
Bola.net - Bulan madu itu telah usai, berganti dengan mimpi buruk yang nyata. Liverpool, yang musim lalu begitu gagah mengangkat trofi Premier League di bawah asuhan Arne Slot, kini justru terseok-seok dalam upaya mempertahankan gelar.
Penurunan performa The Reds begitu drastis hingga memancing kembali label menyakitkan: Juara yang Buruk.
Biasanya, Jamie Carragher akan menjadi orang pertama yang pasang badan membela mantan klubnya. Namun kali ini, sang legenda tak lagi memiliki argumen untuk membantah.
Ia terpaksa mengangguk setuju pada kritik pedas Roy Keane. Sebuah pengakuan pahit bahwa ambisi Liverpool untuk membangun dinasti baru saja runtuh di tengah jalan.
Duduk di peringkat enam setelah 24 pertandingan, pasukan Arne Slot kini tak lagi bicara soal gelar juara. Fokus mereka menyempit: sekadar bertahan hidup demi tiket Liga Champions yang belum tentu aman.
Komentar Menohok Roy Keane

Roy Keane dikenal sebagai sosok yang blak-blakan dan tanpa kompromi. Menjelang laga besar Liverpool kontra Manchester City, legenda Manchester United itu melontarkan kritik tajam kepada para pemain Liverpool. Intinya jelas: berhenti mengeluh dan terima kenyataan.
Menurut Keane, pujian dan kritik adalah satu paket yang tak terpisahkan dalam sepak bola level elite. Ia mengingatkan bahwa musim lalu Liverpool dielu-elukan berkat performa gemilang mereka. Namun musim ini situasinya jauh berbeda. Dengan tertinggal 17 poin dari puncak klasemen, kritik adalah konsekuensi logis yang tak bisa dihindari.
“Saya pikir Anda harus menelannya. Ya, selalu ada kekhawatiran jika kritik menjadi personal, saya paham pemain bisa kesal. Tapi ketika Anda mengkritik Liverpool karena bermain terlalu terbuka atau karena banyak kalah di kandang, tebak apa? Anda memang pantas dikritik,” semprot Keane.
Pria asal Irlandia itu kemudian menyoroti perbedaan sikap pemain saat menang dan kalah. Menurutnya, para pemain menikmati segala privilese ketika sukses, tetapi terlihat rapuh ketika gagal.
“Musim lalu, ketika Anda bermain sangat bagus, merayakan gelar dengan sisa lima atau enam pertandingan, lalu pergi berlibur ke Ibiza berminggu-minggu, semua orang memaklumi itu karena Anda juara liga,” lanjutnya.
Vonis Keane pun tak main-main. Ia kembali mengulang pernyataan kontroversial yang pernah ia lontarkan beberapa tahun lalu.
“Tapi ketika Anda tidak menang dan tertinggal jauh seperti beberapa tahun lalu, saya katakan dan akan saya katakan lagi: mereka adalah juara yang sangat buruk,” tegasnya.
Van Dijk Pasang Badan untuk Generasi Muda

Sebelum kritik Keane mencuat, kapten Liverpool Virgil van Dijk sempat mencurahkan kegelisahannya kepada Gary Neville. Bek asal Belanda itu menilai para pandit, terutama mantan pemain top, memiliki tanggung jawab moral terhadap generasi pemain saat ini.
Van Dijk menegaskan bahwa dirinya pribadi tidak masalah menerima kritik. Namun ia khawatir dengan dampak mental yang dirasakan pemain-pemain muda, terutama di era media sosial dan budaya clickbait.
“Untuk saya pribadi, saya bisa mengatasinya. Tapi saya agak khawatir dengan generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia merasa cara kritik disampaikan saat ini sering kali tidak adil dan sengaja dibuat provokatif, tanpa mempertimbangkan kesehatan mental pemain.
“Kritik itu normal dan bagian dari permainan. Tapi terkadang kritik menjurus ke clickbait, mengatakan hal-hal untuk memancing reaksi, tanpa memikirkan dampaknya bagi sisi mental pemain,” jelas Van Dijk.
Ia juga menyoroti ironi media sosial: ketika tampil bagus, pemain muda dipuji setinggi langit. Namun saat performa menurun, perundungan datang bertubi-tubi.
“Saya rasa terutama mantan pemain top, yang sudah mengalami segalanya, punya tanggung jawab untuk sedikit melindungi sisi itu,” tambahnya.
Carragher: Musim Ini, Saya Setuju dengan Keane
Sayangnya bagi Van Dijk, harapan akan simpati tidak sepenuhnya terwujud. Jamie Carragher justru sejalan dengan pandangan Roy Keane.
Menjawab pertanyaan pembawa acara Sky Sports, Dave Jones, Carragher mengingat kembali momen empat atau lima tahun lalu ketika Keane pertama kali menyebut Liverpool sebagai “juara yang buruk”. Saat itu, Carragher menolak keras penilaian tersebut karena Liverpool tengah dilanda krisis bek tengah dan banyak memainkan pemain muda.
Namun musim ini, situasinya berbeda.
“Roy mengatakan itu empat atau lima tahun lalu saat kami memenangkan gelar terakhir, dan saya tidak setuju saat itu. Tapi untuk musim ini, saya harus bilang, saya sangat setuju dengan Anda,” ujar Carragher.
Kekecewaan Carragher berangkat dari ekspektasi besar terhadap Liverpool. Aktivitas transfer musim panas lalu seharusnya menjadi fondasi untuk mendominasi liga, seperti yang dilakukan Manchester City atau Manchester United di masa kejayaan mereka. Namun kenyataannya, Liverpool gagal menjaga standar tersebut.
“Ini bukan soal ‘kami puas dengan satu gelar liga’. Apa yang dilakukan City, apa yang dulu dilakukan United—di situlah seharusnya Liverpool berada. Musim panas lalu terasa seperti momen untuk mendominasi liga tiga atau empat tahun ke depan, tapi itu tidak terjadi,” pungkas Carragher dengan nada getir.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 15 Agustus 2026 10:39Kontrak Tinggal 12 Bulan, Mikel Arteta Santai soal Masa Depannya di Arsenal
-
Liga Inggris 15 Agustus 2026 10:09Jadwal Community Shield 2026: Arsenal vs Manchester City
-
Liga Inggris 15 Agustus 2026 09:39Arsenal vs Manchester City, Mikel Arteta Ingin Awali Musim dengan Trofi
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 15 Agustus 2026 10:39Kontrak Tinggal 12 Bulan, Mikel Arteta Santai soal Masa Depannya di Arsenal
-
Liga Inggris 15 Agustus 2026 10:09Jadwal Community Shield 2026: Arsenal vs Manchester City
-
Liga Inggris 15 Agustus 2026 09:39Arsenal vs Manchester City, Mikel Arteta Ingin Awali Musim dengan Trofi
BERITA LAINNYA
-
inggris 15 Agustus 2026 11:09Arsenal Tertarik Rekrut Mantan Bek Liverpool Jarell Quansah dari Bayer Leverkusen
-
inggris 15 Agustus 2026 10:39Kontrak Tinggal 12 Bulan, Mikel Arteta Santai soal Masa Depannya di Arsenal
-
inggris 15 Agustus 2026 10:09Jadwal Community Shield 2026: Arsenal vs Manchester City
-
inggris 15 Agustus 2026 09:39Arsenal vs Manchester City, Mikel Arteta Ingin Awali Musim dengan Trofi
-
inggris 15 Agustus 2026 07:31Gabriel Martinelli Tak Tertarik Pindah ke Galatasaray
-
inggris 15 Agustus 2026 06:49Deadline Terlewati, Enzo Fernandez Dipastikan Tetap di Chelsea
SOROT
-
Liputan6 15 Agustus 2026 10:00Gempa NTT, Gubernur Instruksikan Bupati dan Wali Kota Turun Tangan
-
Liputan6 15 Agustus 2026 08:55Gempa NTT, Masyarakat Diminta Jauhi Gedung yang Retak dan Hampir Ambruk
-
Liputan6 15 Agustus 2026 08:42Bandara Frans Sales Lega Ruteng Rusak Diguncang Gempa M 7,7
-
Liputan6 15 Agustus 2026 08:07Gempa NTT Lebih Besar Pernah Terjadi 34 Tahun Lalu
-
Liputan6 15 Agustus 2026 07:47Gempa NTT, Dua Warga Dilaporkan Tewas Tertimpa Reruntuhan Gedung Pelabuhan Maumere
-
Liputan6 15 Agustus 2026 07:27Gempa 7,7 M Guncang Flores, Warga Lari Jauhi Pantai Saat Air Laut Surut
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324643/original/008449700_1786756637-ntt2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324659/original/013505800_1786757818-sar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324671/original/006953100_1786758144-287640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324620/original/009900700_1786753562-Screenshot_2026-08-15_070022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324634/original/062727500_1786754832-287066.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324628/original/021405600_1786753620-286711.jpg)

