Kontroversi Piala Dunia 2026: FIFA Selidiki Gestur Shaun Evans, Wasit Australia yang Pernah Berkarier di Liga Indonesia

Bola.net - FIFA dikabarkan tengah melakukan investigasi terhadap seorang ofisial pertandingan Piala Dunia 2026 setelah terekam melakukan gestur tangan yang memicu kontroversi saat pertandingan antara Jerman vs Curacao.
Sorotan tertuju kepada wasit asal Australia, Shaun Evans, yang bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR) dalam laga Grup Piala Dunia yang berlangsung pada Minggu (15/6/2026). Dalam sebuah cuplikan video yang beredar, Evans terlihat membentuk simbol menyerupai tanda "OK" dengan posisi terbalik menggunakan ibu jari dan telunjuknya.
Gestur tersebut menuai perhatian karena dalam beberapa tahun terakhir kerap dikaitkan dengan simbol yang digunakan oleh kelompok ekstrem kanan dan dianggap sebagai ekspresi supremasi kulit putih. Meski demikian, simbol yang sama juga lazim digunakan dalam konteks sehari-hari untuk menunjukkan persetujuan atau kepuasan.
Menurut laporan sejumlah media internasional, FIFA saat ini sedang menelaah insiden tersebut guna mengetahui konteks dan maksud di balik tindakan Evans.
Saat kejadian berlangsung, Evans berada di ruang VAR bersama dua ofisial lainnya, yakni Hamza El Fario dan Nicolas Gallo. Dalam rekaman yang beredar, ia terlihat tersenyum sambil membuat gestur tersebut sebelum kemudian berbalik dan melanjutkan tugasnya.
Simbol yang Pernah Memicu Kontroversi
BREAKING:
— Visegrád 24 (@visegrad24) June 15, 2026
FIFA launches an investigation into whether the Australian World Cup referee Shaun Evans made an alleged “White Power sign” before Germany’s game against Curaçao.
FIFA’s anti-discrimination partner Fare Network calls it a “neo-Nazi” symbol and urged FIFA to throw… pic.twitter.com/08bgUXMQYL
Ini bukan kali pertama simbol tersebut menjadi perhatian dalam ajang olahraga internasional. Pada Olimpiade Paris 2024, seorang petugas siaran juga sempat terekam melakukan gestur serupa saat final nomor street skate putri.
Kala itu, Olympic Broadcasting Services mengidentifikasi individu tersebut sebagai pekerja subkontraktor dan langsung mencabut akreditasinya setelah insiden mencuat ke publik.
Organisasi pemantau antisemitisme dan ujaran kebencian, Anti-Defamation League (ADL), sebelumnya menjelaskan bahwa mayoritas penggunaan simbol tersebut sebenarnya tidak bermuatan politik maupun ideologi tertentu. Namun ADL juga mengingatkan bahwa simbol itu pernah diadopsi oleh sebagian kelompok sayap kanan sebagai bentuk provokasi di ruang publik maupun media sosial.
Karena itu, ADL menilai setiap kasus harus ditinjau secara hati-hati dan tidak boleh langsung disimpulkan tanpa memahami konteks penggunaan simbol tersebut.
Jerman Pesta Gol atas Curacao

Di luar kontroversi tersebut, pertandingan berjalan dominan bagi Jerman yang sukses menghancurkan Curacao dengan skor telak 7-1.
Tim Panser membuka keunggulan cepat melalui Felix Nmecha pada enam menit pertama pertandingan. Curacao sempat memberikan kejutan lewat gol indah Livano Comenencia yang menyamakan kedudukan.
Namun setelah itu Jerman tampil tak terbendung. Nico Schlotterbeck membawa timnya kembali unggul sebelum Kai Havertz menambah gol melalui titik penalti. Jamal Musiala turut mencatatkan namanya di papan skor untuk memperlebar keunggulan.
Pesta gol Jerman berlanjut lewat Nathaniel Brown dan Deniz Undav, sebelum Havertz mencetak gol keduanya pada laga tersebut untuk memastikan kemenangan meyakinkan 7-1.
Meski kemenangan besar menjadi sorotan utama di atas lapangan, investigasi FIFA terhadap gestur yang dilakukan ofisial VAR kini menjadi perhatian tersendiri dan berpotensi memunculkan konsekuensi disipliner apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 31 Juli 2026 19:19Man of the Match Timor Leste vs Indonesia: Shayne Pattynama
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 31 Juli 2026 22:34Prediksi Piala Presiden 2026: Persebaya vs Port FC 1 Agustus 2026
-
Bola Indonesia 31 Juli 2026 22:30Prediksi Piala Presiden 2026: Persija vs PSMS Medan 1 Agustus 2026
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Juli 2026 08:22Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
SOROT
-
Liputan6 31 Juli 2026 22:10Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pengeroyokan Perantau di Morowali
-
Liputan6 31 Juli 2026 21:49Kasat Narkoba Tangsel Diperiksa Terkait Pengawasan Melekat
-
Liputan6 31 Juli 2026 21:045 Saksi Mangkir Pemeriksaan Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie
-
Liputan6 31 Juli 2026 19:14Ribuan Personel Kawal Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Besok
-
Liputan6 31 Juli 2026 18:53Infografis Daftar Kenaikan Tukin Prajurit TNI
MOST VIEWED
Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Hantam Timnas Italia
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Zinedine Zidane Ambil Alih Prancis, Nasib Kylian Mbappe Jadi Perhatian
Kembali ke Timnas Italia, Roberto Mancini Minta Maaf soal Keputusannya Pergi ke Arab Saudi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308707/original/078610900_1785167843-922723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308228/original/021608300_1785132849-5561f5af-6e36-41d6-9e2d-2e7ad7cfb0ec.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306885/original/070630400_1784913813-jam5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312517/original/044828500_1785502229-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_19.41.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312485/original/068653900_1785498847-b2f8323a-166a-445d-9eb1-b20b3f3f932d.jpg)

