FOLLOW US:


Generasi Bagas dan Bagus Dianggap Layak Perkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2021

24-10-2019 19:15

 | Serafin Unus Pasi

Generasi Bagas dan Bagus Dianggap Layak Perkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2021
Timnas U-19 saat merayakan golnya ke gawang Iran di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (11/09/2019). © Bola.com/Vincentius Atmaja

Bola.net - Timnas Indonesia U-20 akan tampil di Piala Dunia U-20 2021, menyusul keberhasilan PSSI memenangkan bidding tuan rumah event tersebut di Shanghai, China, Kamis (24/10/2019). Lantas, generasi siapa yang bakal memperkuat tim tersebut?

Menurut penuturan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, pemain yang akan membela Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 nanti adalah generasi Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi yang kini memperkuat Timnas Indonesia U-19. Selain untuk event tersebut, mereka juga disiapkan untuk Olimpiade 2024 di Jepang.

"Sekarang ini yang kami siapkan untuk Piala Dunia dan Olimpiade itu nanti generasi Bagas dan Bagus, karena mereka rata-rata kan baru 18 tahun dan kalau untuk Olimpiade Jepang kan 23 tahun. Ditambah lima tahun pas Olimpiade saya rasa pas usia mereka," ujar Refrizal di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta.

"Kenapa generasi mereka, karena kan memang menyiapkan yang terdekat ini Indonesia ikut Olimpiade 2024. Dan anak-anak ini yang kami siapkan," katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1

Pertimbangkan Witan

Tapi, tak menutup kemungkinan ada pemain-pemain lain yang memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 nanti. Contohnya Witan Sulaeman yang usianya masih 18 tahun, namun sudah memperkuat Timnas Indonesia U-23.

"Nanti pemain kita lihat. Termasuk Witan Sulaeman, ya," imbuh Refrizal.

Sementara itu, Piala Dunia U-20 akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2021. 10 stadion telah disiapkan PSSI untuk menggelar event tersebut yaitu Gelora Bung Karno (Jakarta), Wibawa Mukti (Cikarang), Pakansari (Bogor), Patriot Candrabhaga (Bekasi), Mandala Krida (Yogyakarta) Manahan (Solo), Jakabaring (Palembang), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan I Wayan Dipta (Bali).

(Bola.net/Fitri Apriani)