
Bola.net - Tim bola voli putri Indonesia merebut medali perunggu di SEA Games XXVI setelah mengalahkan Myanmar 3-1 (25-19, 17-25, 25-16, dan 25-13) di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Minggu (20/11).
"Kami bersyukur karena masih bisa mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia," kata pelatih tim bola voli putri Indonesia Victor Laiyan usai pertandingan.
Menurut dia, secara keseluruhan permainan tim bola voli putri Indonesia sudah cukup baik, meskipun sebagian besar pemain tidak mampu bermain dengan lepas karena terbebani target untuk meraih kemenangan.
"Justru atlet Myanmar bisa bermain lebih bagus dibanding saat menghadapi Indonesia di babak penyisihan. Dalam pertandingan ini, mereka bermain tanpa beban, sehingga bisa mengambil set kedua," kata Victor.
Pada pertandingan set pertama, tim Myanmar mampu terlebih dulu unggul 3-1 atas Indonesia meskipun kemudian tim tuan rumah mampu unggul cukup jauh 8-5.
Di pertengahan set pertama, tim putri Indonesia bahkan mampu meraih setidaknya lima angka melalui servis yang dilakukan Gunarti Indahyani sehingga semakin jauh meninggalkan Myanmar 17-7.
Namun, menjelang akhir pertandingan saat Indonesia hanya membutuhkan tiga angka untuk menang, tim lawan justru bisa bangkit mengejar ketertinggalan dengan menambah tiga angka.
Smash Amalia Fajrina memastikan Indonesia meraih set poin pertama, dan kesalahan yang dilakukan Myanmar membawa tim Indonesia unggul.
Memasuki set kedua, Myanmar yang tampil tenang mampu unggul sejak awal pertandingan, dan Victor kemudian memilih mengganti tosser dari Indah menjadi Maya Puspita. Namun, pergantian tosser dan sejumlah pemain lain itu belum mampu membawa perubahan di kubu tuan rumah.
"Di set kedua ini, permainan anak-anak tidak terkontrol. Servis, passing dan blok bisa dibilang berantakan. Anak-anak bermain terburu-buru," kata Victor.
Namun, dengan dukungan dari sekitar 5.000 penonton yang memadati Palembang Sport and Convention Center (PSCC), pemain Indonesia perlahan-lahan mampu menemukan irama permainannya pada set ketiga dan keempat.
Di kedua set terakhir tersebut, Indonesia selalu unggul dalam pengumpulan angka. Servis Amalia saat game poin yang tidak dapat dikembalikan secara sempurna oleh pemain-pemain Myanmar pun membawa Indonesia memastikan medali perunggu.
Raihan perunggu pada SEA Games 2011 tersebut sama dengan hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games 2009 di Laos.
Hasil tersebut tidak sesuai dengan harapan PBVSI yang menargetkan tim putri Indonesia mampu meraih perak.
Sementara itu, pertandingan perebutan medali emas bola voli putri masih berlangsung yaitu antara Thailand melawan Vietnam (U.E013/B/Z002/Z002) (ant/rev)
"Kami bersyukur karena masih bisa mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia," kata pelatih tim bola voli putri Indonesia Victor Laiyan usai pertandingan.
Menurut dia, secara keseluruhan permainan tim bola voli putri Indonesia sudah cukup baik, meskipun sebagian besar pemain tidak mampu bermain dengan lepas karena terbebani target untuk meraih kemenangan.
"Justru atlet Myanmar bisa bermain lebih bagus dibanding saat menghadapi Indonesia di babak penyisihan. Dalam pertandingan ini, mereka bermain tanpa beban, sehingga bisa mengambil set kedua," kata Victor.
Pada pertandingan set pertama, tim Myanmar mampu terlebih dulu unggul 3-1 atas Indonesia meskipun kemudian tim tuan rumah mampu unggul cukup jauh 8-5.
Di pertengahan set pertama, tim putri Indonesia bahkan mampu meraih setidaknya lima angka melalui servis yang dilakukan Gunarti Indahyani sehingga semakin jauh meninggalkan Myanmar 17-7.
Namun, menjelang akhir pertandingan saat Indonesia hanya membutuhkan tiga angka untuk menang, tim lawan justru bisa bangkit mengejar ketertinggalan dengan menambah tiga angka.
Smash Amalia Fajrina memastikan Indonesia meraih set poin pertama, dan kesalahan yang dilakukan Myanmar membawa tim Indonesia unggul.
Memasuki set kedua, Myanmar yang tampil tenang mampu unggul sejak awal pertandingan, dan Victor kemudian memilih mengganti tosser dari Indah menjadi Maya Puspita. Namun, pergantian tosser dan sejumlah pemain lain itu belum mampu membawa perubahan di kubu tuan rumah.
"Di set kedua ini, permainan anak-anak tidak terkontrol. Servis, passing dan blok bisa dibilang berantakan. Anak-anak bermain terburu-buru," kata Victor.
Namun, dengan dukungan dari sekitar 5.000 penonton yang memadati Palembang Sport and Convention Center (PSCC), pemain Indonesia perlahan-lahan mampu menemukan irama permainannya pada set ketiga dan keempat.
Di kedua set terakhir tersebut, Indonesia selalu unggul dalam pengumpulan angka. Servis Amalia saat game poin yang tidak dapat dikembalikan secara sempurna oleh pemain-pemain Myanmar pun membawa Indonesia memastikan medali perunggu.
Raihan perunggu pada SEA Games 2011 tersebut sama dengan hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games 2009 di Laos.
Hasil tersebut tidak sesuai dengan harapan PBVSI yang menargetkan tim putri Indonesia mampu meraih perak.
Sementara itu, pertandingan perebutan medali emas bola voli putri masih berlangsung yaitu antara Thailand melawan Vietnam (U.E013/B/Z002/Z002) (ant/rev)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09KBRI Manila Beri Perhatian Khusus Seputar SEA Games Filipina 2019
-
seagames2011 2 Desember 2011 01:01Paragames: Tim Catur Indonesia Targetkan 8 Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 21:48Polygon Beri Penghargaan Khusus Pada Penyumbang Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 13:00Rumput Jakabaring Belum Diperbaiki Usai SEA Games
-
seagames2011 29 November 2011 21:47Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames
-
seagames2011 29 November 2011 21:26ASEAN Paragames: Kontingen Timor Leste Datang Paling Awal
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 19:45Ada Pesan Sang Ayah di Balik Keputusan Prabowo Copot 3 Pimpinan BGN
-
Liputan6 3 Juni 2026 19:39Prabowo Usai Copot 3 Pimpinan BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694852/original/038402100_1780492891-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_20.16.45.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7694253/original/097513700_1780492245-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_19.54.26.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7692805/original/025039900_1780490478-unnamed__16_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7521598/original/080834400_1780294430-IMG-20260601-WA0042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211808/original/089818800_1746597140-20250507-Prabowo-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/7691890/original/091576200_1780489599-260603-momen-dadan-dua-eks-petinggi-bgn-dijemput-kejagung-ada-yang-lagi-di-hotel-b1489e.jpg)
