
Bola.net - Memori kegagalan Timnas Italia berpartisipasi di ajang Piala Dunia 2018 lalu masih membekas hingga saat ini. Oleh karena itu, Roberto Mancini enggan bereksperimen agar kejadian serupa tidak terulang.
Mancini datang sebagai pengganti Gian Piero Ventura yang dipecat lantaran gagal membawa Italia ke ajang Piala Dunia 2018. Ya, Italia tersingkir di babak play-off kualifikasi setelah kalah dari Swedia dengan agregat 0-1.
Kedatangan Mancini memberikan angin segar buat Italia. Mereka menjelma jadi negara kuat seperti dulu, dan itu dibuktikan oleh keberhasilannya menjuarai Euro 2020 usai mengalahkan Inggris di babak final.
Selain di Euro 2020, Italia juga perkasa saat menjalani laga fase grup babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun mereka terpeleset dalam beberapa pertandingan terakhir sehingga harus finis di peringkat kedua Grup C.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tidak Punya Waktu
Karena berakhir sebagai runner-up, Italia pun harus melalui fase play-off jika ingin menjadi peserta Piala Dunia 2022. Ini membangkitkan kenangan buruk di tahun 2018 lalu, sehingga ada ketakutan Italia bakal absen lagi.
Itulah mengapa Mancini ogah melakukan eksperimen dalam laga ini, meski lawannya 'hanya' Makedonia Utara. Mantan pelatih Manchester City itu kemudian memanggil wajah-wajah familiar yang memperkuat Italia di Euro 2020.
"Kami tidak punya banyak waktu, anak-anak harus memulihkan diri dari perjalanan panjang dan banyak pertandingan, jadi kami hanya punya waktu setengah hari untuk mencoba taktik," ujar Mancini seperti yang dikutip dari Football Italia.
"Itulah mengapa kami fokus pada pemain-pemain yang memenangkan Euro, karena kami sudah saling mengenal satu sama lain dan tahu apa yang harus dilakukan," lanjutnya.
Italia tergabung dalam satu blok yang sama di babak play-off kualifikasi ini dan berpotensi bertemu pada babak final. Publik mengunggulkan kedua negara ini, namun Mancini meyakini kalau semua tim patut diwaspadai.
"Kami semua memulai dari awal, setiap pertandingan dimulai dengan skor 0-0 dan apapun bisa terjadi dalam 90 menit. Saya tidak melihat adanya unggulan, karena setiap laga harus dimainkan, termasuk yang tampak mudah di atas kertas."
"Makedonia Utara bertahan dengan baik dan punya teknik yang bagus, jangan lupa mereka menang laga tandang atas Jerman di babak kualifikasi. Kami harus bersabar," tutupnya.
Sebagai informasi, pertandingan melawan Makedonia Utara hanya akan diselenggarakan dalam satu leg saja. keduanya bakal bertemu hari Jumat (25/3/2022) besok di Stadio Renzo Barbera, Palermo.
(Football Italia)
Baca juga:
- 5 Pemain Timnas Italia Positif Covid-19 Jelang Play-off Piala Dunia 2022?
- Tendang Balotelli! Begini Performa 10 Penyerang Timnas Italia di Play-off Piala Dunia 2022
- Jadwal Finalissima Italia vs Argentina, Duel Juara Euro 2020 Lawan Copa America 2021
- Jadwal Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa: Italia Jumpa Portugal?
- Mengapa Mario Balotelli Dicoret dari Timnas Italia? Begini Penjelasan Roberto Mancini
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 8 April 2026 20:29 -
Liga Champions 8 April 2026 19:47Seperti Wine, Makin Tua Makin Berkelas: Dialah Manuel Neuer!
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 9 April 2026 11:12 -
Liga Champions 9 April 2026 10:45 -
Liga Champions 9 April 2026 10:32 -
Liga Champions 9 April 2026 10:30 -
Liga Champions 9 April 2026 10:28 -
Liga Champions 9 April 2026 10:12
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 8 April 2026 18:48 -
piala dunia 8 April 2026 18:30 -
piala dunia 8 April 2026 16:45 -
piala dunia 8 April 2026 15:16 -
piala dunia 8 April 2026 07:00 -
piala dunia 7 April 2026 19:13
MOST VIEWED
- Profil Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026: Misi Menembus 'Quinto Partido' di Rumah Sendiri
- Benarkah Skuad Timnas Italia Sudah Bicara Bonus Lolos Piala Dunia 2026 Sebelum Dikalahkan Bosnia?
- Profil Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Menanti Tarian Bafana Bafana
- Antony dan Situasi Sulit di Momen Krusial: Performa Turin, Cedera Pubalgia Ancam Mimpi Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550722/original/032699600_1775707523-IMG-20260408-WA0018.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550098/original/079046700_1775637068-IMG_1566.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5291870/original/009043100_1753231347-WhatsApp_Image_2025-07-22_at_21.35.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550631/original/011299600_1775705330-34d7683d-2097-456b-b721-e1c07404f637.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550567/original/081040400_1775704317-IMG-20260405-WA0011_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
