FOLLOW US:


Gelar yang Buktikan Real Madrid Sudah 'Move On' dari Cristiano Ronaldo

23-07-2020 06:45

 | Richard Andreas

Gelar yang Buktikan Real Madrid Sudah 'Move On' dari Cristiano Ronaldo
Real Madrid juara La Liga 2019-2020. © AP Photo

Bola.net - Gelar La Liga 2019/20 ini terasa istimewa bagi Real Madrid. Bukan hanya karena mereka berhasil mengalahkan Barcelona, tapi juga sebagai pembuktian bahwa Madrid bisa jadi juara tanpa perlu mengandalkan satu megabintang.

Ya, ini merupakan gelar La Liga pertama Madrid pasca ditinggal pemain terbaik mereka, Cristiano Ronaldo. Lagi-lagi Zinedine Zidane yang ada di balik kemudi pelatih, menuntun tim melewati musim panjang yang sulit.

Madrid tidak sempurna musim ini, tapi bisa melewati setiap rintangan untuk jadi juara. Karena itulah gelar ini begitu spesial, khususnya karena musim berjalan aneh akibat pandemi virus corona.

Selain itu, di mata gelandang senior Madrid, Luka Modric, gelar ini adalah cara Madrid membantah tudingan bahwa ambisi mereka sudah habis. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Keyakinan Skuad

Bertahun-tahun, ambisi Ronaldo adalah salah satu energi ekstra yang membuat Madrid tampil lebih baik, fakta ini tidak bisa dibantah. Namun, Modric yakin bahwa Madrid yang sekarang lebih menyatu sebagai tim, gelar inilah buktinya.

"Tidak perlu membahas betapa pentingnya Cristiano bagi Real Madrid," katanya kepada Marca.

"Tetapi saya harus mengatakan bahwa kami tidak kewalahan oleh fakta bahwa dia tidak lagi ada di sini, membantah dugaan bahwa kami tidak bisa menjaga ambisi yang sama besarnya."

"Kami yakin bahwa kami akan terus menang tanpa dia."

2 dari 2

Pembuktian Zidane

Untuk gelar musim ini, Modric percaya Zinedine Zidane pantas mendapatkan pujian. Skuad Madrid dipenuhi pemain bintang di setiap posisi, tapi Zidane bisa mengelolanya dengan sangat baik.

"Zidane sekali lagi membuktikan bahwa dia pria hebat. Dia meyakinkan dan dia sudah sangat tepat dalam pendekatan kepada pemain," lanjut Modric.

"Akan selalu ada pemain yang bermain tidak sebanyak yang mereka inginkan, mereka tidak bahagia, itu masuk akal. Namun, pelatih bisa melakukan pendekatan yang tepat dan membuat semua merasa sebagai bagian dari tim dan menerimanya."

"Di ruang ganti, semuanya baik. Tidak ada pemain yang mencari-cari masalah, tidak ada pemain yang jadi masalah," tandasnya.

Sumber: Marca