Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames

Editor Bolanet | 29 November 2011 21:47
ASEAN Paragames 2011
- Indonesia mengincar 30 hingga 35 medali emas dari cabang olahraga renang pada pesta olahraga atlet difabel antarnegara Asia Tenggara atau ASEAN Paragames VI di Solo, Jateng, 12-22 Desember 2011.


Manajer tim cabang renang Indonesia, Dimin BA ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan target tersebut sangat realistis apalagi ada delapan nomor pertandingan yang tidak diikuti perenang Indonesia.


"Terus terang kita tidak memiliki atlet pada delapan nomor tersebut, sehingga kita hanya turun pada 130 dari 138 nomor yang dipertandingkan pada ASEAN Paragames mendatang," katanya.


Ia menyebutkan, delapan nomor yang tidak diikuti perenang Indonesia adalah kelompok tuna daksa (S5 dan S7) untuk putra, S5 hingga S7 untuk putri, kemudian untuk tuna netra putri (S11 hingga S13).


Di samping itu, Dimin yang mantan pelatih Perkumpulan Renang (PR) Bina Taruna Purwokerto tersebut, mengatakan pesaing Indonesia di cabang ini sangat berat terutama Thailand dan Vietnam.


"Kalau Singapura untuk atlet difabel memang tidak terlalu kuat dibandingkan atlet yang berlaga pada SEA Games di Palembang beberapa waktu lalu," katanya.


Cabang olahraga renang pada ASEAN Paragames mendatang akan mempertandingkan 138 nomor putra dan putri, sedangkan Indonesia menyiapkan 38 perenang yang terdiri atas 28 putra dan 10 putri.


Sementara dari cabang atletik, Manajer Tim Indonesia, Slamet Widodo mengatakan, dirinya belum bisa memprediksi perkiraan perolehan medali emas karena sampai kini belum tahu persis nomor-nomor yang dipertandingkan.


"Saya dengar ada beberapa nomor pertandingan yang batal dimainkan karena tidak ada pesertanya. "Kalau kita sudah tahu tentunya bisa memprediksi berapa medali yang bisa kita dapatkan," katanya.


Tetapi yang jelas, kata dia, cabang ini diprediksi bisa menempati peringkat kedua perolehan medali emas setelah Thailand.


"Selain Thailand, kita bakal bersaing dengan atlet dari Malaysia dan Vietnam," katanya. (ant/mxm)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR