
Bola.net - Alfred Riedl merupakan salah satu sosok penting di sepak bola Indonesia. Sebagai pelatih Riedl, tiga kali mendapat kesempatan menangani Timnas Indonesia. Ini belum termasuk menangani tim nasional versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) ketika kepengurusan PSSI dilanda dualisme.
Pada 2010, Riedl datang dan mengharu biru kancah sepak bola Indonesia dengan sukses tim besutannya mengawali langkah pada Piala AFF dengan gemilang. Kendati tampil antiklimaks pada partai final dan harus puas sebagai runner-up, skuad besutan Riedl ini mampu menggairahkan lagi animo publik ke Timnas Indonesia.
Setelah gonjang-ganjing sepak bola Indonesia, Riedl kembali dipercaya menangani Timnas Indonesia. Kali ini, panggungnya adalah Piala AFF 2014.
Namun, kali ini, skuad besutan Riedl tak tampil secemerlang pada edisi 2010. Mereka bahkan gagal lolos dari Grup A, yang dihelat di Vietnam.
Kegagalan Timnas Indonesia pada gelaran AFF 2014 tak membuat kepercayaan federasi pada pria asal Wina Austria ini luntur. Terbukti, pada Piala AFF 2016, Riedl kembali dipercaya menjadi nakhoda.
Kali ini, Timnas Indonesia tampil lebih baik ketimbang gelaran sebelumnya. Skuad Garuda akhirnya kembali mampu meraih gelar runner-up pada ajang ini.
Dari tiga kali masa pengabdian ini, ada sejumlah hal yang bisa dipelajari dari sosok Alfred Riedl. Apa saja pelajaran tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Disiplin
Disiplin merupakan atribut paling menonjol dari sosok Riedl. Pelatih yang menutup usia pada Senin (07/09) malam waktu Austria ini dikenal sebagai sosok tanpa kompromi dalam hal kedisiplinan.
Riedl tak segan-segan mencoret pemain yang telat bergabung dengan timnya. Padahal, banyak pihak yang menekannya agar pemain tersebut bisa tetap bergabung dengan Timnas Indonesia.
Bagi Riedl, kedisiplinan merupakan cara untuk melindungi timnya. Ia tak segan-segan menyemprot para petinggi federasi yang memasukkan acara-acara sarat bernuansa politik ke agenda Timnas Indonesia.
Namun, kendati disiplin, bukan berarti Riedl tampil sebagai sosok diktator. Ia lebih seperti orang tua yang melindungi anak-anaknya. Karenanya, tak berlebihan bahwa ia juga dipanggil Opa atau kakek.
Terbuka
Berstatus sebagai pelatih kawakan tak membuat Riedl menjadi sosok yang tertutup. Eks pelatih Timnas Austria ini dikenal sebagai sosok yang mau mendengar dan menerima masukan dari orang-orang di sekelilingnya.
"Coach Alfred memiliki pengalaman luar biasa selama 30 tahun di sepak bola internasional. Namun, ia sangat terbuka dengan masukan dari staf pelatih," ucap kolega sekaligus karib Riedl, Wolfgang Pikal.
Pujian Pikal bukan basa-basi belaka. Pada 2016, Riedl secara jujur mengaku bahwa kerjanya di Timnas Indonesia sangat didukung oleh kerja tim pelatih dan ofisial.
Bahkan, waktu itu, secara rendah hati, Riedl mengaku bahwa yang lebih banyak bekerja adalah Pikal dan Hans-Peter Schaller.
Mau Berbagi
Tak hanya terbuka bagi saran dan masukan, Riedl pun merupakan sosok pelatih yang tak pelit ilmu. Hal ini diungkapkan oleh Pikal.
Sebagai pelatih kawakan, Riedl memiliki banyak pengetahuan soal sepak bola. Tak hanya itu, ia pun memiliki segudang pengalaman berharga, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Menurut Pikal, Riedl tak pernah pelit berbagi ilmu dan pengalamannya tersebut. Mendiang justru senang jika ilmu dan pengalamannya tersebut bisa membuat orang lain lebih baik.
"Saya mendapat banyak ilmu dan pengalamannya dan sangat berterima kasih untuk itu," kata Pikal.
"Coach Riedl adalah pelatih hebat. Namun, lebih dari itu, ia adalah manusia hebat," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:46Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:11Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel
-
Liputan6 4 Juni 2026 21:33KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:59Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN 8 Juni
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:45IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt
MOST VIEWED
Jadwal Lengkap Piala AFF U-19 2026, Siaran Langsung Indosiar dan SCTV, Live Streaming Vidio
Benarkah Mathew Baker Dipromosikan ke Timnas Indonesia untuk Menghindari Pembajakan Australia di Masa Depan?
John Herdman Kesengsem dengan Comebacknya Marselino Ferdinan ke Timnas Indonesia: Dia Bagus Banget!
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026: Marselino Ferdinan Comeback, Mathew Baker Masuk Skuad
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...











:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546355/original/068481300_1775289352-MBG_Nanik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7774042/original/093874100_1780585863-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_21.34.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550396/original/088397900_1775689022-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_05.41.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4411433/original/029651100_1682935761-IMG20230501112847.jpg)

