Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim

Piala Dunia 2026: Tampilan Man of the Match Diubah untuk 8 Pemain Muslim
Pemain Maroko Ismael Saibari (11) merayakan gol pada laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadirkan perubahan menarik terkait penghargaan Man of the Match yang diberikan setelah setiap pertandingan. FIFA mengambil langkah khusus untuk delapan pemain yang berasal dari negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Perubahan tersebut tidak mengubah nilai penghargaan maupun proses pemilihannya. Namun, FIFA menyesuaikan tampilan seremoni dan materi promosi yang berkaitan dengan sponsor penghargaan tersebut.

Penghargaan Man of the Match di Piala Dunia 2026 didukung oleh merek bir Michelob ULTRA. Karena alkohol dianggap terlarang dalam ajaran Islam, FIFA memilih pendekatan berbeda untuk sejumlah pemain tertentu.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap latar belakang budaya dan keyakinan para pemain. FIFA tetap mempertahankan penghargaan tersebut tanpa menghilangkan identitas kompetisi secara keseluruhan.

FIFA Sesuaikan Tampilan Penghargaan

Sebanyak 104 penghargaan Man of the Match akan diberikan sepanjang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Hingga kini, puluhan pemain telah menerima penghargaan tersebut, termasuk Lionel Messi, Erling Haaland, Harry Kane, dan Michael Olise.

Untuk sebagian besar pemain, seremoni penghargaan dilakukan dengan latar yang menampilkan logo Michelob ULTRA. Foto-foto pemenang kemudian dipublikasikan melalui kanal resmi Piala Dunia FIFA.

Namun, FIFA menerapkan format berbeda kepada delapan pemain tertentu. Logo sponsor tidak ditampilkan pada papan latar belakang yang digunakan saat sesi foto penghargaan.

Pertandingan Selanjutnya
World Cup World Cup | 21 Juni 2026
Spanyol Spanyol
23:00 WIB
Arab Saudi Arab Saudi
World Cup World Cup | 22 Juni 2026
Belgia Belgia
02:00 WIB
Iran Iran

8 Pemain Mendapat Perlakuan Khusus

Pemain yang menerima format khusus tersebut antara lain Ismael Kone dari Kanada, Mahmoud Abunada dari Qatar, dan Yan Diomande dari Pantai Gading. Selain itu terdapat Ramin Rezaeian dari Iran, Emam Ashour dari Mesir, Ali Olwan dari Yordania, Ismael Saibari dari Maroko, serta Johan Manzambi dari Swiss.

Sebagai pengganti branding sponsor, latar belakang hanya memuat tulisan "Superior Player of the Match" dan emblem resmi Piala Dunia. Trofi yang diberikan tetap memiliki desain yang hampir identik dengan versi standar.

Perubahan itu membuat logo Michelob ULTRA tidak terlihat dalam dokumentasi resmi penghargaan. Dengan demikian, FIFA tetap dapat menghormati sensitivitas agama tanpa menghapus penghargaan yang sudah menjadi bagian dari turnamen.

Bukan Pertama Kali Terjadi di Sepak Bola

Bukan Pertama Kali Terjadi di Sepak Bola

Suasana opening ceremony Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Sabtu (13/6/2026) (c) AP Photo/Jae C Hong

Kasus serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2018. Kiper Mesir, Mohamed El-Shenawy, menolak menerima penghargaan Man of the Match karena sponsor hadiah saat itu berasal dari merek bir Budweiser.

Di kompetisi domestik Inggris, penghargaan pemain terbaik pertandingan juga pernah disertai hadiah berupa minuman beralkohol. Sejumlah pemain Muslim, termasuk Yaya Toure, memilih tidak menerimanya karena alasan keyakinan.

Kini, penyelenggara kompetisi umumnya menggunakan penghargaan yang lebih netral. Perayaan gelar juara pun sering memakai sampanye non-alkohol agar dapat diterima oleh seluruh pemain dari berbagai latar belakang.

Keputusan FIFA dalam Piala Dunia 2026 menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan sponsor dan penghormatan terhadap keberagaman peserta. Langkah tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana sepak bola global beradaptasi dengan perbedaan budaya dan agama.

Sumber: SPORTbible