Kok Bisa Real Madrid Kalah?

Kok Bisa Real Madrid Kalah?
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois ketika melakukan pemanasan jelang laga melawan Real Betis, 4 Januari 2026. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Bola.net - Kekalahan di laga final selalu menyisakan rasa pahit, apalagi jika itu terjadi di hadapan rival abadi. Thibaut Courtois tak menampik rasa kecewa mendalam usai Real Madrid gagal mengangkat trofi Piala Super Spanyol setelah di final dikalahkan Barcelona.

Penjaga gawang asal Belgia itu mengakui timnya sedang berada dalam fase yang sulit beberapa bulan terakhir. Realitas di lapangan tak selalu berjalan sesuai rencana Los Blancos.

Namun, Courtois menolak jika timnya disebut bermain buruk secara keseluruhan. Ia menilai Madrid sebenarnya tampil dominan, terutama di paruh kedua pertandingan.

Sayangnya, dominasi itu tak berbanding lurus dengan hasil akhir. Bagi Courtois, faktor "detail kecil" menjadi pembeda yang justru berpihak pada lawan di momen krusial.

1 dari 3 halaman

Dua Wajah Madrid dan Faktor Cuaca

Dua Wajah Madrid dan Faktor Cuaca

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Courtois membedah jalannya pertandingan yang menurutnya memiliki dua wajah berbeda. Di babak pertama, ia mengakui Madrid bermain terlalu hati-hati dan tertutup.

Situasi berubah drastis selepas jeda. Faktor fisik dan cuaca panas di lapangan mulai menggerus stamina lawan, yang seharusnya bisa dimanfaatkan Madrid untuk membalikkan keadaan.

"Di babak kedua kami menunjukkan lebih banyak hal dan kondisi fisik mereka menurun, itu hal yang normal karena cuaca sangat panas," ujar Courtois memberikan analisisnya.

Peluang demi peluang sebenarnya tercipta, namun penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Bola seolah enggan masuk ke gawang dan terus mentah di tangan kiper lawan.

"Kami memiliki peluang tetapi tidak masuk. Semuanya berakhir di tangan Joan (kiper lawan) dan itulah semacam ringkasan pertandingan hari ini," keluhnya.

"Di babak kedua, kami pantas menang, tetapi detailnya sedikit merugikan kami hari ini," tambah Courtois.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 17 Januari 2026
Real Madrid Real Madrid
20:00 WIB
Levante Levante
La Liga La Liga | 19 Januari 2026
Real Sociedad Real Sociedad
03:00 WIB
Barcelona Barcelona
2 dari 3 halaman

Vinicius Junior: Sang Mimpi Buruk Lawan

Vinicius Junior: Sang Mimpi Buruk Lawan

Winger Real Madrid, Vinicius Junior. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Di tengah kekecewaan, Courtois memberikan kredit khusus kepada rekan setimnya, Vinicius Junior. Ia menyebut penyerang Brasil itu tampil luar biasa dan mencetak gol yang menakjubkan.

Vini dinilai sukses menjadi teror nyata bagi pertahanan lawan sepanjang laga. Kepercayaan penuh pun diberikan skuad Madrid kepada pemain muda bertalenta tersebut.

"Golnya luar biasa dan sepanjang pertandingan dia adalah mimpi buruk bagi mereka. Mungkin kami tidak memanfaatkannya (kehebatan Vini) sebanyak yang seharusnya," aku Courtois dengan nada penyesalan.

Ia berharap performa gemilang Vini bisa menjadi modal positif meski hasil akhir tidak memihak mereka.

"Dia pemain yang punya banyak bakat dan kualitas. Dia menunjukkannya lagi hari ini," pujinya.

3 dari 3 halaman

Real Madrid Menolak Menyerah

Nasi sudah menjadi bubur, trofi sudah melayang. Courtois mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit karena jadwal padat sudah menanti di depan mata.

Madrid harus segera bersiap menghadapi laga piala domestik pada hari Rabu dan melanjutkan persaingan di liga. Semangat juang yang ditunjukkan di babak kedua menjadi modal keyakinan Courtois untuk sisa musim ini.

"Hari ini kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang bersemangat. Kami harus terus berjuang," tegasnya.

"Dengan sikap yang kami tunjukkan hari ini, saya yakin kami akan memenangkan sesuatu," pungkas sang kiper optimis.