Akhirnya Bicara! Mbappe Bongkar Isi Telepon Terakhir dengan Xabi Alonso, Begini Isinya

Akhirnya Bicara! Mbappe Bongkar Isi Telepon Terakhir dengan Xabi Alonso, Begini Isinya
Momen ketika Xabi Alonso berbicara dengan Kylian Mbappe di laga Piala Dunia Antarklub, 1 Juli 2025 lalu. (c) AP Photo/Lynne Sladky, File

Bola.net - Kylian Mbappe akhirnya buka suara terkait drama pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid. Bintang Timnas Prancis itu membantah keras isu keretakan hubungan di antara mereka.

Mbappe justru pasang badan membela rekam jejak mantan pelatihnya. Menurutnya, narasi bahwa Alonso gagal di Bernabeu adalah kesalahan besar.

Penyerang lincah ini bahkan langsung menghubungi Alonso begitu kabar pemecatan menyeruak. Ia menunjukkan respek tinggi meski kerja sama mereka berakhir singkat.

Kini, Mbappe meminta semua pihak berhenti menyebar rumor palsu. Ia menegaskan loyalitasnya pada klub dan siap mendukung pelatih baru, Alvaro Arbeloa.

1 dari 4 halaman

Bantah Alonso Gagal, Puji Obsesi Taktik

Bantah Alonso Gagal, Puji Obsesi Taktik

Xabi Alonso saat final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Mbappe merasa perlu meluruskan persepsi publik soal kinerja Alonso. Ia menilai pelatih asal Spanyol itu belum sepenuhnya diberi waktu.

Faktanya, Alonso pergi saat peluang juara di berbagai kompetisi masih terbuka lebar. Satu-satunya trofi yang lepas di tangannya hanyalah Piala Super Spanyol.

"Mengatakan bahwa Xabi Alonso tidak sukses di Real Madrid itu tidak benar. Dia pergi sebelum semua gelar diputuskan," tegas Mbappe.

Mbappe justru memuji filosofi sepak bola Alonso. Ia melihat potensi besar dalam diri mantan pelatih Bayer Leverkusen.

"Bagi saya, dia akan menjadi pelatih yang fantastis. Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengannya," ujar eks pemain PSG itu.

Visi bermain Alonso dinilai sangat modern dan mendetail.

"Saya mendoakan yang terbaik untuknya karena saya suka cara dia memandang permainan. Dia pelatih yang terobsesi dengan permainan dan detail," pujinya.

Pertandingan Selanjutnya
UEFA Champions League UEFA Champions League | 21 Januari 2026
Real Madrid Real Madrid
03:00 WIB
AS Monaco AS Monaco
2 dari 4 halaman

Telepon Langsung Saat Kabar Perpisahan Datang

Telepon Langsung Saat Kabar Perpisahan Datang

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe saat konferensi pers sebelum laga melawan AS Monaco di Liga Champions. (c) dok.Real Madrid FC/Antonio Villalba

Hubungan personal Mbappe dan Alonso ternyata cukup dekat. Mbappe tidak tinggal diam saat manajemen mengetok palu pemecatan.

Ia langsung menelepon Alonso untuk memberikan dukungan moral di hari yang berat itu.

"Saya berbicara dengannya pada hari berita itu muncul. Kami berbicara tentang kehidupan dan apa yang akan terjadi selanjutnya," ungkap Mbappe.

Mbappe menyadari kejamnya industri sepak bola. Namun, respek antar profesional harus tetap dijaga.

"Saya ingin mendukungnya karena tidak pernah mudah ketika hal-hal seperti ini terjadi," katanya.

"Bukan tanggung jawab saya untuk mengatakan apakah itu adil atau tidak. Tapi begitulah dunia sepak bola, dan saya harus move on," tambahnya bijak.

3 dari 4 halaman

Muak dengan Rumor Palsu

Selama ini beredar kabar miring soal ketegangan di ruang ganti. Media, terutama dari Prancis, kerap memberitakan isu negatif antara Mbappe dan staf pelatih.

Mbappe mengaku muak dengan berita bohong yang memengaruhi opini fans. Ia menyebut banyak hal yang diberitakan sama sekali tidak benar.

"Saya tidak akan pura-pura bodoh. Tentu saja, banyak hal terjadi. Banyak hal dikatakan yang pada akhirnya tidak benar," keluh Mbappe.

Menurutnya, fans Madrid sering termakan isu yang digoreng media. Hal inilah yang memicu siulan dan cemoohan di stadion.

"Mereka (fans) di rumah mendengarkan jurnalis yang mengatakan hal-hal yang benar dan yang lain salah," jelasnya.

"Terkadang, ketika itu salah, itu buruk bagi kami karena mereka mempercayainya dan datang ke sini dengan ide-ide itu di kepala mereka," sambungnya.

4 dari 4 halaman

Fokus Dukung Arbeloa

Kini nasi sudah menjadi bubur. Keputusan klub adalah mutlak dan Mbappe mengajak seluruh skuad untuk bersatu di bawah komando Alvaro Arbeloa.

Transisi kepelatihan ini diharapkan bisa membawa angin segar bagi Los Blancos.

"Sekarang ada pelatih baru, dan kami harus mendukungnya. Kami akan memberikan segalanya untuk memastikan segalanya berjalan baik bagi Arbeloa dan Real Madrid," janji Mbappe.

Fokus utama tim saat ini adalah mengembalikan kepercayaan Madridista. Mbappe siap bertarung habis-habisan di Liga Champions demi lambang di dada.

"Tugas kami adalah melakukan pekerjaan hebat untuk membangun kembali keluarga besar Real Madrid," pungkasnya.