FOLLOW US:


Indra Sjafri Ungkap Jabatan Direktur Teknik PSSI yang Menantang

19-06-2020 19:52

 | Serafin Unus Pasi

Indra Sjafri Ungkap Jabatan Direktur Teknik PSSI yang Menantang
Indra Sjafri © Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Indra Sjafri berbicara banyak mengenai pekerjaannya sebagai Direktur Teknik (Dirtek) PSSI. Jabatan itu diembannya setelah tidak lagi menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

Dalam obrolan di channel YouTube Hanif & Rendy Show, Indra mengatakan tugas sebagai Dirtek memiliki tantangan tersendiri. Apalagi selama ini, ia lebih banyak di lapangan.

Indra mengungkapkan bila pekerjaan sebagai pelatih hanya bertanggung jawab bagaimana membangun tim. Tanggung jawab itu langsung diberikan kepada pelatih bersangkutan.

"Sekarang direktur teknik di semua federasi seluruh dunia itu dapurnya di federasi. Dia yang mengelola tentang berbagai kebijakan teknis dari federasi untuk berkembangnya sepak bola," ujar Indra.

Saat ditanya lebih berat mana antara menjadi Dirtek atau pelatih timnas, Indra menjawab secara diplomatis. "Iya lebih berat direktur teknik, tapi lebih stres menjadi pelatih timnas," katanya.

Sementara ketika ditanya lebih nyaman menjadi pelatih atau dirtek, Indra mengaku mengalir saja. Menjalani semuanya dengan penuh tanggung jawab.

"Nyaman di semua tempat, mau dimanapun, karena hampir semua orang mana bisa melawan takdir, iya kan? Walaupun saya punya dasar kepelatihan dari U-16, U-17, U-18, U-19, sampai U- 23 ya. Timnas senior yang belum, doakan saja," ucap mantan pelatih Bali United FC ini.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1

Modal Blusukan

Menurut Indra, pekerjaan menjadi dirtek sekarang ini membawa modal pengalaman mengunjungi banyak daerah. Blusukan seperti dulu yang pernah dilakukannya.

"Datang di mana kantong-kantong potensi pemain ada, terus melihat insfrastruktur-infrastruktur, dan terakhir mengukur sepak bola Indonesia itu dibandingkan negara-negara di Eropa bagaimana," tutur Indra.

"Kita juga kan pernah main menghadapi tim yang kualitasnya Eropa, Amerika Latin, dan Asia. Nah dari situ bisa mengukur, dari ukuran itu apa yang harus diambil. Itu modalnya," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)