
Bola.net - Atlet berkuda Indonesia Ardi Hapsoro Hamidjojo menyatakan kekalahan tim berkuda Indonesia dari Thailand dikarenakan kuda yang ditungganginya mengalami cedera.
"Kaki kuda saya pincang sehingga dalam pertandingan lompat (jumping) banyak melakukan kesalahan," kata Ardi usai menyelesaikan pertandingan tri lomba, di Depok, Jumat (18/11).
Ia mengatakan dalam pertandingan perdana tunggang serasi kita tertinggal 9 poin, namun mampu membalikkan keadaan ketika melakukan pertandingan "cross country" atau lintas alam dengan unggul 17 poin.
"Ini yang membuat kita sebenarnya optimis merebut medali emas dalam nomor tri lomba tersebut," katanya.
Namun kata dia ketika akan melakukan pertandingan lompat (jumping) kuda Autum Spirit 2 mengalami kondisi yang kurang sehat akibat kelelahan menjalani pertandingan lintas alam.
"Sebenarnya memang kuda saya tak layak bertanding karena pincang, namun dipaksakan untuk bertanding dan inilah hasilnya," jelasnya.
Dikatakannya jika saya tidak bertanding maka otomatis Thailand akan menjuarai lomba tersebut. "Hasil yang dicapai kita tertinggal 4 poin dari Thailand," ujarnya.
Hal yang sama dikatakan oleh tim berkuda Indonesia, Anto Budiarto, ia mengatakan dirinya sudah melakukan hal yang maksimal, namun karena kuda Ardi mengalami cedera maka hasilnya kurang memuaskan.
Ia mengatakan padahal dalam latihan sehari-hari kuda tersebut tidak ada masalah. Namun ia mengakui tim Thailand merupakan tim yang tangguh dan sulit dikalahkan.
Tim berkuda Thailand menyabet dua medali emas dan satu perak untuk nomor beregu dan individu eventing atau tri lomba SEA Games 2011.
Untuk beregu Thailand memperoleh poin 213.6, Indonesia (217.5) dan Myamar (1296.3).
Pada Pertandingan yang digelar Jumat sore tersebut para atlet Indonesia hanya memperoleh medali perak dan perunggu yang dihasilkan dari beregu dan individu.
Tim Myanmar memperoleh satu medali perunggu dari nomor tri lomba beregu.
Untuk nomor tri lomba individu medali emas dan perak direbut Thailand yaitu Promton Kingwan dengan kudanya Val 3 dan Supap Khaw-Ngam (Ardbohill Lad) dengan perolehan nilai 59.40 dan 65.00.
Pada nomor individu, Indonesia hanya meraih medali perunggu oleh Anto Budiarto dengan kudanya Red Star yang memperoleh nilai 69.50.
Pada pertandingan berkuda, tuan rumah Indonesia menurunkan lima atlet yaitu Albert Pelealu dengan kudanya Edo Budi Luhur, Asep Lesmana (Kelecyn Chessa Peak), Pingkan Motira (Start Wicky), Anto Budiarto (Red Star), dan Ardi Hapsoro Hamidjojo (Autum Spirit 2).
Pingkan Motira terpaksa tersisih dari pertandingan tersebut karena terjatuh ketika menyelesaikan nomor cross country atau lintas alam. Pingkan terjatuh ketika melintasi rintangan dari 12b ke 12c. Begitu juga dengan Asep Lesmana yang tereliminasi pada pertandingan lintas alam.
Pertandingan tri lomba atau eventing diawali dengan nomor dressage atau tunggang serasi, kemudian cross-country atau lintas alam dan terakhir lompatan atau jumping.
Sebelumnya tim berkuda Indonesia berhasil meraih emas pertama cabang olahraga berkuda untuk nomor tunggang serasi. Raihan emas tersebut merupakan yang pertama cabang berkuda selama Indonesia mengikuti SEA GAMES.
Dalam nomor tunggang serasi Tim Indonesia diperkuat oleh Ferry Wahyu Hadiyanto dengan kuda tunggangannya bernama Bonita, Djolfi momongan (Wyatt Earp), Alvaro Menayang (Desperado 172) dan Larasati Gading (Wallenstein 145). (ant/mac)
"Kaki kuda saya pincang sehingga dalam pertandingan lompat (jumping) banyak melakukan kesalahan," kata Ardi usai menyelesaikan pertandingan tri lomba, di Depok, Jumat (18/11).
Ia mengatakan dalam pertandingan perdana tunggang serasi kita tertinggal 9 poin, namun mampu membalikkan keadaan ketika melakukan pertandingan "cross country" atau lintas alam dengan unggul 17 poin.
"Ini yang membuat kita sebenarnya optimis merebut medali emas dalam nomor tri lomba tersebut," katanya.
Namun kata dia ketika akan melakukan pertandingan lompat (jumping) kuda Autum Spirit 2 mengalami kondisi yang kurang sehat akibat kelelahan menjalani pertandingan lintas alam.
"Sebenarnya memang kuda saya tak layak bertanding karena pincang, namun dipaksakan untuk bertanding dan inilah hasilnya," jelasnya.
Dikatakannya jika saya tidak bertanding maka otomatis Thailand akan menjuarai lomba tersebut. "Hasil yang dicapai kita tertinggal 4 poin dari Thailand," ujarnya.
Hal yang sama dikatakan oleh tim berkuda Indonesia, Anto Budiarto, ia mengatakan dirinya sudah melakukan hal yang maksimal, namun karena kuda Ardi mengalami cedera maka hasilnya kurang memuaskan.
Ia mengatakan padahal dalam latihan sehari-hari kuda tersebut tidak ada masalah. Namun ia mengakui tim Thailand merupakan tim yang tangguh dan sulit dikalahkan.
Tim berkuda Thailand menyabet dua medali emas dan satu perak untuk nomor beregu dan individu eventing atau tri lomba SEA Games 2011.
Untuk beregu Thailand memperoleh poin 213.6, Indonesia (217.5) dan Myamar (1296.3).
Pada Pertandingan yang digelar Jumat sore tersebut para atlet Indonesia hanya memperoleh medali perak dan perunggu yang dihasilkan dari beregu dan individu.
Tim Myanmar memperoleh satu medali perunggu dari nomor tri lomba beregu.
Untuk nomor tri lomba individu medali emas dan perak direbut Thailand yaitu Promton Kingwan dengan kudanya Val 3 dan Supap Khaw-Ngam (Ardbohill Lad) dengan perolehan nilai 59.40 dan 65.00.
Pada nomor individu, Indonesia hanya meraih medali perunggu oleh Anto Budiarto dengan kudanya Red Star yang memperoleh nilai 69.50.
Pada pertandingan berkuda, tuan rumah Indonesia menurunkan lima atlet yaitu Albert Pelealu dengan kudanya Edo Budi Luhur, Asep Lesmana (Kelecyn Chessa Peak), Pingkan Motira (Start Wicky), Anto Budiarto (Red Star), dan Ardi Hapsoro Hamidjojo (Autum Spirit 2).
Pingkan Motira terpaksa tersisih dari pertandingan tersebut karena terjatuh ketika menyelesaikan nomor cross country atau lintas alam. Pingkan terjatuh ketika melintasi rintangan dari 12b ke 12c. Begitu juga dengan Asep Lesmana yang tereliminasi pada pertandingan lintas alam.
Pertandingan tri lomba atau eventing diawali dengan nomor dressage atau tunggang serasi, kemudian cross-country atau lintas alam dan terakhir lompatan atau jumping.
Sebelumnya tim berkuda Indonesia berhasil meraih emas pertama cabang olahraga berkuda untuk nomor tunggang serasi. Raihan emas tersebut merupakan yang pertama cabang berkuda selama Indonesia mengikuti SEA GAMES.
Dalam nomor tunggang serasi Tim Indonesia diperkuat oleh Ferry Wahyu Hadiyanto dengan kuda tunggangannya bernama Bonita, Djolfi momongan (Wyatt Earp), Alvaro Menayang (Desperado 172) dan Larasati Gading (Wallenstein 145). (ant/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 2 November 2026 00:30Man of the Match Racing Santander vs Madrid: Yan Diomande
-
Liga Spanyol 2 November 2026 00:17Hasil Racing Santander vs Madrid: Los Blancos Pesta Tiga Gol di El Sardinero
-
Liga Italia 1 November 2026 23:45Tempat Menonton Juventus vs Napoli 2 November 2026
-
Liga Spanyol 1 November 2026 22:31Raphinha Samai Rekor Gol Lionel Messi di La Liga 2012/2013
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09KBRI Manila Beri Perhatian Khusus Seputar SEA Games Filipina 2019
-
seagames2011 2 Desember 2011 01:01Paragames: Tim Catur Indonesia Targetkan 8 Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 21:48Polygon Beri Penghargaan Khusus Pada Penyumbang Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 13:00Rumput Jakabaring Belum Diperbaiki Usai SEA Games
-
seagames2011 29 November 2011 21:47Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames
-
seagames2011 29 November 2011 21:26ASEAN Paragames: Kontingen Timor Leste Datang Paling Awal
SOROT
-
Liputan6 1 November 2026 20:30Tragis, Balita 20 Bulan Dibunuh Ibu dan Ayah di Jaksel
-
Liputan6 1 November 2026 18:32Menteri Ara Kejar Target Bedah Rumah 400 Ribu Unit
-
Liputan6 1 November 2026 16:55Bahan Pangan MBG di Papua Terindikasi Mengandung Residu Pestisida
-
Liputan6 1 November 2026 16:21KAI Buka Suara Soal Polisi Naik KRL Gerebek Kampung Bahari
-
Liputan6 1 November 2026 16:00Bandar Narkoba Kampung Bahari Kabur Saat Penggerebekan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263103/original/002442900_1671164554-ilustrasi_bayi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387691/original/066240600_1793532717-IMG_20261101_155827_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9387618/original/028244000_1793520762-langkah-prabowo-34cdab.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387670/original/053376600_1793526942-Petugas_memeriksa_bahan_pangan_MBG_di_Jayapura_Papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387629/original/035452600_1793522291-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_15.30.45.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387619/original/029209400_1793520947-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_15.14.10__1_.jpeg)
