
Bola.net - Dua petenis meja Singapura Feng Tian Wei dan Gao Ning masing-masing merebut medali emas nomor tunggal putri dan tunggal putra SEA Games XXVI di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Rabu malam.
Pada final yang mempertemukan sesama pemain Singapura itu, tunggal putri Feng Tian mengalahkan Liyun Isabelle 4-0, sementara pada final tunggal putra Gao Ning menundukkan Yang Zi juga dengan 4-0.
"Kami bermain segenap kemampuan dan tidak ada instruksi untuk mengalah," kata Gao setelah memenangi pertandingan dengan skor 11-6, 11-9, 12-10 dan 11-8.
Gao yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa ia telah mengenal karakter permainan lawannya.
Petenis meja peringkat 18 dunia itu banyak mendapat poin dari pukulan spin terarah yang keras ke sisi kiri lawan. Gao juga memiliki servis bagus sehingga bola kembalian lawan seringkali menjadi kartu as baginya untuk mendapatkan poin.
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 400-an penonton itu, tidak banyak terjadi reli-reli serta adu pukulan spin. Beberapa kali sempat terjadi reli namun diakhiri dengan pengembalian Yang Zi yang terlalu melebar hingga menjadikan poin bagi Gao.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Ficky Supit Santoso setelah pada semifinal menyerah dari Yang Zi dengan skor 2-4. Meski ia berkali-kali mampu melakukan serangan mematikan baik menggunakan spin kiri maupun kanan yang sama baiknya tapi lawan yang dihadapi masih terlalu tangguh untuknya.
Putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, juga memiliki servis yang baik dan sering kali mampu meraih poin dari serangan atas pengembalian bola lawan.
Kekalahan Ficky banyak diakibatkan ketidakmampuannya meladeni adu spin dari Yang Zi yang bertubuh tinggi besar dan lebih bertenaga serta lincah.
Perunggu lain didapat petenis meja Vietnam Tran T Q setelah pada semifinal kalah dari Gao Ning dengan skor 4-1.
Pada final tunggal putri yang juga mempertemukan sesama pemain Singapura, Feng Tian Wei yang berperingkat empat dunia membungkam ambisi Liyun Isabelle dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan itu Feng banyak mendapat poin dari bola bola kontranya yang matang dengan penempatan jitu sehingga akhirnya Liyun mati langkah, bola nyangkut atau pengembaliannya melebar melewati meja.
Feng juga banyak meraih angka dari pukulan spinnya yang gagal dikembalikan lawan. Liyun sebenarnya juga memberikan perlawanan hebat terbukti dengan berkali-kali serangannya bisa menghasilkan poin tapi tidak sampai menutup set.
Medali perunggu diraih Christine Ferliana dari Indonesia yang pada semifinal kalah dari Feng 1-3 dan juga diraih My Tranh dari Myanmar yang pada semifinal dikalahkan Si Yun 1-3.
(ant/lex)
Pada final yang mempertemukan sesama pemain Singapura itu, tunggal putri Feng Tian mengalahkan Liyun Isabelle 4-0, sementara pada final tunggal putra Gao Ning menundukkan Yang Zi juga dengan 4-0.
"Kami bermain segenap kemampuan dan tidak ada instruksi untuk mengalah," kata Gao setelah memenangi pertandingan dengan skor 11-6, 11-9, 12-10 dan 11-8.
Gao yang kini berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa ia telah mengenal karakter permainan lawannya.
Petenis meja peringkat 18 dunia itu banyak mendapat poin dari pukulan spin terarah yang keras ke sisi kiri lawan. Gao juga memiliki servis bagus sehingga bola kembalian lawan seringkali menjadi kartu as baginya untuk mendapatkan poin.
Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 400-an penonton itu, tidak banyak terjadi reli-reli serta adu pukulan spin. Beberapa kali sempat terjadi reli namun diakhiri dengan pengembalian Yang Zi yang terlalu melebar hingga menjadikan poin bagi Gao.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Ficky Supit Santoso setelah pada semifinal menyerah dari Yang Zi dengan skor 2-4. Meski ia berkali-kali mampu melakukan serangan mematikan baik menggunakan spin kiri maupun kanan yang sama baiknya tapi lawan yang dihadapi masih terlalu tangguh untuknya.
Putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, juga memiliki servis yang baik dan sering kali mampu meraih poin dari serangan atas pengembalian bola lawan.
Kekalahan Ficky banyak diakibatkan ketidakmampuannya meladeni adu spin dari Yang Zi yang bertubuh tinggi besar dan lebih bertenaga serta lincah.
Perunggu lain didapat petenis meja Vietnam Tran T Q setelah pada semifinal kalah dari Gao Ning dengan skor 4-1.
Pada final tunggal putri yang juga mempertemukan sesama pemain Singapura, Feng Tian Wei yang berperingkat empat dunia membungkam ambisi Liyun Isabelle dengan skor telak 4-0.
Dalam pertandingan itu Feng banyak mendapat poin dari bola bola kontranya yang matang dengan penempatan jitu sehingga akhirnya Liyun mati langkah, bola nyangkut atau pengembaliannya melebar melewati meja.
Feng juga banyak meraih angka dari pukulan spinnya yang gagal dikembalikan lawan. Liyun sebenarnya juga memberikan perlawanan hebat terbukti dengan berkali-kali serangannya bisa menghasilkan poin tapi tidak sampai menutup set.
Medali perunggu diraih Christine Ferliana dari Indonesia yang pada semifinal kalah dari Feng 1-3 dan juga diraih My Tranh dari Myanmar yang pada semifinal dikalahkan Si Yun 1-3.
(ant/lex)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 11 September 2026 23:51Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
-
Liga Spanyol 11 September 2026 23:11Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
-
Bola Indonesia 11 September 2026 22:36Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
-
Bola Indonesia 11 September 2026 21:50Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
-
Bola Indonesia 11 September 2026 21:14Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
-
Liga Spanyol 11 September 2026 21:10Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09KBRI Manila Beri Perhatian Khusus Seputar SEA Games Filipina 2019
-
seagames2011 2 Desember 2011 01:01Paragames: Tim Catur Indonesia Targetkan 8 Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 21:48Polygon Beri Penghargaan Khusus Pada Penyumbang Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 13:00Rumput Jakabaring Belum Diperbaiki Usai SEA Games
-
seagames2011 29 November 2011 21:47Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames
-
seagames2011 29 November 2011 21:26ASEAN Paragames: Kontingen Timor Leste Datang Paling Awal
SOROT
-
Liputan6 12 September 2026 00:58Nyala Lilin dan Harapan untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
Liputan6 12 September 2026 00:52Makam Warga Jadi Rawa Limbah, Akses TPA Cikundul Diblokir
-
Liputan6 12 September 2026 00:40Mobil Mahasiswa Ditinggal Beli Jus Dibobol, Barang Rp 11 Juta Raib
-
Liputan6 12 September 2026 00:33Sempat Digeruduk Massa, Pengasuh Pesantren di Pati Ditahan Polisi
-
Liputan6 12 September 2026 00:12Jejak Pengabdian Wili di Papua Berakhir di Peluru KKB
-
Liputan6 11 September 2026 23:48Usai Santap MBG, Siswa Lombok Tengah Alami Sesak hingga Pingsan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346490/original/051079400_1789149545-455247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346483/original/048811000_1789149137-454956.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346480/original/072821100_1789148478-454531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346478/original/048827500_1789148029-IMG-20260911-WA0056.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346470/original/069212400_1789146731-426384.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346468/original/098986900_1789145333-Screenshot_2026-09-11_234527.jpg)
