
Bola.net - Ada tiga klub baru yang akan meramaikan La Liga 2020/21 mendatang: SD Huesca, Cadiz, dan Elche. Ketiganya punya potensi yang patut diwaspadai.
Ketiganya akan menggantikan Leganes, Espanyol, dan Mallorca yang harus turun kasta. Meski masih harus memperkuat tim, baik Huesca, Cadiz, maupun Elche diyakini siap memberikan kejutan ketika musim baru dimulai, 12 September 2020 nanti.
Betapa tidak, beberapa musim terakhir, tim yang promosi dari kasta kedua menuju La Liga terbukti bisa tampil apik. Dan tiga tim anyar di atas punya jajaran pemain pelatih, dan struktur yang mampu bersaing di kasta tertinggi.
Menukil La Liga, kali ini Bola.net membagikan profil tiga tim baru tersebut. Siapa mereka? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Huesca
Hueca merayakan promosi ke La Liga 2020/21. (c) AP Photo
Peningkatan performa di akhir musim membawa SD Huesca kepada gelar LaLiga Smartbank 2019/20, melangkahi rival lokal, Real Zaragoza dalam perjalanan mendapatkan promosi sebagai juara.
Didirikan pada tahun 1960, dan dikenal secara formal sebagai Sociedad Deportiva Huesca, klub asal wilayah Aragon itu menghabiskan banyak waktunya di divisi regional sebelum mencapai LaLiga SmartBank tahun 2008. ‘Los Oscenses’ membuat langkah terakhir ke divisi teratas dua tahun lalu, tetapi sulit untuk menyesuaikan diri.
Mantan pemain dan pelatih Rayo Vallecano, Michel, mengambil peran sebagai pelatih pada musim panas lalu, dan secara cepat membangun kembali tim terorgansir yang mampu bertarung untuk mendapatkan promosi sepanjang musimnya dan melangkahi Cádiz CF di babak terakhir.
Pencetak gol terbanyak tim adalah pemain veteran asal Jepang, Shinji Okazaki dengan 12 gol, sementara itu, pemain muda asal Spanyol, Rafa Mir, mencetak sembilan gol dari 18 pertandingan setelah datang sebagai pemain pinjaman pada bulan Januari.
Di posisi gelandang, pengalaman mantan pemain Athletic Bilbao, Mikel Rico dan mantan pemain Deportivo la Coruna, Pedro Mosquera menjadi vital, dengan mantan pemain bertahan Atletico Madrid dan Rayo, Jorge Pulido berada di lini pertahanan tim.
Telah belajar dari pengalaman, saat ini SD Huesca memiliki struktur serta sistem di Stadion El Alcoraz untuk mendorong maju serta mengikuti langkah tim-tim “kecil” lainnya seperti SD Eibar dan Villarreal CF yang yang telah menempatkan diri mereka di level paling atas dalam beberapa tahun terakhir.
Cadiz
Cadiz merayakan promosi ke La Liga 2020/21. (c) AP Photo
Pemimpin LaLiga SmartBank paling lama di musim 2019/20, Cádiz CF merupakan tim pertama yang mengamankan promosi dan merayakan dengan selebrasi besar-besaran setelah tim asal Andalusia itu kembali ke sepak bola kasta teratas untuk pertama kalinya sejak 14 tahun lalu.
Meskipun didirikan pada tahun 1910, salah satu kontribusi terbesar Cádiz selama beberapa dekade, dalam kategori apapun, adalah turnamen pra-musim ‘Trofeo Carranza’ pada musim panas yang melibatkan tim besar dari Spanyol dan Amerika Selatan. Kontribusi penting lainnya adalah memberikan atmosfir seru, berwarna, dan menghibur yang dihasilkan oleh penggemarnya di Stadion Ramón de Carranza berkapasitas 25,000 kursi yang legendaris.
Pelatih saat ini, Alvaro Cervera, merupakan mantan pemain dan pelatih Racing Santander yang mengambil alih pada bulan April 2016 saat tim berada di divisi ketiga, Ia kemudian membawa tim promosi dan membuat perkembangan stabil sejak saat itu. Dijuluki ‘el Simeone del Cádiz’, Cervera menyebut strategi serangan balik timnya sebagai “Curi dan Lari”.
Kapten sekaligus kiper berusia 41 tahun Alberto Cifuentes telah bersama Cervera sejak awal, sementara itu, mantan pemain bertahan Sevilla FC, Getafe CF dan UD Las Palmas, Juan Calla yang berusia 30 tahun, dan mantan gelandang Atletico Madrid, Schalke dan Watford, Jose Manuel Jurado yang berusia 34 tahun juga menambah pengalaman.
Mungkin pemain paling bertalenta di tim ini adalah mantan pemain tim junior Real Madrid, Alex Fernandez, berusia 27 tahun saat ini, yang telah mencetak 12 gol musim lalu dari tengah lapangan, ia merupakan adik dari Nacho Fernández.
Cádiz CF telah merekrut mantan penyerang Tim Nasional Spanyol Alvaro Negredo untuk musim depan. Saat Cervera dan timnya akan menambah warna bagi LaLiga Santander, mereka juga berencana untuk meninggalkan kesan serius.
Elche
Elche merayakan promosi ke La Liga 2020/21. (c) AP Photo
Berada di luar enam besar selama gelaran LaLiga SmartBank, Elche CF meluncur pada akhir musim untuk kembali lewat babak gugur untuk promosi ke kasta teratas untuk pertamakalinya dalam lima musim.
Didirikan pada tahun 1923 di wilayah Valencia, motif garis hijau putih Elche yang mencolok telah berkeliling tiga divisi teratas Spanyol. Era 1960-an merupakan dekade tersukses mereka dengan posisi finis tertinggi di LaLiga Santander dalam sejarahnya pada musim 1963/64, serta penampilan di final Copa del Rey pada tahun 1969 (kalah 0-1 dari Athletic Bilbao).
Penampilan terakhir LaLiga Santander di Stadion Estadio Martinez Valero berkapasitas 33.732 milik Elche adalah pada musim 2014/15, sebelum terdegradasi karena melanggar aturan finansial LaLiga. Mereka bahkan menghabiskan semusim di kasta ketiga pada musim 2017/18 sebelum membangun kembali keuangan mereka di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Patricia Rodriguez (Mantan Presiden Klub SD Eibar).
Kunci keberhasilan promosinya musim lalu adalah perekrutan mantan gelandang RCD Espanyol, Jose Rojo Martin ‘Pacheta’ sebagai pelatih pada Februari 2018. Kiper Edgar Badia menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di LaLiga SmartBank musim ini dan mencatatkan tanpa kemasukan pada dua leg pertandingan babak gugur semifinal dan final.
Penyerang berusia 40 tahun, Nino, pencetak gol terbanyak klub, mencetak gol kemenangan pada semi-final melawan Real Zaragoza. Pemain sayap Pere Milla menjadi pahlawan pada pertandingan final melawan Girona CF dengan mencetak sundulan pada menit ke-95 untuk mengamankan promosi.
Momen heroik di akhir musim membuat Elche CF memiliki waktu yang sempit untuk bersiap memulai LaLiga Santander musim 2020/21, tapi dari tiga tim yang promosi dari LaLiga SmartBank telah melewati beberapa tahun terakhir untuk menunjukkan kemampuannya bertahan dan menunjukkan pemain terbaiknya.
Semua itu akan dinantikan saat musim baru sepak bola Spanyol kembali dimulai dalam beberapa minggu kedepan.
Sumber: La Liga
Baca ini juga ya!
- Dua Ciuman Franco Vazquez Setelah Juara Liga Europa
- Kumpulan Statistik Terbaik Lionel Messi: Ini Masih Manusia yang Main Bola Kan?
- Lionel Messi, 12 Triliun Rupiah, dan Nilai yang Tidak Terukur
- Saran untuk Messi: Pilih Bayern Munchen atau Manchester City
- Wah, Messi Bisa Langgar Aturan FIFA Jika Ngotot Tinggalkan Barcelona?
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 1 Juni 2026 17:233 Fakta Menarik tentang Rekrutan Baru Barcelona, Anthony Gordon
-
Liga Spanyol 1 Juni 2026 17:18No Arsenal, No PSG! Marcus Rashford Hanya Mau Barcelona!
-
Liga Spanyol 1 Juni 2026 16:53Antonio Rudiger Sudah Teken Perpanjangan Kontrak di Real Madrid
-
Liga Spanyol 1 Juni 2026 15:53Barcelona Siapkan Cesc Fabregas sebagai Suksesor Hansi Flick
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
spanyol 1 Juni 2026 17:233 Fakta Menarik tentang Rekrutan Baru Barcelona, Anthony Gordon
-
spanyol 1 Juni 2026 17:18No Arsenal, No PSG! Marcus Rashford Hanya Mau Barcelona!
-
spanyol 1 Juni 2026 16:53Antonio Rudiger Sudah Teken Perpanjangan Kontrak di Real Madrid
-
spanyol 1 Juni 2026 15:53Barcelona Siapkan Cesc Fabregas sebagai Suksesor Hansi Flick
-
spanyol 1 Juni 2026 09:23Nego Sadis dan Tidak Masuk Akal Barcelona untuk Marcus Rashford
SOROT
-
Liputan6 1 Juni 2026 23:525 Pemotor Tertimpa Pohon Tumbang Depan Kampus Unpad Jatinangor
-
Liputan6 1 Juni 2026 23:13Seskab Teddy Jawab Kritik soal Rombongan Prabowo ke Luar Negeri
-
Liputan6 1 Juni 2026 22:10Seskab Teddy Jelaskan Biaya Perjalanan Dinas Luar Negeri Prabowo
-
Liputan6 1 Juni 2026 20:59Bongkar Scam Internasional di Solo, Polda Jateng Gandeng FBI
MOST VIEWED
Hitungan Finansial Logis Barcelona Lebih Memilih Anthony Gordon Ketimbang Marcus Rashford, Mahal tapi Murah!
Juventus dan Atletico Gigit Jari, Bernardo Silva OTW ke Barcelona
Alasan Hansi Flick Ngebet Datangkan Anthony Gordon ke Barcelona
Julian Alvarez Pegang Kunci Nasib Marcus Rashford di Barcelona, Kok Bisa?
HIGHLIGHT
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, A...
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Mus...
5 Pemain Top yang Tak Masuk Timnas Belanda untuk P...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7555894/original/082046800_1780332778-384745.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7279720/original/047984000_1780065450-IMG-20260529-WA0182.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5225391/original/005733200_1747701517-5b876cbb-89cf-4594-ba64-653d19f8c79d.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7521598/original/080834400_1780294430-IMG-20260601-WA0042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7521603/original/094700000_1780294430-IMG-20260601-WA0041.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7546027/original/020281100_1780321492-IMG-20260601-WA0079.jpg)

