
Bola.net - Di awal masa tugasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong melakukan gebrakan. Beberapa perubahan yang dilakukan arsitek asal Korea Selatan itu banyak membuat orang tercengang-cengang.
Shin Tae-yong diyakini bakal membawa Timnas Indonesia menjadi tim yang layak diperhitungkan di Asia Tenggara dan juga Asia tentunya. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu disebut memiliki semua unsur yang diperlukan PSSI untuk membangun Timnas Indonesia menjadi lebih baik.
Memang dalam rangkaian uji coba Timnas Indonesia U-19, hasil kerja sang pelatih belum terlihat. Tim Garuda Muda mengalami rangkaian kekalahan telak.
Namun, itu masih laga uji coba. Hasil tersebut tak begitu membebani Shin Tae-yong. Menurutnya, hasil bukan tujuan utama.
Shin mengaku lebih mengedepankan peningkatan dan kualitas para pemain dalam pertandingan uji coba. Shin Tae-yong juga mengklaim beberapa lini Tim Merah-Putih masih harus mendapat perbaikan.
"Kami masih harus memperbaiki pertahanan kami dan juga taktik. Akan tetapi, hasil ini wajar karena kami memang belum mempelajari taktik. Namun, kami semakin bagus dalam hal fisik," kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI.
Di level Timnas Indonesia senior, Shin Tae-yong belum terlihat banyak cawe-cawe, mengingat program pelatnas pada bulan Maret silam, bubar jalan karena pandemi corona COVID-19. Jadwal pertandingan timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2022 digeser pada bulan Oktober mendatang.
Jangan lupakan juga pada periode akhir November Timnas Indonesia akan berlaga di pentas Piala AFF 2020. Skuat Garuda ditarget juara di event bergengsi kawasan Asia Tenggara itu.
Namun, paling tidak sudah terlihat gebrakan sang pelatih dengan memunculkan banyak pemain belia di deretan timnas senior.
Seperti dilansir Bola.com, ada setidaknya tiga aksi Shin Tae-yong saat baru mendarat di Indonesia dengan target utama mempercepat adaptasinya di Timnas indonesia dan mempermudah dirinya menjalankan tanggung jawabnya. Berikut perinciannya.
Belajar Bahasa Indonesia dan Kultur Agama Islam

Manuver pertama Shin Tae-yong yang perlu diacungi jempol adalah kegigihan untuk cepat beradaptasi. Kabarnya, Shin mulai belajar Bahasa Indonesia sejak resmi menangani Timnas Indonesia pada Januari lalu.
Bahkan, dalam kontraknya bersama PSSI, Shin Tae Yong minta diberikan guru les. Permintaan itu bisa dimaklumi.
Timnas Indonesia adalah tim negara Asia Tenggara pertama yang ditangani Shin Tae-yong. Ia tidak mengerti Bahasa Melayu sama sekali. Padahal, pelatih dan pemain harus punya chemistry untuk sukses dalam kerja samanya.
Oleh sebab itu, Shin Tae-yong rela belajar Bahasa Indonesia demi bisa berkomunikasi lebih baik dengan para pemainnya. Selain itu, Shin Tae-yong disebut juga minta dijarkan kultur Agama Islam.
Hal ini dilakukan sebab Shin Tae-yong ingin menjadi pelatih yang punya respek kepada pemain beragama Islam, terutama tentang jadwal salat atau pun jadwal puasa nanti.
Menyusun Program yang Mendetail

Shin Tae-yong juga menjadi salah satu pelatih yang punya rencana matang. Shin tahu benar apa yang harus dilakukannya lebih dulu.
Misalnya saja tentang teknik dasar pengawa Timnas Indonesia. Alih-alih mengajari teknik baru kepada pemain Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong justru menyuruh mereka memahami teknik dasar terlebih dahulu.
"Kami fokus menjalani sesi latihan bagaimana para pemain nanti bisa mengoper bola dengan baik dan benar. Baik umpan pendek atau panjang," ungkap Shin Tae-yong.
Keputusan Shin tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemain harus ahli dalam teknik dasar sebagai modal improvisai teknik lanjutan.
Setelah teknik dasar dirasa lumayan, Shin diyakini bakal menerapkan rencana lanjutan yang telah ia persiapkan. Satu di antaranya dengan melakukan perombakan besar-besaran di Timnas Indonesia.
Di sisi lain ia juga tak berdiam diri di masa pandemi. Ia selalu berkomunikasi intens dengan para asistennya. Pada pekan ini Shin Tae-yong juga mulai menggelar pelatnas virtual dengan anak-anak Timnas Indonesia U-19. Ia turun tangan langsung memimpin sesi latihan.
Langsung Tancap Gas Melakukan Regenerasi

Manuver Shin Tae-yong yang juga layak diacungi jempol adalah rencananya untuk memberi kesempatan pemain muda. Arsitek asal Spanyol itu melakukan peremajaan Tim Garuda dengan banyak memberdayakan pemain interval usia 20-23 tahun.
Itu berarti, Shin Tae-yong bakal menerapkan strategi yang mirip dengan Luis Milla. Pada 2017 lalu, Luis Milla juga melakukan peremajaan terhadap skuat Garuda Muda.
Rencana Shin Tae-yong tersebut bisa dibilang cerdas. Pasalnya, Indonesia sedang butuh pemain yang bisa dijadikan tumpuan untuk hari ini dan di masa yang akan datang.
Ke depannya Shin Tae-yong juga membuka opsi promosi cepat, pemain Timnas Indonesia U-19 lompat ke level senior. Tujuan utamanya adalah untuk mematangkan pemain belia dengan atmosfer pertandingan lebih tinggi dibanding level usia.
Disadur dari: Bola.com/Ario Yosia
Published: 29 Mei 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Ilija Spasojevic, Predator Tajam Asal Montenegro yang Jatuh Cinta Pada Indonesia
- Mengenal Saddil Ramdani: Cemerlang di Atas Lapangan, Kontroversial di Luar Lapangan
- Seto Nurdiyantoro Masih Bisa Latih Timnas Indonesia Suatu Hari Nanti
- Ponaryo Astaman Bicara Tentang Sekolah dan Sepak Bola
- Silaturahome KLY, Ponaryo Astaman Bicara Soal tak bisa Mudik, Sampai Game Favoritnya
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 April 2026 21:00 -
Liga Inggris 4 April 2026 20:38 -
Liga Inggris 4 April 2026 20:30 -
Liga Inggris 4 April 2026 20:00 -
Liga Inggris 4 April 2026 19:30 -
Voli 4 April 2026 19:13
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 4 April 2026 18:04 -
tim nasional 4 April 2026 13:12 -
tim nasional 4 April 2026 11:43 -
tim nasional 4 April 2026 09:44 -
tim nasional 3 April 2026 20:56 -
tim nasional 3 April 2026 19:56
MOST VIEWED
- Usai Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks, Jay Idzes, dan Ole Romeny Luangkan Waktu Kunjungi Panti Asuhan
- Dapat Kesempatan 2 Kali Uji Coba, Siapa Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026?
- Berkat Kejelian Ajax, Maarten Paes Terhindar dari Masalah Paspor di Liga Belanda
- Ranking FIFA Timnas Indonesia Melorot Usai FIFA Series 2026, Tetap Ke-3 di ASEAN
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500251/original/094132900_1770847449-000_974E3FU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546473/original/070798600_1775308121-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546439/original/023859300_1775300639-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546425/original/053839400_1775297732-Potret_penggawa_pada_45_menit_pertama.______PSMPERSIS_-__LaskarSambernyawa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546395/original/009180300_1775294144-Breath_of_Fire_IV_Steam_vs_GOG__Mana_yang_Lebih_Layak_Dibeli_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546298/original/063618700_1775285023-Breath_of_Fire_IV_Steam_01.jpeg)
