FOLLOW US:


Gunung Merapi, Penyebab Stadion Mandala Krida Gagal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021

03-07-2020 18:59

 | Serafin Unus Pasi

Gunung Merapi, Penyebab Stadion Mandala Krida Gagal Jadi Venue Piala Dunia U-20 2021
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan © Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan mengungkapkan alasan mencoret Stadion Mandala Krida, Yogyakarta sebagai venue Piala Dunia U-20 2021. Kekhawatiran FIFA akan meletusnya gunung merapi di kawasan tersebut menjadi penyebabnya.

Sebelumnya, Mandala memang masuk dalam enam venue yang disetujui FIFA untuk menggelar Piala Dunia U-20 tahun depan. Lima stadion lainnya yaitu Gelora Bung Karno (Jakarta), Kapten I Wayan Dipta (Bali), Gelora Bung Tomo (Surabaya), Manahan (Solo), dan Pakansari (Kabupaten Bogor).

Namun dalam prosesnya, PSSI mencoret Mandala dan Pakansari. Keduanya kemudian digantikan dengan Gelora Jakabaring (Palembang) dan Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung).

"Masalah Mandala Krida, kami sudah melihat. Ini beberapa kali FIFA menanyakan tentang erupsi atau vulkanik atau gunung merapi. Nah itu yang mejadi catatan dari FIFA. Kita tidak bisa menahan kapan gunung itu tidak menyemburkan laharnya kan. Jadi itu pertimbangannya," ujar Iriawan, saat sesi jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

"Kalau kelengkapan cukup lengkap ya, dimana di kota stadionnya, stadion pendukungnya cukup banyak juga, kami sudah lihat," katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1

Kenapa Jakabaring?

Terkait pemilihan Jakabaring, PSSI kata Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan punya alasan kuat. Satu di antaranya karena markas Sriwijaya FC itu sudah beberapa kali menggelar event internasional.

"Kami langsung melihat bahwa fasilitas lainnya lebih lengkap dari dua yang ada. Jadi Alahkan baiknya kita akomodir dan sudah bicara dengan FIFA," tutur Iwan Bule.

"Kemudian transportasi, akomodasi, semua tersedia disitu, disekitar Jakabaring, dan saya melihat keseriusan pemerintah daerahnya luar biasa, bukan yang lain tidak serius," imbuh mantan Kapolda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya ini.

(Bola.net/Fitri Apriani)