FOLLOW US:


Ketika Carlo Ancelotti Mengubah Cristiano Ronaldo dari Winger Menjadi Striker

12-12-2020 06:37

 | Yaumil Azis

Ketika Carlo Ancelotti Mengubah Cristiano Ronaldo dari Winger Menjadi Striker
Bintang Juventus Cristiano Ronaldo. © AP Photo

Bola.net - Carlo Ancelotti merupakan salah satu pelatih yang memiliki pengaruh besar dalam karir peraih lima trofi Ballon d'Or, Cristiano Ronaldo. Keduanya pernah membawa Real Madrid juara Liga Champions di musim 2013/14.

Trofi bergengsi tersebut didapatkan pada musim perdana Ancelotti sejak didatangkan dari PSG. Sayangnya, ia tidak bertahan lama di Santiago Bernabeu. Real Madrid dengan terpaksa memecatnya di tahun 2015 lalu.

Sementara itu, karir Ronaldo di Real Madrid berlangsung lebih panjang. Pria berkebangsaan Portugal tersebut mendarat di Santiago Bernabeu pada tahun 2009, dan meninggalkannya sembilan musim kemudian untuk memperkuat Juventus.

Meski perjalanan keduanya berlangsung singkat, namun Ancelotti memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap karir Ronaldo. Ia merupakan sosok yang mengubah Ronaldo dari seorang winger menjadi penyerang sentral.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Cara Ancelotti Meyakinkan Ronaldo

Paul Clement, yang menjadi asisten pelatih bersama nahkoda Real Madrid sekarang, Zinedine Zidane, pada saat itu menjadi saksi kejeniusan Ancelotti. Ia masih mengingat jelas apa yang dikatakan Ancelotti kepada Ronaldo kala itu.

"Saat kami tiba di klub, dia [Ronaldo] sudah bermain sebagai No.9 namun Carlo memiliki rencana lain untuknya di musim 2013/14, bahwa dia akan menjadi striker penuh waktu agar dirinya tidak harus mengejar bek sayap lawan," kata Clement kepada Goal International.

"Dia berbicara kepada Carlo dan meminta dimainkan di sisi kiri, menusuk ke tengah, melepaskan tembakan, melakukan umpan silang dan menghasilkan operan kunci. Carlo hanya berkata: 'Penting buat anda untuk merasa nyaman, dan kami tidak ingin anda merasa tidak nyaman'," lanjutnya.

2 dari 2

Cara Ancelotti Menangani Pemain Bintang

Pernyataan Ancelotti sendiri terdengar aneh. Pasalnya, ia tidak menyuruh Ronaldo secara tegas untuk mematuhi apa yang diinginkan. Namun kata Clement, begitulah cara pria berdarah Italia tersebut meyakinkan sang penyerang.

"Begitulah contoh bagaimana Carlo menangani pemain papan atas; dia tidak bersikap tegas dan berkata bahwa anda adalah seorang striker seakrang. Penting buat Ronaldo untuk merasa nyaman, sebab dia adalah pemenang dan itu bekerja dengan baik," tambahnya.

"Mereka tinggal menyesuaikan semuanya agar memastikan bahwa Ronaldo tidak perlu mengejar bek sayap, sehingga dia memainkan satu sistem secara menyerang dan lainnya secara bertahan. Saat bertahan, formasinya akan berubah jadi 4-4-2 di mana Ronaldo menjadi striker bersama Karim Benzema."

"Kemudian Angel Di Maria, yang berada di lini tengah, akan maju ke sisi kiri untuk menciptakan format empat. Itu adalah bentuk miring yang membuat Ronaldo bermain lebih maju," pungkas Clement.

(Goal International)