Mengenal Lebih Dekat Bosnia dan Herzegovina, Lawan Italia di Final Play-off Piala Dunia 2026

Mengenal Lebih Dekat Bosnia dan Herzegovina, Lawan Italia di Final Play-off Piala Dunia 2026
Kerim Alajbegovic merayakan gol penentu dalam duel adu penalti pada laga semifinal play-off Piala Dunia antara Wales vs Bosnia dan Herzegovina, 27 Maret 2026 (c) Nick Potts/PA via AP

Bola.net - Italia tinggal selangkah lagi untuk kembali ke panggung Piala Dunia. Azzurri akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam final play-off yang menentukan tiket menuju turnamen 2026.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026. Laga ini menjadi penentuan terakhir bagi Italia sebelum memastikan tempat di putaran final yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Italia mencapai fase ini setelah menyingkirkan Irlandia Utara. Sementara itu Bosnia dan Herzegovina melaju ke final play-off usai mengalahkan Wales melalui drama adu penalti.

Bosnia Lolos Dramatis dan Dipimpin Sergej Barbarez

Bosnia Lolos Dramatis dan Dipimpin Sergej Barbarez

Selebrasi penyerang Bosnia and Herzegovina, Edin Dzeko usai mencetak gol ke gawang Wales di semifinal playoff Piala Dunia 2026. (c) Nick Potts/PA via AP

Bosnia memastikan tempat di final setelah pertandingan sengit melawan Wales. Tim yang diperkuat Edin Dzeko tersebut memaksakan perpanjangan waktu sebelum akhirnya menang melalui adu penalti.

Gol penting yang menghidupkan peluang Bosnia datang pada menit ke-89. Edin Dzeko mencetak gol penyeimbang yang membawa pertandingan berlanjut hingga extra time sebelum akhirnya ditentukan lewat penalti.

Tim nasional Bosnia saat ini dilatih Sergej Barbarez. Mantan penyerang yang dikenal sebagai pemain asing dengan jumlah penampilan terbanyak di Bundesliga itu mengambil alih tim nasional sejak April 2024.

Barbarez, yang lahir di Mostar sekitar 120 kilometer dari Sarajevo, memimpin Bosnia dalam 20 pertandingan. Dari jumlah tersebut, timnya mencatat enam kemenangan, lima hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Gaya Bermain Bosnia

Secara karakter, Bosnia dikenal sebagai tim dengan kekuatan fisik yang menonjol. Rata-rata tinggi pemain mereka mencapai sekitar 1,85 meter, sehingga duel udara menjadi salah satu senjata utama.

Pelatih Sergej Barbarez juga menuntut permainan yang cepat setelah merebut bola. Transisi dari bertahan ke menyerang dilakukan melalui umpan vertikal untuk memanfaatkan ruang dengan cepat.

Formasi yang paling sering digunakan adalah 4-4-2. Namun dalam beberapa situasi, sistem tersebut bisa berubah menjadi 3-5-2 selama pertandingan berlangsung.

Peran gelandang tengah sangat penting dalam sistem tersebut. Dalam susunan tim utama, posisi itu biasanya diisi Benjamin Tahirovic yang kini bermain di Brondby dan Armin Gigovic dari Young Boys.

Ancaman Edin Dzeko

Di lini depan, sosok paling berbahaya tetap Edin Dzeko. Meski telah berusia 40 tahun, mantan pemain Roma dan Inter itu masih menjadi figur kunci bagi Bosnia.

Saat ini Dzeko bermain untuk Schalke di divisi dua Jerman. Sejak bergabung pada Januari, ia sudah mencetak enam gol dan tiga assist dalam delapan pertandingan.

Selain itu, Bosnia juga memiliki talenta muda yang mulai menarik perhatian. Salah satunya Kerim Alajbegovic, penyerang sayap berusia 18 tahun yang bermain untuk Salzburg dan menjadi penendang penalti penentu kemenangan atas Wales.

Dalam skuad Bosnia juga terdapat dua pemain yang berkarier di Serie A, yaitu Sead Kolasinac dari Atalanta dan Tarik Muharemovic dari Sassuolo.