Carragher Menyerah, Sepakat dengan Roy Keane: Liverpool Adalah Juara yang Buruk

Carragher Menyerah, Sepakat dengan Roy Keane: Liverpool Adalah Juara yang Buruk
Seorang suporter Liverpool bersorak saat menyaksikan laga Premier League/Liga Inggris antara Liverpool vs Man City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Bulan madu itu telah usai, berganti dengan mimpi buruk yang nyata. Liverpool, yang musim lalu begitu gagah mengangkat trofi Premier League di bawah asuhan Arne Slot, kini justru terseok-seok dalam upaya mempertahankan gelar.

Penurunan performa The Reds begitu drastis hingga memancing kembali label menyakitkan: Juara yang Buruk.

Biasanya, Jamie Carragher akan menjadi orang pertama yang pasang badan membela mantan klubnya. Namun kali ini, sang legenda tak lagi memiliki argumen untuk membantah.

Ia terpaksa mengangguk setuju pada kritik pedas Roy Keane. Sebuah pengakuan pahit bahwa ambisi Liverpool untuk membangun dinasti baru saja runtuh di tengah jalan.

Duduk di peringkat enam setelah 24 pertandingan, pasukan Arne Slot kini tak lagi bicara soal gelar juara. Fokus mereka menyempit: sekadar bertahan hidup demi tiket Liga Champions yang belum tentu aman.

Komentar Menohok Roy Keane

Komentar Menohok Roy Keane

(c) AP Photo

Roy Keane dikenal sebagai sosok yang blak-blakan dan tanpa kompromi. Menjelang laga besar Liverpool kontra Manchester City, legenda Manchester United itu melontarkan kritik tajam kepada para pemain Liverpool. Intinya jelas: berhenti mengeluh dan terima kenyataan.

Menurut Keane, pujian dan kritik adalah satu paket yang tak terpisahkan dalam sepak bola level elite. Ia mengingatkan bahwa musim lalu Liverpool dielu-elukan berkat performa gemilang mereka. Namun musim ini situasinya jauh berbeda. Dengan tertinggal 17 poin dari puncak klasemen, kritik adalah konsekuensi logis yang tak bisa dihindari.

“Saya pikir Anda harus menelannya. Ya, selalu ada kekhawatiran jika kritik menjadi personal, saya paham pemain bisa kesal. Tapi ketika Anda mengkritik Liverpool karena bermain terlalu terbuka atau karena banyak kalah di kandang, tebak apa? Anda memang pantas dikritik,” semprot Keane.

Pria asal Irlandia itu kemudian menyoroti perbedaan sikap pemain saat menang dan kalah. Menurutnya, para pemain menikmati segala privilese ketika sukses, tetapi terlihat rapuh ketika gagal.

“Musim lalu, ketika Anda bermain sangat bagus, merayakan gelar dengan sisa lima atau enam pertandingan, lalu pergi berlibur ke Ibiza berminggu-minggu, semua orang memaklumi itu karena Anda juara liga,” lanjutnya.

Vonis Keane pun tak main-main. Ia kembali mengulang pernyataan kontroversial yang pernah ia lontarkan beberapa tahun lalu.

“Tapi ketika Anda tidak menang dan tertinggal jauh seperti beberapa tahun lalu, saya katakan dan akan saya katakan lagi: mereka adalah juara yang sangat buruk,” tegasnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 12 Februari 2026
Sunderland Sunderland
03:15 WIB
Liverpool Liverpool
Premier League Premier League | 12 Februari 2026
Man City Man City
02:30 WIB
Fulham Fulham

Van Dijk Pasang Badan untuk Generasi Muda

Van Dijk Pasang Badan untuk Generasi Muda

Dari kiri-kanan, pemain Liverpool: Ryan Gravenberch, Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk. (c) AP Photo/Jon Super

Sebelum kritik Keane mencuat, kapten Liverpool Virgil van Dijk sempat mencurahkan kegelisahannya kepada Gary Neville. Bek asal Belanda itu menilai para pandit, terutama mantan pemain top, memiliki tanggung jawab moral terhadap generasi pemain saat ini.

Van Dijk menegaskan bahwa dirinya pribadi tidak masalah menerima kritik. Namun ia khawatir dengan dampak mental yang dirasakan pemain-pemain muda, terutama di era media sosial dan budaya clickbait.

“Untuk saya pribadi, saya bisa mengatasinya. Tapi saya agak khawatir dengan generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia merasa cara kritik disampaikan saat ini sering kali tidak adil dan sengaja dibuat provokatif, tanpa mempertimbangkan kesehatan mental pemain.

“Kritik itu normal dan bagian dari permainan. Tapi terkadang kritik menjurus ke clickbait, mengatakan hal-hal untuk memancing reaksi, tanpa memikirkan dampaknya bagi sisi mental pemain,” jelas Van Dijk.

Ia juga menyoroti ironi media sosial: ketika tampil bagus, pemain muda dipuji setinggi langit. Namun saat performa menurun, perundungan datang bertubi-tubi.

“Saya rasa terutama mantan pemain top, yang sudah mengalami segalanya, punya tanggung jawab untuk sedikit melindungi sisi itu,” tambahnya.

Carragher: Musim Ini, Saya Setuju dengan Keane

Sayangnya bagi Van Dijk, harapan akan simpati tidak sepenuhnya terwujud. Jamie Carragher justru sejalan dengan pandangan Roy Keane.

Menjawab pertanyaan pembawa acara Sky Sports, Dave Jones, Carragher mengingat kembali momen empat atau lima tahun lalu ketika Keane pertama kali menyebut Liverpool sebagai “juara yang buruk”. Saat itu, Carragher menolak keras penilaian tersebut karena Liverpool tengah dilanda krisis bek tengah dan banyak memainkan pemain muda.

Namun musim ini, situasinya berbeda.

“Roy mengatakan itu empat atau lima tahun lalu saat kami memenangkan gelar terakhir, dan saya tidak setuju saat itu. Tapi untuk musim ini, saya harus bilang, saya sangat setuju dengan Anda,” ujar Carragher.

Kekecewaan Carragher berangkat dari ekspektasi besar terhadap Liverpool. Aktivitas transfer musim panas lalu seharusnya menjadi fondasi untuk mendominasi liga, seperti yang dilakukan Manchester City atau Manchester United di masa kejayaan mereka. Namun kenyataannya, Liverpool gagal menjaga standar tersebut.

“Ini bukan soal ‘kami puas dengan satu gelar liga’. Apa yang dilakukan City, apa yang dulu dilakukan United—di situlah seharusnya Liverpool berada. Musim panas lalu terasa seperti momen untuk mendominasi liga tiga atau empat tahun ke depan, tapi itu tidak terjadi,” pungkas Carragher dengan nada getir.