yang dikutip Corsedimoto.

1 dari 2

Sikap Tenang Dibutuhkan di Berbagai Situasi

The Doctor juga menyatakan, tak hanya enam seri pertama musim ini yang akan sangat menentukan keputusannya nanti, melainkan juga uji coba pramusim di Malaysia dan Qatar pada Februari. Rossi pun mengaku tenang.

"Sikap tenang juga harus saya terapkan saat situasi saya berjalan baik, tapi tentu saja juga sangat dibutuhkan dalam situasi buruk. Kehilangan kendali atau marah takkan ada gunanya sama sekali," ujar rider berusia 40 tahun ini.

Pengalaman yang paling menguji mentalitas Rossi adalah 2015, saat ia mulai bermusuhan dengan Marc Marquez. Meski begitu, menjelang musim yang ke-25 di ajang Grand Prix, Rossi mengaku lebih fokus kepada masa depan.

2 dari 2

Sulit Lupakan Kesalahan

"Saya memilih fokus pada langkah selanjutnya ketimbang berpikir soal masa lalu dan tetap marah-marah. Tapi untuk mencapai titik ini, Anda memang butuh banyak pengalaman," tutur sembilan kali juara dunia ini.

"Memang sungguh sulit bagi pebalap untuk melupakan banyak kesalahan, meski kesalahan-kesalahan itu tak punya pengaruh besar dalam kehidupan," pungkas rider asal Italia tersebut.

Rossi, yang pada 16 Februari nanti akan menginjak usia 41 tahun, telah mengoleksi sembilan gelar dunia, 234 podium, 115 kemenangan, dan 65 pole.