
Bola.net - Federasi sepak bola Vietnam (VFF) melakukan evaluasi usai gagal mempertahankan gelar Piala AFF 2020. Salah satu keputusan besar yang diambil adalah mundurnya sang presiden VFF, Le Khanh Hai.
Prestasi Timnas Vietnam di Piala AFF 2020 memang tidak cukup bagus. Menjadi salah satu tim unggulan, bukan hanya karena status juara bertahan tapi juga materi pemain yang bagus, Vietnam justru gagal melaju ke final.
Pada fase grup, Vietnam harus puas berada di posisi kedua. Di bawah Indonesia. Pada babak semifinal, The Golden Star berjumpa Thailand. Mereka kalah dengan agregat 2-0 dan harus angkat koper dari Piala AFF.
Presiden VFF Mundur
Setelah kegagalan di Piala AFF 2020, ada banyak spekulasi tentang sepak bola Vietnam. Posisi pelatih Park Hang-seo disorot. Setelah membawa Vietnam tampil perkasa sejak 2017 lalu, Park Hang-seo dinilai mulai menurun.
Tapi, bukan Park Hang-seo yang mundur dari posisinya. Dia masih punya kontrak hingga Januari 2023. Dia baru saja meneken kontrak baru satu bulan sebelum Piala AFF 2020 digelar. Posisinya cukup aman.
Kegagalan Vietnam di Piala AFF justru disertai dengan mundurnya presiden VFF (PSSI-nya Vietnam) Le Khanh Hai.
"Saya sudah mengundurkan diri sebagai Presiden VFF dan menunggu keputusan dari atasan saya. Pada kongres berikutnya, kami akan menunjuk pemimpin yang baru," ucap Le Khanh Hai dikutip dari Bongdaplus.
Siapa Pengganti Le Khanh Hai?
Le Khanh Hai sejatinya mendapatkan tempat yang istimewa di hati fans Vietnam. Sebab, dia mampu membawa sepak bola Vietnam ke arah yang positif. Masa jabatannya sejatinya baru berakhir pada 2022 nanti.
Le Khanh Hai terpilih sebagai presiden VFF pada kongres yang digelar 8 Desember 2018. Sebelum menjabat sebagai presiden VFF, dia dipercaya sebagai Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.
Setelah Le Khanh Hai mundur, untuk sementara pucuk tertinggi pemimpin sepak bola Vietnam dipegang oleh Tran Quoc Tuan hingga kongres pemilihan digelar. Sebelumnya, dia bertugas sebagai Wakil Presiden VFF.
Sumber: SiamSport
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Menggila Bersama Thailand, Chanathip Songkrasin Layak Jadi Pemain Terbaik Piala AFF 2020?
- Di Ambang Juara Piala AFF 2020, Level Thailand di Asia Tenggara Memang Tak Tertandingi
- Final Leg 2 Piala AFF 2020: Ingin Bungkam Thailand, Timnas Indonesia Haram Ulangi Kesalahan di Leg 1
- Final Piala AFF 2020: Ada Satu Kelemahan Thailand yang Bisa Dimanfaatkan Timnas Indonesia, Apa Itu?
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 05:14Man of the Match Inggris vs Kroasia: Harry Kane
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 05:00Tempat Menonton Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 04:45Link Streaming Piala Dunia 2026: Uzbekistan vs Kolombia, 18 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 17 Juni 2026 06:01Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Aljazair
SOROT
-
Liputan6 18 Juni 2026 00:59Cerita Pilu Wanita di Bandung, Diduga Disekap-Dianiaya Pacar 3 Tahun
-
Liputan6 17 Juni 2026 23:22Kronologi Wedding Organizer Tipu Ratusan Calon Pengantin di Bandung
-
Liputan6 17 Juni 2026 23:00Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026
MOST VIEWED
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Aljazair
Target Jangka Panjang Timnas Indonesia: Rutin Masuk Piala Dunia 2026, 50 Ranking FIFA, dan 10 Besar Asia
Pemain Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Berkarier di Eropa, Gabung FC Wacker Innsbruck di Austria
Pemain Timnas Indonesia Adrian Wibowo Usai Gabung Klub Divisi 2 Liga Austria: Kesempatan Buktikan Diri di Eropa
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258130/original/041402900_1781320642-000_B66L4AF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258865/original/087287100_1781420051-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2320245/original/076392300_1533533412-1533533412367325a1f9c9196ede-1512021137-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8064710/original/039868400_1780909336-Calon_pengantin_diduga_menjadi_korban_penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261496/original/069553800_1781712604-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_22.44.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259001/original/056000700_1781433120-AP26160613675480.jpg)
