
Bola.net - Walau Timnas U-23 yang berlaga di SEA Games XXVI gagal menjadi juara, tetapi banyak hal positif yang didapatkan antara lain tim ini telah menjadi kerangka timnas masa depan Indonesia, kata Koordinator Port Numbay Persipura Mania Marcelino Ray Hababuk.
"Lupakan kekalahan dari Malaysia, yang terpenting adalah bagaimana Indonesia mempunyai kerangka tim nasional yang mantap ke depan," ucap Ray Hababuk di Jayapura, Selasa (22/11).
Dikatakannya, kalah-menang dalam olah raga merupakan hal yang biasa akan tetapi bukan saling menyalahkan ataupun terbebani dengan kekalahan. Hal yang terpenting adalah memetik sejumlah pelajaran dan pengalaman yang berharga.
"Kita jangan lihat dengan kaca mata yang sempit, kekalahan Timnas U-23 dari Malaysia merupakan pelajaran yang berharga dan semuanya ada hikmah di balik itu," katanya.
Dia mengemukakan, apa yang dilakukan oleh Darmawan selaku pelatih kepala Timnas U-23 yang berlaga di SEA Games XXVI patut diacungi jempol dan mendapatkan apresiasi yang baik.
RD mampu membentuk, meramu ataupun meracik sejumlah pemain muda yang memiliki sifat, sikap dan karakter yang berbeda ke dalam suatu tim, katanya.
"Lihat saja, RD bisa meramu pemain-pemain muda kita dalam satu kerangka tim yang mantap. Ada Titus Bonai dan Patrich Wanggai di depan, ada Andik dan Okto di sayap kiri/kanan, belum lagi ada bek kiri hasil naturalisasi Diego Michels, dan di bek kanan Hasan Kipuw," katanya.
Menurutnya, sejumlah pemain muda yang tergabung di Timnas U-23 ini menunjukkan progres yang baik dengan permainan sepak bola menyerang yang indah walau masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus dibenahi pada lini tengah dan belakang.
"Jika mereka tetap dipertahankan dalam sejumlah pertandingan internasional, saya pikir mereka akan menjadi pemain-pemain masa depan Indonesia," katanya.
Sebelumnya pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan mengaku gagal menjalankan tugas yang dibebankan yaitu merebut medali emas SEA Games 2011 setelah di final kalah dari Malaysia di Gelora Bung Karno Jakarta, Senin malam, dengan skor 4-5.
Dengan kekalahan ini Timnas Garuda Muda gagal merebut medali emas yang telah ditunggu-tunggu selama 20 tahun. Padahal peluang sudah di depan mata, apalagi pertandingan digelar di Tanah Air sendiri.
"Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegagalan ini. Yang jelas pemain telah berusaha maksimal meski banyak yang mengalami cedera," kata RD usai menerima medali.
"Yang terpenting adalah Timnas Indonesia perlahan-lahan mempunyai kerangka tim yang mantap untuk tiga hingga lima tahun mendatang," imbuh Hababuk. [initial]
SEA GAMES - Suporter Ingin Timnas U-23 Dipertahankan (ant/mac)
"Lupakan kekalahan dari Malaysia, yang terpenting adalah bagaimana Indonesia mempunyai kerangka tim nasional yang mantap ke depan," ucap Ray Hababuk di Jayapura, Selasa (22/11).
Dikatakannya, kalah-menang dalam olah raga merupakan hal yang biasa akan tetapi bukan saling menyalahkan ataupun terbebani dengan kekalahan. Hal yang terpenting adalah memetik sejumlah pelajaran dan pengalaman yang berharga.
"Kita jangan lihat dengan kaca mata yang sempit, kekalahan Timnas U-23 dari Malaysia merupakan pelajaran yang berharga dan semuanya ada hikmah di balik itu," katanya.
Dia mengemukakan, apa yang dilakukan oleh Darmawan selaku pelatih kepala Timnas U-23 yang berlaga di SEA Games XXVI patut diacungi jempol dan mendapatkan apresiasi yang baik.
RD mampu membentuk, meramu ataupun meracik sejumlah pemain muda yang memiliki sifat, sikap dan karakter yang berbeda ke dalam suatu tim, katanya.
"Lihat saja, RD bisa meramu pemain-pemain muda kita dalam satu kerangka tim yang mantap. Ada Titus Bonai dan Patrich Wanggai di depan, ada Andik dan Okto di sayap kiri/kanan, belum lagi ada bek kiri hasil naturalisasi Diego Michels, dan di bek kanan Hasan Kipuw," katanya.
Menurutnya, sejumlah pemain muda yang tergabung di Timnas U-23 ini menunjukkan progres yang baik dengan permainan sepak bola menyerang yang indah walau masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus dibenahi pada lini tengah dan belakang.
"Jika mereka tetap dipertahankan dalam sejumlah pertandingan internasional, saya pikir mereka akan menjadi pemain-pemain masa depan Indonesia," katanya.
Sebelumnya pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan mengaku gagal menjalankan tugas yang dibebankan yaitu merebut medali emas SEA Games 2011 setelah di final kalah dari Malaysia di Gelora Bung Karno Jakarta, Senin malam, dengan skor 4-5.
Dengan kekalahan ini Timnas Garuda Muda gagal merebut medali emas yang telah ditunggu-tunggu selama 20 tahun. Padahal peluang sudah di depan mata, apalagi pertandingan digelar di Tanah Air sendiri.
"Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegagalan ini. Yang jelas pemain telah berusaha maksimal meski banyak yang mengalami cedera," kata RD usai menerima medali.
"Yang terpenting adalah Timnas Indonesia perlahan-lahan mempunyai kerangka tim yang mantap untuk tiga hingga lima tahun mendatang," imbuh Hababuk. [initial]
SEA GAMES - Suporter Ingin Timnas U-23 Dipertahankan (ant/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09KBRI Manila Beri Perhatian Khusus Seputar SEA Games Filipina 2019
-
seagames2011 2 Desember 2011 01:01Paragames: Tim Catur Indonesia Targetkan 8 Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 21:48Polygon Beri Penghargaan Khusus Pada Penyumbang Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 13:00Rumput Jakabaring Belum Diperbaiki Usai SEA Games
-
seagames2011 29 November 2011 21:47Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames
-
seagames2011 29 November 2011 21:26ASEAN Paragames: Kontingen Timor Leste Datang Paling Awal
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 18:45Meneropong Prospek IHSG Setelah Anjlok ke 5.941
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/7691890/original/091576200_1780489599-260603-momen-dadan-dua-eks-petinggi-bgn-dijemput-kejagung-ada-yang-lagi-di-hotel-b1489e.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5444756/original/008958400_1765787451-Kemenimipas_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7690730/original/050847900_1780488058-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567145/original/081633300_1777267156-InShot_20260427_111821388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337077/original/061981400_1609327524-20201230-IHSG-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5347492/original/090553500_1757673525-Wamen_Imipas.jpeg)
