Bukan Prank April Mop, Italia Gagal (Lagi) ke Piala Dunia

Bukan Prank April Mop, Italia Gagal (Lagi) ke Piala Dunia
Reaksi pemain Italia setelah kalah dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Italia kembali menelan kekecewaan besar di panggung sepak bola dunia. Raksasa Eropa itu dipastikan gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Bosnia dan Herzegovina pada final play-off kualifikasi zona Eropa.

Pertandingan yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu 1 April 2026 dini hari WIB berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit. Lalu, di babak adu penalti, Bosnia tampil lebih tenang dan menang dengan skor 4-1 untuk memastikan tiket ke Piala Dunia.

Kekalahan tersebut membuat Italia mencatat sejarah kelam, bahwa mereka gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, setelah sebelumnya juga absen pada turnamen 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Gol Kean Tak Cukup Menyelamatkan Italia

Gol Kean Tak Cukup Menyelamatkan Italia

Matteo Politano dan Sead Kolasinac berebut bola dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Italia sebenarnya sempat berada di jalur positif pada awal pertandingan. Tim asuhan Gennaro Gattuso membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui Moise Kean.

Gol itu berawal dari kesalahan kiper Bosnia Nikola Vasilj saat menghalau bola. Nicolo Barella berhasil merebut penguasaan dan mengirim umpan kepada Kean yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan keras ke pojok gawang.

Meski begitu, situasi berubah drastis menjelang akhir babak pertama. Bek Italia Alessandro Bastoni menerima kartu merah langsung pada menit ke-41 setelah menjatuhkan Amar Memic dalam situasi satu lawan satu menuju gawang.

Bermain dengan 10 orang membuat Italia berada di bawah tekanan sepanjang babak kedua. Bosnia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-79 melalui Haris Tabakovic yang menyambar bola rebound setelah sundulan Edin Dzeko ditepis Gianluigi Donnarumma.

Adu Penalti Menjadi Petaka

Adu Penalti Menjadi Petaka

Ivan Sunjic dan Gianluca Mancini berebut bola dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan tidak berubah selama babak tambahan waktu. Laga pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Bosnia tampil sangat efektif dengan mencetak semua eksekusi mereka. Sebaliknya, Italia gagal memanfaatkan peluang. Francesco Pio Esposito melepaskan tendangan yang melambung di atas mistar, sementara Bryan Cristante menghantam mistar gawang.

Esmir Bajraktarevic akhirnya menjadi penentu kemenangan Bosnia setelah sukses mengeksekusi penalti terakhir. Donnarumma sempat menebak arah bola dengan benar, tetapi tidak mampu menghentikannya.

Kemenangan tersebut memastikan Bosnia dan Herzegovina lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Rekor Buruk Italia Berlanjut

Rekor Buruk Italia Berlanjut

Duel perebutan bola antara Manuel Locatelli dan Ermedin Demirovic dalam laga final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia di Zenica, 1 April 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Bagi Italia, kegagalan ini memperpanjang masa paceklik mereka di ajang terbesar sepak bola dunia. Terakhir kali Gli Azzurri tampil di Piala Dunia adalah pada edisi 2014 di Brasil.

Setelah itu, mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018 setelah kalah agregat dari Swedia di babak play-off. Empat tahun kemudian, Italia kembali tersingkir secara mengejutkan oleh Makedonia Utara pada play-off menuju Piala Dunia 2022.

Kini, sejarah pahit itu kembali terulang di Zenica. Italia kembali gagal di babak play-off, dan cukup mengenaskan lewat drama adu penalti.

Padahal Italia merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi empat gelar juara pada 1934, 1938, 1982, dan 2006.

Nahasnya, dalam satu dekade terakhir, reputasi besar itu seolah tak lagi menjamin tempat mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.