
Bola.net - Atlet senam artistik, Dewi Prahara, memutuskan pensiun setelah lima kali berlaga di ajang olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara, dan terakhir SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan.
"Sedih telah gagal memberikan yang terbaik bagi Indonesia, padahal saya bertekad pada SEA Games terakhir ini dapat meraih medali emas. Tapi, apa daya hanya mendapatkan perak untuk alat meja lompat," ujar Dewi di Palembang, Sabtu.
Gadis kelahiran Riau, 29 Maret 1985 itu, mengaku sudah saatnya untuk mundur, dan memberikan kesempatan kepada para junior untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga senam itu.
"Sebenarnya rencana mundur sudah ada setelah tahun 2007, tapi karena masih dibutuhkan Indonesia untuk motivasi dan penyemangat atlet muda, niat itu pun dibatalkan. Setelah SEA Games ke-26 di Indonesia ini, saya merasa inilah saatnya yang tepat untuk mundur," kata dia.
Dia melanjutkan, keputusan itu menurutnya sangat tepat, mengingat atlet-atlet junior dinilai telah cukup matang untuk menggantikannya.
"Meskipun mereka masih muda-muda, tapi saya yakin beberapa tahun ke depan akan muncul juara baru," ujar dia.
Nama Dewi Prahara tidak asing pada cabang olah raga senam artistik, karena menjadi atlet yang langganan meraih medali pada ajang SEA Games.
Seusai SEA Games ini, Dewi mengungkapkan bahwa ia akan kembali ke Surabaya, untuk menyelesaikan kuliah di Universitas Negeri Surabaya yang beberapa kali sempat terhenti karena bergabung dalam pemusatan latihan nasional.
"Tinggal sedikit lagi selesai, mudah-mudahan tahun depan sudah dapat gelar sarjana untuk Jurusan Kepelatihan Olahraga," kata dia pula.
Meskipun memutuskan pensiun tapi Dewi tidak akan benar-benar meninggalkan dunia senam.
Dia mengaku, telah memiliki sebuah klub senam artistik di Surabaya yang akan memberdayakannya sebagai pelatih.
"Saya akan menjadi pelatih dan keseharian saya akan banyak dihabiskan untuk kegiatan ini. Saya memilih mengajar kelompok anak-anak, agar bisa mengajarkan dasar-dasar senam," kata dia.
Dewi mulai menggeluti senam sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Sejak itu, telah lima kali SEA Games diikutinya.
Prestasi terbaiknya tercatat saat meraih medali emas pada SEA Games tahun 2003, dan medali emas PON tahun 2008. (ant/jef)
"Sedih telah gagal memberikan yang terbaik bagi Indonesia, padahal saya bertekad pada SEA Games terakhir ini dapat meraih medali emas. Tapi, apa daya hanya mendapatkan perak untuk alat meja lompat," ujar Dewi di Palembang, Sabtu.
Gadis kelahiran Riau, 29 Maret 1985 itu, mengaku sudah saatnya untuk mundur, dan memberikan kesempatan kepada para junior untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga senam itu.
"Sebenarnya rencana mundur sudah ada setelah tahun 2007, tapi karena masih dibutuhkan Indonesia untuk motivasi dan penyemangat atlet muda, niat itu pun dibatalkan. Setelah SEA Games ke-26 di Indonesia ini, saya merasa inilah saatnya yang tepat untuk mundur," kata dia.
Dia melanjutkan, keputusan itu menurutnya sangat tepat, mengingat atlet-atlet junior dinilai telah cukup matang untuk menggantikannya.
"Meskipun mereka masih muda-muda, tapi saya yakin beberapa tahun ke depan akan muncul juara baru," ujar dia.
Nama Dewi Prahara tidak asing pada cabang olah raga senam artistik, karena menjadi atlet yang langganan meraih medali pada ajang SEA Games.
Seusai SEA Games ini, Dewi mengungkapkan bahwa ia akan kembali ke Surabaya, untuk menyelesaikan kuliah di Universitas Negeri Surabaya yang beberapa kali sempat terhenti karena bergabung dalam pemusatan latihan nasional.
"Tinggal sedikit lagi selesai, mudah-mudahan tahun depan sudah dapat gelar sarjana untuk Jurusan Kepelatihan Olahraga," kata dia pula.
Meskipun memutuskan pensiun tapi Dewi tidak akan benar-benar meninggalkan dunia senam.
Dia mengaku, telah memiliki sebuah klub senam artistik di Surabaya yang akan memberdayakannya sebagai pelatih.
"Saya akan menjadi pelatih dan keseharian saya akan banyak dihabiskan untuk kegiatan ini. Saya memilih mengajar kelompok anak-anak, agar bisa mengajarkan dasar-dasar senam," kata dia.
Dewi mulai menggeluti senam sejak kelas 3 Sekolah Dasar. Sejak itu, telah lima kali SEA Games diikutinya.
Prestasi terbaiknya tercatat saat meraih medali emas pada SEA Games tahun 2003, dan medali emas PON tahun 2008. (ant/jef)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09KBRI Manila Beri Perhatian Khusus Seputar SEA Games Filipina 2019
-
seagames2011 2 Desember 2011 01:01Paragames: Tim Catur Indonesia Targetkan 8 Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 21:48Polygon Beri Penghargaan Khusus Pada Penyumbang Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 13:00Rumput Jakabaring Belum Diperbaiki Usai SEA Games
-
seagames2011 29 November 2011 21:47Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames
-
seagames2011 29 November 2011 21:26ASEAN Paragames: Kontingen Timor Leste Datang Paling Awal
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 21:30Ada Tilang Manual di Operasi Patuh Jaya, Simak Sasarannya
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694852/original/038402100_1780492891-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7632888/original/091705200_1780421506-IMG-20260602-WA0042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3188079/original/061603500_1595483842-20200723-Operasi-Patuh-Jaya-2020-di-Jalan-Letjen-Suprapto-Jakpus-FANANI-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554271/original/056398400_1776064966-WhatsApp_Image_2026-04-13_at_14.16.52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694253/original/097513700_1780492245-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_19.54.26.jpeg)
