Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica

Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kiri), merayakan gol kedua bersama rekan setimnya dalam leg kedua play-off Liga Champions kontra Benfica, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid mengambil langkah cepat terhadap seorang suporter yang tertangkap kamera melakukan salam Nazi jelang pertandingan Liga Champions melawan Benfica, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Tindakan tersebut langsung mendapat respons tegas dari manajemen klub raksasa La Liga itu.

Dalam pernyataan resminya, Madrid mengonfirmasi bahwa pelaku telah diidentifikasi dan dikeluarkan dari Stadion Santiago Bernabeu sesaat setelah aksinya terekam siaran langsung televisi. Klub juga telah meminta Komite Disiplin internal untuk segera memproses pencabutan keanggotaan suporter tersebut secara permanen.

“Real Madrid CF mengumumkan telah secara mendesak meminta Komite Disiplin klub untuk memulai proses pengusiran segera terhadap anggota yang tertangkap kamera televisi melakukan salam Nazi di area tribun suporter, beberapa saat sebelum laga antara Real Madrid dan Benfica dimulai,” demikian bunyi pernyataan klub.

Madrid menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk gestur maupun ekspresi yang memicu kebencian dan kekerasan, baik di dunia olahraga maupun di masyarakat luas.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Menang Dramatis, Lolos ke 16 Besar

Menang Dramatis, Lolos ke 16 Besar

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, merayakan gol kedua timnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Di tengah insiden tersebut, Los Blancos tetap memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Sempat tertinggal lebih dulu, Madrid bangkit dan menang 2-1 di Bernabeu lewat gol Aurelien Tchouameni dan Vinicius Junior.

Benfica sebelumnya membuka harapan melalui gol Rafa Silva. Namun secara agregat, Madrid unggul 3-1 atas wakil Portugal tersebut dan berhak melaju ke fase gugur berikutnya.

Kemenangan ini seharusnya menjadi sorotan utama malam itu. Namun, aksi tak terpuji dari salah satu oknum di tribun mencoreng atmosfer pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh tensi.

Kontroversi Beruntun Sejak Leg Pertama

Kontroversi Beruntun Sejak Leg Pertama

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior (kanan), berebut bola dengan pemain Benfica, Tomas Araujo, dalam leg kedua playoff Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Pertemuan Madrid dan Benfica memang sudah diwarnai polemik sejak leg pertama di Portugal. Dalam laga tersebut, Vinicius Jr mengaku menerima perlakuan rasial dari pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni.

Prestianni membantah tuduhan itu, tetapi tetap dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan sehingga absen pada leg kedua di Madrid. Seusai keputusan tersebut diumumkan, sang gelandang sempat meluapkan kekecewaannya melalui media sosial X sebelum akhirnya menghapus unggahannya.

Ia menyinggung soal ketidakadilan dalam proses hukuman, termasuk membandingkan dengan insiden lain yang dinilainya tidak mendapat sanksi setimpal.

Arbeloa Desak UEFA Lebih Serius Lawan Rasisme

Arbeloa Desak UEFA Lebih Serius Lawan Rasisme

Alvaro Arbeloa ketika bertugas sebagai pelatih Real Madrid musim 2025/2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, turut angkat suara dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Ia mendesak UEFA agar benar-benar menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi rasisme di sepak bola.

“Kami menghadapi peluang besar untuk membuat langkah signifikan dalam melawan rasisme. UEFA selama ini selalu menyuarakan perlawanan terhadap rasisme, dan sekarang mereka punya kesempatan untuk membuktikan bahwa itu bukan sekadar slogan atau spanduk sebelum pertandingan,” ujar Arbeloa.

Serangkaian insiden dalam dua leg pertandingan ini kembali menyoroti isu diskriminasi dan intoleransi yang masih menghantui sepak bola Eropa. Real Madrid pun berupaya menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk ujaran kebencian, sejalan dengan kampanye anti-rasisme yang terus digaungkan di kompetisi elite antarklub Benua Biru tersebut.

Sumber: Real Madrid CF