FOLLOW US:


Evolusi Real Madrid: Dari Krisis Jadi Trofi, Zinedine Zidane Pantas Dipuji

14-01-2020 07:00

 | Richard Andreas

Evolusi Real Madrid: Dari Krisis Jadi Trofi, Zinedine Zidane Pantas Dipuji
Real Madrid © AP Photo

Bola.net - Belum lama lalu, kembalinya Zinedine Zidane ke Real Madrid diyakini bakal gagal. Namun, tiga bulan kemudian, Los Blancos berhasil melewati krisis untuk meraih trofi resmi pertama mereka musim ini.

Senin (13/1/2020), Madrid menjuarai Supercopa de Espana usai mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti 4-1 (0-0). Trofi ini menegaskan kualitas Zidane yang belum pernah kalah pada sembilan final yang dia hadapi.

Zidane telah menemukan pola permainan yang cocok untuk pemain-pemain yang sekarang dan hasil-hasil pertandingan membuktikan itu. Dia tidak pernah meragukan cara kerjanya, meski Madrid sempat menghadapi malam buruk kontra PSG dan Club Brugge di Liga Champions.

Dikutip dari Marca, baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Nyaris Dipecat

Saking buruknya situasi Madrid di awal musim lalu, bahkan muncul gagasan bahwa jika tidak ada gol Toni Kroos di Istanbul maka Zidane mungkin tidak akan lagi dipercaya jadi pelatih ketika Supercopa dimainkan di Jeddah.

Kemenangan di babak adu penalti kemarin mempersembahkan trofi ke-26 di era Florentino Perez sebagai presiden Madrid. Perlu diingat, ZIdane menyumbang 10 dari koleksi trofi tersebut sebagai pelatih.

Mengalahkan Atletico Madrid dan Valencia di Arab Saudi bakal mendongkrak kepercayaan Madrid ketika kembali ke Spanyol. Mereka bakal menghadapi tantangan berat di tengah jadwal padat La Liga, juga duel menantang kontra Manchester City di Liga Champions.

2 dari 2

Bermain Tenang

Biar begitu, saat ini klub dan para pemain tengah melangkah dalam momen yang tenang, semua berkat trofi itu. Mereka belum pernah kalah sejak akhir Oktober 2018 lalu, melewati 16 pertandingan di semua kompetisi tanpa kekalahan.

Gaya bermain Madrid pun sudah cukup jelas, pertahanan mereka bekembang, dan tidak ada lagi sisa rasa krisis yang sempat menggantung di langit-langit Santiago Bernabeu sejak kepergian Zidane dua tahun lalu.

Alih-alilh, krisis itu telah digantikan dengan rasa percaya diri dan perkembangan. Supercopa ini adalah buah manis pertama perkembangan Zidane dan pemain-pemainnya.

Sumber: Marca