Gianni Infantino Minta Kritik Piala Dunia 2026 Diredam: Santai Saja, FIFA Sudah Berbuat Maksimal

Gianni Infantino Minta Kritik Piala Dunia 2026 Diredam: Santai Saja, FIFA Sudah Berbuat Maksimal
Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di stadion Mexico City jelang pembukaan Piala Dunia 2026, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Bola.net - Presiden FIFA, Gianni Infantino, meminta publik dan para pengkritik Piala Dunia 2026 untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap berbagai kontroversi yang mengiringi turnamen. Menurutnya, FIFA telah melakukan segala upaya yang mungkin untuk memastikan ajang sepak bola terbesar di dunia itu berjalan sukses.

Pernyataan tersebut disampaikan Infantino di Mexico City di tengah sorotan terhadap sejumlah persoalan, mulai dari larangan masuk bagi wasit asal Somalia hingga kesulitan visa yang dialami sejumlah suporter dari berbagai negara.

"Saat menghadapi tantangan, kita harus menghadapinya. Ada masalah yang bisa diselesaikan, ada juga yang tidak. Yang terpenting adalah berusaha memberikan solusi terbaik," kata Infantino.

Ia menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan pemerintah suatu negara. Karena itu, tidak semua kendala yang muncul menjelang dan selama turnamen bisa berada di bawah kendali federasi sepak bola dunia tersebut.

"Kadang-kadang mungkin lebih baik untuk tenang dan santai. Tidak semua persoalan harus langsung disikapi dengan teriakan atau kemarahan karena itu justru bisa menghambat solusi," ujarnya.

Sorotan Kasus Wasit Somalia

Sorotan Kasus Wasit Somalia

Wasit Piala Dunia 2026, Omar Abdulkadir Artan pulang ke Somalia usai ditolak masuk Amerika Serikat. (c) AP Photo/Farah Abdi Warsameh

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah gagalnya wasit asal Somalia, Omar Artan, memasuki Amerika Serikat. Kejadian tersebut menuai kritik terhadap FIFA karena dianggap tidak mampu menjamin kelancaran operasional turnamen.

Infantino mengaku menyesalkan insiden tersebut. Namun, ia kembali menegaskan bahwa FIFA telah berupaya maksimal dengan menjalin komunikasi intensif bersama otoritas Amerika Serikat.

"Apa yang terjadi kepada Omar memang sangat disayangkan. Tetapi kami tidak mengendalikan segalanya. Kami sudah mencoba berdiskusi dan mencari jalan keluar," tutur pria asal Swiss-Italia itu.

Menurut Infantino, FIFA telah bekerja lebih keras dibanding pihak lain dalam membantu peserta, ofisial, dan berbagai pihak yang terlibat agar dapat memasuki negara tuan rumah tanpa hambatan berarti.

Kritik Harga Tiket Ditolak

Kritik Harga Tiket Ditolak

Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers jelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Selain persoalan visa, harga tiket Piala Dunia 2026 juga menjadi bahan perdebatan. Bahkan sejumlah tokoh politik menyoroti tingginya biaya yang harus dikeluarkan suporter untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Namun Infantino menilai kritik tersebut tidak sepenuhnya adil. Ia menyebut FIFA telah menyediakan sekitar 130 ribu tiket dengan harga terjangkau sepanjang turnamen.

Menurutnya, tiket termurah dibanderol sekitar 50 poundsterling atau setara dengan harga masuk berbagai ajang olahraga besar di Amerika Serikat. Sementara harga rata-rata tiket juga disebut masih lebih rendah dibanding sejumlah pertandingan olahraga profesional lainnya di negara tersebut.

Infantino bahkan menggunakan tingginya harga jual kembali di pasar sekunder sebagai bukti bahwa harga resmi yang ditetapkan FIFA sebenarnya masih berada pada level yang wajar.

"Ketika tiket dijual kembali dengan harga jauh lebih mahal, itu menunjukkan bahwa harga awal yang kami tetapkan sudah tepat," katanya.

FIFA Klaim Berhasil Pastikan Iran Tetap Berlaga

FIFA Klaim Berhasil Pastikan Iran Tetap Berlaga

Gambar ilustrasi bendera Iran (c) AP Photo/Vahid Salemi

Isu lain yang tak kalah sensitif adalah partisipasi Iran di tengah situasi geopolitik yang memanas. Tim nasional Iran diketahui harus memindahkan pusat latihan mereka ke Tijuana, Meksiko, menjelang pertandingan di Amerika Serikat.

Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa FIFA berhasil memastikan Iran tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026 meskipun situasi politik internasional sedang tidak menentu.

Ia mengaku sempat mengunjungi skuad Iran pada Maret lalu ketika banyak pihak meragukan kemungkinan negara tersebut dapat berpartisipasi dalam turnamen.

"Saat itu banyak yang mengatakan Iran tidak akan bisa datang ke Piala Dunia. Saya berjanji kepada mereka bahwa mereka akan tetap hadir," ungkap Infantino.

Dengan nada bercanda, ia bahkan mengatakan siap mengantar sendiri tim Iran ke lokasi turnamen apabila diperlukan.

"Saya bilang kepada mereka, kalau perlu saya akan naik bus ke Teheran dan membawa mereka ke sini sendiri. Tetapi mereka menjawab bahwa mereka siap mengemudikan bus itu sendiri karena sudah lolos dan ingin bermain. Itulah semangat sepak bola," katanya.

Infantino berharap kehadiran Iran di Piala Dunia dapat menjadi simbol persatuan melalui olahraga. Ia juga berharap para penonton yang memenuhi stadion dapat menikmati pertandingan tanpa membawa ketegangan politik yang terjadi di luar lapangan.

"Ketika Iran bermain, stadion akan penuh. Saya berharap suasananya positif dan semua orang bisa melupakan sejenak berbagai persoalan yang mereka hadapi untuk fokus menikmati sepak bola," tutupnya.