
Bola.net - Moria Manalu, salah satu atlet yang berhasil mengharumkan Merah Putih dari cabang wushu, mengenang Amos Panjaitan sebagai sosok orang yang paling berjasa setelah dia berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games XXVI/2011.
"Sesaat saya mengenang dia sebagai orang yang paling berjasa. Dia lah orang yang pertama kali mengajak dan melatih saya aktif di cabang ini," ujar Moria Manalu setelah laga final kelas 60 kilogram putri di Stadion Tennis Indoor Senayan Jakarta, Senin (21/11).
Amos Panjaitan yang telah tiada, dipandangnya sebagai sosok yang paling berarti bagi atlet kelahiran 30 September 1987 ini setelah berhasil meraih medali emas dan di final menaklukkan Pei Pin Tang dari Malaysia dengan skor mutlak 2-0.
Dalam laga itu, Moria dinyatakan menang absolut atas Pei Pin Tang dan berhasil memukul jatuh lawan sampai tiga kali dalam pertarungan dua ronde.
Hal lain yang turut memotivasi keberhasilan atlet asal DKI Jakarta ini adalah kehadiran ayahnya Suwandy Manalu yang secara khusus datang langsung dari Medan meskipun dalam kondisi kurang sehat.
Sedangkan ibunya, Olide Aritonang meninggal dunia ketika ia berlatih ke China saat mempersiapkan diri tampil ke PON Kaltim pada tahun 2008 lalu.
Atlet bertinggi badan 157/52 kilogram yang memulai belajar wushu sejak usia SMP pada September 2006 di bawah naungan Sasana Naga Mas di bilangan Cipayung Jakarta Timur ini mengaku sempat meninggalkan olahraga beladiri saat memasuki usia Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Saat memasuki SMA saya sempat aktif di cabang bolabasket, tapi setelah itu kembali lagi ke wushu. Setelah saya diikutsertakan dalam latihan ke Beijing pada tahun lalu, saya semakin percaya diri," ujar mahasiswi semester V di Fakultas Konsentrasi Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Jakarta ini.
Pada PON XVIII/2012 mendatang di Riau, Moria Manalu akan tampil membela DKI Jakarta dan masuk kategori kelas 56 kilogram karena kelas 60 kilogram belum dipertandingkan di Indonesia. (ant/rev)
"Sesaat saya mengenang dia sebagai orang yang paling berjasa. Dia lah orang yang pertama kali mengajak dan melatih saya aktif di cabang ini," ujar Moria Manalu setelah laga final kelas 60 kilogram putri di Stadion Tennis Indoor Senayan Jakarta, Senin (21/11).
Amos Panjaitan yang telah tiada, dipandangnya sebagai sosok yang paling berarti bagi atlet kelahiran 30 September 1987 ini setelah berhasil meraih medali emas dan di final menaklukkan Pei Pin Tang dari Malaysia dengan skor mutlak 2-0.
Dalam laga itu, Moria dinyatakan menang absolut atas Pei Pin Tang dan berhasil memukul jatuh lawan sampai tiga kali dalam pertarungan dua ronde.
Hal lain yang turut memotivasi keberhasilan atlet asal DKI Jakarta ini adalah kehadiran ayahnya Suwandy Manalu yang secara khusus datang langsung dari Medan meskipun dalam kondisi kurang sehat.
Sedangkan ibunya, Olide Aritonang meninggal dunia ketika ia berlatih ke China saat mempersiapkan diri tampil ke PON Kaltim pada tahun 2008 lalu.
Atlet bertinggi badan 157/52 kilogram yang memulai belajar wushu sejak usia SMP pada September 2006 di bawah naungan Sasana Naga Mas di bilangan Cipayung Jakarta Timur ini mengaku sempat meninggalkan olahraga beladiri saat memasuki usia Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Saat memasuki SMA saya sempat aktif di cabang bolabasket, tapi setelah itu kembali lagi ke wushu. Setelah saya diikutsertakan dalam latihan ke Beijing pada tahun lalu, saya semakin percaya diri," ujar mahasiswi semester V di Fakultas Konsentrasi Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Jakarta ini.
Pada PON XVIII/2012 mendatang di Riau, Moria Manalu akan tampil membela DKI Jakarta dan masuk kategori kelas 56 kilogram karena kelas 60 kilogram belum dipertandingkan di Indonesia. (ant/rev)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 3 Juni 2026 17:05Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot
BERITA LAINNYA
-
seagames2011 26 November 2019 17:09KBRI Manila Beri Perhatian Khusus Seputar SEA Games Filipina 2019
-
seagames2011 2 Desember 2011 01:01Paragames: Tim Catur Indonesia Targetkan 8 Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 21:48Polygon Beri Penghargaan Khusus Pada Penyumbang Emas
-
seagames2011 1 Desember 2011 13:00Rumput Jakabaring Belum Diperbaiki Usai SEA Games
-
seagames2011 29 November 2011 21:47Renang: Indonesia Incar 35 Emas di ASEAN Paragames
-
seagames2011 29 November 2011 21:26ASEAN Paragames: Kontingen Timor Leste Datang Paling Awal
SOROT
-
Liputan6 3 Juni 2026 18:45Meneropong Prospek IHSG Setelah Anjlok ke 5.941
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...












:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/7691890/original/091576200_1780489599-260603-momen-dadan-dua-eks-petinggi-bgn-dijemput-kejagung-ada-yang-lagi-di-hotel-b1489e.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5444756/original/008958400_1765787451-Kemenimipas_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7690730/original/050847900_1780488058-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567145/original/081633300_1777267156-InShot_20260427_111821388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3337077/original/061981400_1609327524-20201230-IHSG-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5347492/original/090553500_1757673525-Wamen_Imipas.jpeg)
