Prediksi Euro 2020 Versi Bola.net: Mayoritas Prancis, Tapi Ada Turki Karena Weton!

Asad Arifin | 10 Juni 2021 10:05
Trofi Euro 2020 (c) uefa

Bola.net - Euro 2020 bakal dimulai akhir pekanan ini, sudah menentukan negara mana yang menjadi jagoan, Bolaneters?

Euro 2020 menjadi momen yang cukup spesial. Sejatinya, turnamen antarnegara paling akbar di Eropa ini digelar pada 2020 lalu. Namun, pandemi COVID-19 membuat Euro 2020 baru bisa digelar pada 2021.

Beberapa negara besar masih jadi unggulan. Inggris (yang besar negaranya atau klubnya?), Spanyol (yang tanpa pemain Real Madrid), Italia, hingga Prancis masih jadi unggulan. Begitu juga dengan Cristiano Ronaldo (eh, Portugal), Jerman, Belgia, maupun Belanda.

Dari 24 negara yang ambil bagian di Euro 2020, hanya ada satu yang akan menjadi juara. Siapa? Yuk simak prediksi Euro 2020 dari awak redaksi Bola.net di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 12 halaman

Serafianus Sapto - Jerman

Tim nasional Jerman (c) Pool via AP

Well, kalau mau bicara siapa yang bakal jadi Juara Euro 2020, kayaknya ga banyak yang jagoin Jerman jadi Juara. Tapi Saya termasuk golongan yang sedikit Itu.

Sebenarnya ngejagoin Jerman ini lebih seperti fanatisme buta bagi Saya, yang sudah mendukung Der Panzer sejak Saya TK nol Besar. Gimana enggak? Beberapa hasil pertandingan Jerman jauh dari kata memuaskan, apalagi setelah insiden pembantaian oleh Spanyol.

Namun, di Euro 2020 ini Joachim Loew agak 'bertobat' dengan tidak memasukkan terlalu banyak pemain muda. Ia meracik Timnya dengan baik, di Mana ada kombinasi yang bagus antara pemain berpengalaman dan pemain muda potensial. Terutama setelah ia memanggil kembali Thomas Muller dan Mats Hummels, Dua sosok berpengalaman yang bisa jadi pembeda.

Euro 2020 ini bakal jadi 'The Last Dance'-nya Loew. Sepanjang 15 tahun menangani Der Panzer ia hanya belum memenangkan trofi Euro. Seperti Michael Jordan yang menutup karirnya dengan menghantarkan Chicago Bulls menjuarai NBA, Saya cukup yakin skenario yang sama akan terjadi pada Loew dan Timnas Jerman di Euro 2020 ini.

2 dari 12 halaman

Afdholud Dzikry - Prancis

Selebrasi skuad Prancis untuk gol Antoine Griezmann ke gawang Bulgaria, uji coba jelang Euro 2020 (c) AP Photo

2021 Tahun Si Biru, Bukan Italia ya, Tapi Prancis!

Menanyakan siapa juara Euro 2021 musim panas ini adalah pertanyaan mudah. Namun menjawabnya tak akan semudah itu. Percayalah!

Ada banyak faktor yang bakal mempengaruhi perjalanan tim nasional di turnamen seakbar Piala Eropa. Selain tentu saja keberuntungan harus memihak, untuk juara juga butuh pengalaman, skuad, hingga faktor tim pelatih. Dan Prancis memiliki semua itu.

Masuk ke Grup F di Euro 2021 yang disebut sebagai grup neraka mungkin ada yang menyebutnya ketidakberuntungan. Namun bayangkan bila Prancis mampu lolos dari Grup F, dan Les Bleus pasti bisa, mereka bisa menyingkirkan dua tim di antara Portugal, Jerman, dua unggulan lain, dan juga Hungaria.

Kualitas skuad? Jangan ditanya. Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Paul Pogba, N'Golo Kante, hingga Karim Benzema adalah jaminan kesuksesan. Bagaimana dengan pengalaman? Sebagai juara dunia 2018, skuad Prancis tak banyak mengalami perubahan saat ini. Sebaliknya, skuad mereka kini semakin matang dan dewasa.

Tim pelatih? Bersama Didier Deschamps, timnas Prancis memiliki seorang pelatih yang bermental juara. Pelatih berusia 52 tahun tersebut seorang pemenang. Selain merupakan pelatih pemenang trofi Piala Dunia, Deschamps di waktunya sebagai pemain juga pernah memenangi Euro dan Piala Dunia.

Masih kurang yakin? Tahun 2021 disebut sebagai Tahun Kambing Logam. Salah satu warna keberuntungan di Tahun Kambing Logam adalah warna biru. Percaya nggak percaya, Prancis sepertinya akan berjaya tahun ini. Allez Les Bleus!

3 dari 12 halaman

Gia Yuda Pradana - BUKAN INGGRIS

Inggris di Kualifikasi Piala Dunia 2022 (c) AP Photo

Eh, kenapa?

Kan liganya top?!

Pemain-pemainnya berkelas!

Bek kanan yang dibawa banyak!

Musim ini klub-klub Inggris juga dominan di Eropa!

Manchester United sampai di final Liga Europa, sedangkan final Liga Champions menjadi panggung Manchester City vs Chelsea!

Ya, karena Inggris tidak seperti klub-klubnya di atas....

Di pentas internasional, Inggris lebih seperti Tottenham - yang seolah tak punya kata 'juara' di kamus mereka.

Di pentas internasional, Inggris lebih seperti Arsenal - yang tetap tak lolos ke Eropa meski sudah capek-capek dibuatkan Europa Conference League.

Sekian.

4 dari 12 halaman

Ari Prayoga - Inggris

Skuad Inggris merayakan gol ke gawang San Marino, Kualifikasi Piala Dunia 2022. (c) AP Photo

Jika ada yang bertanya, ‘Kenapa kok jagoin Inggris juara?’ Jawabannya singkat saja, ‘Kenapa nggak?’.

Jargon ‘Selalu Ada yang Pertama untuk Segalanya’ barangkali cocok untuk menggambarkan mengapa Inggris layak dijagokan menjadi juara pada gelaran Euro 2020 kali ini. Maklum, dari sembilan kali partisipasi, Tim Tiga Singa nihil gelar juara.

Karena nasib buruk nan miris itulah, Inggris kerap menjadi sasaran olok-olok banyak pihak setiap kali tampil di turnamen akbar. Ya memang Inggris-nya juga yang sering ngaco sih. Meski demikian, banyak pula yang tetap keukeuh mendukung negeri Ratu Elizabeth.

Tapi ya masa’ sih gagal terus. Akan ada saat di mana kegagalan tersebut bisa diubah menjadi kesuksesan. Dan bagi Inggris, sepertinya Euro 2020 inilah yang akan menjadi ‘silver lining’ mereka. Tak perlu pakai alasan panjang lebar, ini cuma firasat saja.

“Football is coming home,” kata pendukung mereka.

5 dari 12 halaman

Aga Deta - Belgia

Belgia (c) AP Photo

Belgia sering disebut sebagai tim kuda hitam di pentas internasional. Namun, pelatih De Rode Duivels, Roberto Martinez, tentu ingin membangun kesuksesan di Euro 2020.

Belgia memiliki bakat luar biasa di dalam skuad mereka. Romelu Lukaku adalah salah satu penyerang terbaik dunia. Bomber Inter Milan itu akan jadi andalan di lini depan Belgia.

Selain itu, Belgia juga memiliki bintang-bintang seperti Eden Hazard, Kevin de Bruyne, dan Thibaut Courtois. Ketiganya bakal membantu Belgia menjadi yang terbaik di ajang empat tahunan ini.

6 dari 12 halaman

Richard Andreas - Portugal

Skuad Portugal merayakan gol Cristiano Ronaldo ke gawang Israel, uji coba jelang Euro 2020 (c) AP Photo

Portugal Modal Andal

Prediksi juara turnamen level top seperti Euro selalu menarik. Dalam waktu satu bulan, negara-negara terbaik Eropa saling sikut untuk raih trofi impian.

Seperti biasa, selalu ada negara-negara favorit juara seperti Prancis. Ada pula kuda hitam seperti Belgia (atau sudah tidak pantas disebut kuda hitam?).

Biar begitu, kali ini nama Portugal harus diwaspadai. Sebagai juara bertahan, Portugal punya ketangguhan mental karena ambisi mempertahankan gelar.

Menariknya, skuad Portugal kali ini melimpah pemain top di setiap posisi. Bayangkan Bruno Fernandes meladeni Cristiano Ronaldo. Gokil gak tuh!

7 dari 12 halaman

Fitri Apriani - Prancis

Prancis di Kualifikasi Piala Dunia 2022 (c) AP Photo

Timnas Prancis datang ke Euro 2020 dengan status sebagai Juara Piala Dunia 2018. Hal itu membuat Prancis jadi salah satu tim unggulan dalam turnamen ini.

Kebetulan, sejarah mencatat pada 20 tahun silam Prancis berhasil 'mengawinkan' trofi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Tak hanya itu, pelatih Timnas Prancis saat ini, Didier Deschamps pada Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 merupakan kapten Les Blues, julukan Timnas Prancis.

Prancis juga didukung materi pemain yang sangat merata di semua lini, seperti Paul Pogba, N'Golo Kante, Antoine Griezmann, hingga Karim Benzema. Dengan faktor-faktor tersebut, rasanya Prancis bisa mengulang keberhasilan pada tahun 2000 dengan meraih gelar juara untuk kedua kalinya di turnamen paling bergengsi di Eropa tersebut.

8 dari 12 halaman

Asad Arifin - Turki

Turki (c) AP

Federasi sepak bola Turki didirikan pada 23 April 1923 atau Senin Wage dalam kalender Jawa. Jumlah neptu timnas Turki adalah 8. Dalam perhitungan primbon, neptu ini punya karakter cilik kaitane, gede pungkasane. Artinya, kecil pada awalnya tapi besar di akhir.

Neptu timnas Turki mirip kisah Lille di Ligue 1 pada musim 2020/2021. Kecil pada awal musim, tapi kemudian menjadi juara dengan mengalahkan PSG. Nah, kebetulan ada tiga pemain Lille yang akan membela Turki di Euro 2020. Mereka adalah Burak Yilmaz, Yusuf Yazici, dan Zeki Celik.

Jadi, Turki bakal menjadi juara Euro 2020 atau paling tidak mencapai semifinal.

9 dari 12 halaman

Dimas Ardi - Prancis

Skuat Timnas Prancis merayakan gol Ousmane Dembele ke gawang Kazakhstan, Minggu (28/03/2021) malam WIB. (c) AP Photo

Fans Premier League pastinya akan milih Timnas Inggris. Jadi The Three Lions adalah bias saya.

Ingin sekali rasanya lihat mereka juara kompetisi besar lagi. Apalagi mereka punya banyak amunisi top termasuk dari klub kesayangan, Liverpool.

Tapi ya realistis saja. Inggris sukanya PHP. Jadi realistis saja kali ini.

Jagoan saya di Euro 2020 ini adalah Les Blues, Prancis. Di atas kertas, mereka punya amunisi yang wow banget.

Di lini serang ada banyak pemain berpengalaman dan haus gol. Ada Karim Benzema dan Kylian Mbappe. Kalau masih kurang ada Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele. Belum lagi Olivier Giroud, hingga Kingsley Coman.

Di lini tengah, Prancis juga penuh sesak dengan gelandang kelas dunia. Ada Paul Pogba tentunya. Ia akan ditopang pemain seperti Adrien Rabiot dan Moussa Sissoko. Dan yang paling oke tentu saja adalah gelandang kesayangan banyak orang, N'Golo Kante.

Lini Belakang juga mentereng. Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Jules Kounde, hingga Clement Lenglet. Belum lagi bek seperti Lucas Digne dan Lucas Hernandez. Saking melimpahnya, Theo Hernandez sampai tak ikut dibawa serta Didier Deschamps.

Prancis punya kekuatan merata di tiap lini. Kedalaman skuat mereka sangat ciamik. Yang penting lagi, mereka punya mental juara usai memenangi Pildun 2018. Vive la France!

10 dari 12 halaman

Yaumil Azis - Spanyol

Selebrasi pemain Spanyol usai menjebol gawang Kosovo, Kualifikasi Piala Dunia 2022. (c) AP Photo

Serius Pada Lupa Sama Spanyol?

Prancis, Inggris, dan Italia merupakan tiga tim yang cukup sering disebut sebagai calon terkuat juara Euro 2020. Apakah publik benar-benar sudah melupakan Spanyol yang pernah menjuarai kompetisi ini di tahun 2008 dan 2012?

Ya, mereka pernah memenangkan Euro dua kali berturut-turut. Di sela-sela tahun, mereka menjuarai Piala Dunia 2010. Era itu memang sudah lama terlewati. Akan tetapi, menyingkirkan nama Spanyol dari kandidat juara tahun ini adalah sebuah kesalahan besar.

Absennya pemain Real Madrid dalam skuat yang diumumkan Luis Enrique menunjukkan kalau materi La Furia Roja sudah sangat merata. Mereka tidak lagi mengandalkan pemain dari dua klub raksasa La Liga. Bahkan beberapa di antaranya tidak lagi bermain di Spanyol.

Ada beberapa nama yang menarik dalam skuad Spanyol saat ini. Gerard Moreno punya kontribusi besar dalam kesuksesan Villarreal menjuarai Liga Europa. Ia mencetak 30 gol di semua kompetisi musim 2020/21. Sudah jelas, dia adalah pemain yang patut diperhatikan negara-negara lain.

Kemudian ada nama Pedri yang belakangan ini naik daun sebagai 'pelayan' Lionel Messi di Barcelona. Tidak sampai di situ, mereka juga punya pemain potensial lainnya dalam diri Rodri, Dani Olmo, Pablo Sarabia, hingga Ferran Torres.

Anak-anak muda ini kemudian dikombinasikan dengan para sosok senior seperti Jordi Alba, David De Gea, Cesar Azpilicueta dan bomber andalan Juventus, Alvaro Morata. Kepemimpinan Luis Enrique yang pernah memenangkan Liga Champions tahun 2015 lalu membuat saya benar-benar yakin kalau trofi Euro 2021 akan jatuh ke tangan La Furia Roja.

11 dari 12 halaman

Mustopa El-Abdy - Prancis

Skuad Prancis merayakan gol Antoine Griezmann ke gawang Ukraina. (c) AP Photo

Berstatus sebagai juara Piala Dunia 2018, Timnas Prancis tidak bisa dipandang sebelah mata pada perhelatan Euro 2020. Les Bleus adalah kandidat kuat kampiun kompetisi antar negara di Benua Eropa tersebut.

Salah satu alasannya karena Prancis mempunya skuad bertabur bintang dari belakang hingga lini serang. Nama-nama seperti Hugo Lloris, Raphael Varane, Paul Pogba, N'Golo Kante akan menjadi andalan Didier Deschamps.

Ditambah kehadiran Karim Benzema yang tampil gacor bersama Real Madrid musim 2020/21 membuat lini serang Timnas Prancis semakin menakutkan. Dia akan menemani Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Olivier Giroud, hingga Antoine Griezmann untuk mengancam gawang lawan.

Namun, Timnas Prancis harus lulus ujian untuk bisa merengkuh gelar juara. Di fase grup, Hugo Lloris dan kolega harus mampu menaklukkan tantangan Timnas Jerman, Portugal dan Hungaria.

12 dari 12 halaman

Febrian Widyachrisma - Italia

Timnas Italia (c) AP Photo

Kiprah Timnas Italia di Euro 2020 jangan dianggap remeh, Roberto Mancini membawa Gli Azzurri tak terkalahkan di fase kualifikasi dan menjadi pemuncak klasemen grup J.

Roberto Mancini terbilang juga mampu meramu pemain muda dan pemain berpengalaman dalam formasi 4-3-3. Terbukti dengan torehan 37 gol dan hanya kebobolan 4 kali di babak kualifikasi Euro 2020.

Tergabung di grup A, Italia diprediksi mampu melenggang mudah ke babak selanjutnya jika berhasil mengatasi perlawanan Turki di laga perdana.

Saya yakin Gli Azzurri akan melenggang ke babak final Euro 2020 karena kualitas timnas Italia yang merata disetiap lininya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR