Sebagus-bagusnya Arda Guler, Tetap Bukan Luka Modric!

Sebagus-bagusnya Arda Guler, Tetap Bukan Luka Modric!
Pemain Real Madrid Arda Guler (kanan) berebut bola dengan pemain Valencia Luis Rioja pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Valencia vs Real Madrid, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Francisco Macia

Bola.net - Real Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Valencia di Stadion Mestalla, Minggu, untuk terus menjaga jarak dengan Barcelona dalam persaingan gelar La Liga. Hasil ini memastikan Los Blancos tetap berada di jalur perburuan puncak klasemen.

Biar begitu, kemenangan tersebut jauh dari kata nyaman. Tim asuhan Alvaro Arbeloa baru memecah kebuntuan pada menit ke-65 melalui gol Alvaro Carreras, sebelum Kylian Mbappe memastikan hasil akhir di menit ke-91.

Di balik hasil positif itu, permainan Real Madrid kembali menuai catatan. Isu yang sama seperti beberapa waktu terakhir kembali mencuat, terutama terkait kendali permainan di lini tengah yang dinilai belum stabil.

Kemenangan Penting, Permainan Masih Jadi Sorotan

Kemenangan Penting, Permainan Masih Jadi Sorotan

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa memberi instruksi kepada Arda Guler pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Absennya figur pengatur permainan kembali terasa. Kepergian Toni Kroos dan Luka Modric disebut masih menyisakan lubang besar di lini tengah Real Madrid, tanpa pengganti alami yang mampu mengontrol tempo.

Klub sempat mencoba menggeser Arda Guler ke peran yang menyerupai Modric. Namun, upaya tersebut dinilai belum membuahkan hasil, setidaknya menurut pengamatan para analis.

Pakar sepak bola Spanyol, Rafa Alkorta, kepada Cadena SER berkata bahwa Guler memiliki kualitas teknis menonjol, tetapi tidak cocok untuk peran tersebut.

“Dia pemain yang sangat bagus dan mungkin memiliki kaki terbaik di antara gelandang Real Madrid, tetapi dia tidak nyaman bermain di posisi itu. Dia ingin bermain seperti di Turki, di mana seluruh tim bermain untuknya dan dia bebas bergerak ke mana pun,” ujar Alkorta.

“Di Real Madrid, dia punya tugas lain. Selain memberi umpan terakhir, dia harus membantu lini tengah. Itu bukan soal kemauan, tetapi soal karakter. Dia bukan Modric.”

Arda Guler Dinilai Bukan Jawaban Lini Tengah

Alkorta juga mengingatkan bahwa Modric awalnya datang ke Real Madrid sebagai gelandang serang. Namun, perannya berubah karena etos kerja tinggi dan kemampuannya berkontribusi baik dengan maupun tanpa bola.

Perbandingan itu justru memperjelas perbedaan dengan Guler. Alkorta menilai kontribusi Guler tanpa bola masih terbatas dan kerap membuatnya tertinggal dalam dinamika permainan.

Pandangan senada disampaikan oleh analis lainnya, Antonio Romero. Ia menilai ekspektasi klub terhadap Guler di awal musim perlu dikoreksi.

“Dia pemain dengan kaki yang bagus, bisa memberi umpan terakhir, cocok dengan Mbappe, mengambil sepak pojok, itu semua fantastis. Tapi gambaran yang dibayangkan klub di awal musim harus dihapus,” kata Romero.

“Untuk memikul beban ofensif lini tengah Real Madrid, itu cerita yang berbeda.”