Ide Presiden FIFA Gianni Infantino: Piala Dunia 2030 Bakal Diikuti 64 Negara

Ide Presiden FIFA Gianni Infantino: Piala Dunia 2030 Bakal Diikuti 64 Negara
Presiden FIFA, Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers jelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, 10 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Bola.net - Piala Dunia 2026 menjadi awal dari era baru dengan melibatkan 48 negara peserta. Namun, sebelum format tersebut benar-benar berjalan dalam satu siklus penuh, FIFA sudah mulai membahas kemungkinan perubahan yang lebih besar.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa wacana memperluas jumlah peserta menjadi 64 negara pada Piala Dunia 2030 akan dievaluasi setelah turnamen 2026 berakhir. Gagasan itu muncul setelah adanya usulan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).

Jika terealisasi, Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah. Langkah tersebut diperkirakan akan mengubah peta persaingan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi negara-negara yang selama ini kesulitan lolos ke putaran final.

Meski belum menjadi keputusan resmi, pernyataan Infantino menunjukkan bahwa FIFA mulai membuka ruang diskusi mengenai masa depan kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia. Perluasan peserta pun kembali menjadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola.

FIFA Ingin Piala Dunia Lebih Inklusif

FIFA Ingin Piala Dunia Lebih Inklusif

Aksi Sanjoy, Nora Fatehi, dan Vegedream di opening ceremony Piala Dunia 2026 di Kanada, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

FIFA sebelumnya telah menyetujui penambahan peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim pada 2017. Format baru itu mulai diterapkan pada edisi 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pada April 2025, CONMEBOL secara resmi mengusulkan agar Piala Dunia 2030 diikuti 64 negara. Hingga kini belum ada keputusan yang diambil, tetapi FIFA memastikan usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi setelah Piala Dunia 2026.

"Ini semua adalah masalah yang akan kami periksa setelah Piala Dunia," kata Infantino kepada penyiar Swiss Blue Sport, ketika ditanya apakah turnamen tersebut dapat berkembang menjadi 64 tim.

Infantino menilai Piala Dunia harus menjadi ajang yang mewakili seluruh dunia, bukan hanya kawasan dengan tradisi sepak bola kuat. Karena itu, FIFA ingin memberi lebih banyak negara kesempatan untuk tampil di panggung tertinggi.

Kesempatan untuk Negara Berkembang

Kesempatan untuk Negara Berkembang

Laga Kanada vs Maroko pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eric Smith

Infantino menegaskan bahwa semakin banyak negara yang tampil di Piala Dunia akan berdampak positif terhadap perkembangan sepak bola global. Menurutnya, kesempatan tampil di putaran final menjadi motivasi penting bagi negara-negara yang sedang membangun kualitas tim nasional.

"Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi secara efektif seluruh dunia. Setiap negara harus diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia," katanya.

"Anda dapat melihat bahwa kualitas tim sangat tinggi, dan semakin tinggi, di seluruh dunia. Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, mereka akan kekurangan insentif untuk terus meningkatkan kemampuan mereka," tegas Infantino.

Sebagai contoh, Infantino menilai format 48 peserta telah memberikan dampak positif bagi Afrika.

"Di Piala Dunia terakhir, hanya ada lima tim dari Afrika. Itu menunjukkan betapa pentingnya untuk menyertakan semua tim - untuk memberi mereka kesempatan ini untuk berpartisipasi," ucap Infantino.

Sumber: BBC Sport