FOLLOW US:


Makna Ganda Trofi Supercopa de Espana bagi Real Madrid

14-01-2020 06:20

 | Richard Andreas

Makna Ganda Trofi Supercopa de Espana bagi Real Madrid
Real Madrid menjuarai Supercopa de Espana 2020 usai mengalahkan Atletico Madrid di partai final lewat adu penalti 4-1 (0-0). © AP Photo

Bola.net - Keberhasilan Real Madrid menjuarai Supercopa de Espana bakal berdampak positif pada laju mereka di sisa musim ini. Los Blancos berhasil meraih gelar resmi pertama musim ini dan melakukannya tanpa tiga penyerang utama.

Pasukan Zinedine Zidane ini masih mengembangkan gaya bermain mereka dan memperkukuh kesolidan di lini belakang. Hari demi hari, Zidane dipercaya mampu membangun dinasti kejayaan kedua kalinya dengan skuad yang sempat dipandang remeh.

Zidane mencatat rekor sempurna, 9 trofi dari 9 final. Tentu, catatan ini bakal membuat tim-tim lain khawatir, sebab Madrid yang sekarang sudah menemukan kepercayaan diri mereka kembali.

Menurut Marca, trofi Supercopa ini bermakna ganda, tidak hanya mendongkrak mental para pemain. Apa maksudnya? Baca halaman berikutnya ya, Bolaneters!

1 dari 2

Makna Ganda

Meraih trofi jelas bakal mendongkrak rasa percaya diri para pemain, tapi tidak hanya itu. Sebagai tambahan, Madrid jadi juara seiring dua rival utama mereka tenggelam. Kondisi ini seperti menguatkan tim dua kali lipat.

Atletico Madrid pulang dengan pukulan psikologis karena kalah di partai final lainnya lewat adu penalti, padahal mereka memiliki salah satu kiper terbaik di dunia. Atleti sudah bermain sebaik mungkin dan mengeksekusi taktik yang tepat, tapi itu saja tidak cukup.

Pola permainan pasukan Diego Simeone ini masih belum sempurna, khususnya ketika menguasai bola. Mereka seharusnya mencoba memenangi laga final sejak menit pertama, bukan berharap tidak kalah dan menunggu kesalahan lawan.

Lini tengah Atleti bolong, cedera Koke benar-benar merugikan. Juga, Joao Felix belum cukup pengalaman untuk bermain di pertandingan sebesar itu.

2 dari 2

Barcelona Lebih Buruk

Selain Atleti, kemenangan Madrid juga jelas melukai sang rival abadi, Barcelona. Bahkan situasi Barcelona jauh lebih buruk dari Atletico.

Blaugrana hanya kalah dari Atletico di semifinal, tapi kekalahan ini justru menyebabkan krisis luar biasa yang mengancam masa depan Ernesto Valverde dan membahayakan prestise dewan pengurus klub.

Ruang ganti Barca terlalu nyaman dan para pemain menghindari tanggung jawab dengan menunggu Lionel Messi menyelamatkan mereka. Tentu, ketergantungan macam ini bakal merugikan Barca sendiri.

Yang paling parah, rumor pemecatan Valverde menguat. Pemecatan ini telah meningkatkan ketegangan di antara para petinggi.

Sumber: Marca