
Bola.net - Indonesia mengakhiri perjalanan di Pra Piala Dunia 2014 dengan tragis, kekalahan telak 10-0 dari Bahrain mengiringi terpuruknya persepakbolaan Indonesia.
Indonesia sebenarnya memulai laga ini dengan optimisme yang cukup tinggi, namun akibat serangan Bahrain yang cukup membuat lini belakang Indonesia kerepotan membuat Skuad Garuda harus bermain dengan sepuluh pemain.
Pelanggaran yang dilakukan oleh Syamsidar kepada pemain Bahrain yang coba melewatinya, membuat wasit menghadiahkan kartu merah, wasit pun memberi bonus hadiah penalti untuk Bahrain.
Ismael Abdullatif yang masuk menjadi algojo tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya dengan baik, tendangan kaki kanannya tak mampu ditangkap oleh kiper pengganti, Andi M Guntur.
Setelah gol pertama ini, perjuangan Indonesia tampaknya semakin berat, hal itu terlihat dari sulitnya para pemain asuhan Aji Santoso ini membangun serangan.
Tak ada serangan yang berhasil masuk ke jantung pertahanan Bahrain, bahkan bola sudah lepas ketika memasuki lapangan tengah.
Sedangkan Bahrain, tampil cukup prima dan berhasil mengurung pertahanan Indonesia, gol kedua pun tak butuh waktu lama tercipta, tepatnya di menit ke-15 sebuah bola rebound berhasil dimanfaatkan oleh Mohamed Tayeb, kedudukan berubah menjadi 2-0.
Indonesia akhirnya memiliki sebuah peluang emas, ketika solo run Ferdinand Sinaga berhasil merangsek hingga depan kotak penalti Bahrain dan melakukan tendangan kaki kiri ke arah gawang, sayang bola masih mampu ditangkap dengan baik oleh kiper Bahrain.
Kembali, sebuah pelanggaran dilakukan di dalam kotak penalti Indonesia, kali ini giliran Diego Michiels yang menjadi pelakunya, namun kiper muda Indonesia, Andi M Guntur berhasil memblok tendangan Abdul Latif.
Wasit cukup murah hati atau memang pemain belakang Indonesia suka bermain kasar, yang pasti untuk ketiga kalinya terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Indonesia, dan kali ini berbuah gol.
Tendangan keras kaki kiri Mahmood Abdulrahman tak mampu diantisipasi oleh Andi M Guntur, kedudukan berubah menjadi 3-0 di menit ke-34.
Indonesia sepertinya harus banyak belajar mengenai sepakbola dan bukan hanya mengedepankan konflik kepentingan yang berujung pada kekuasaan dan kepuasan pribadi atau golongan.
Peraturan dan juga cara bermain bola dengan baik harus benar-benar dimengerti dan dimiliki oleh seluruh pemain Timnas, agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang akan merugikan tim.
Di menit ke-42, gawang Indonesia kembali kebobolan, sebuah sundulan yang cukup keras dilakukan oleh Mahmood Abldulrahman tak mampu ditepis oleh Andi M Guntur, kedudukan berubah menjadi 4-0.
Hingga turun minum, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta,Indonesia tertinggal empat gol tanpa balas.
Harus ada perubahan yang dilakukan oleh Aji, agar tidak ada lagi gol yang bersarang ke gawang Andi, selain itu, pola penyerangan pun harus lebih dioptimalkan untuk setidaknya mencetak gol.
Di babak kedua ini Indonesia malah semakin babak belur, empat gol tercipta dalam sepuluh menit.
Gol pertama di babak kedua ini tercipta di menit ke-60 oleh Mohamed Tayeb, kemudian di menit ke-62 oleh Sayed Dhiya. Selanjutnya, di menit ke-65 Mohamed Tayeb mencetak hattrick-nya.
Sedangkan Ismael Abdullatif mencetak gol keduanya di menit ke-71, kedudukan menjadi 8-0 untuk keunggulan Bahrain.
Derita Indonesia semakin berat, hal itu setelah Aji Santoso diusir keluar oleh wasit akibat melakukan protes yang dianggap berlebihan.
Di menit ke-82, gawang Indonesia kembali kebobolan, Sayed Dhiya mencetak gol keduanya dan membuat kedudukan menjadi 9-0.
Sebuah debut yang cukup gemilang sebenarnya dilakukan oleh Andi M Guntur, meski sembilan gol bersarang ke gawangnya, namun dua kali tendangan penalti berhasil digagalkannya.
Di babak injury time, Bahrain menambah satu gol melalui tendangan kaki kiri Sayed Dhiya sekaligus hattrick kedua di pertandingan ini.
Skor 10-0 harus diterima oleh Indonesia yang sudah pasti tak lolos ke Brasil.
Semoga hasil ini bisa membuka lebar-lebar mata dan telinga para penguasa di sepakbola Indonesia, baik itu PSSI maupun lawan mereka, KPSI, mereka yang merasa terhormat dan mengaku ingin memperbaiki sepakbola Indonesia harus benar-benar membuktikan apa yang mereka ucapkan, bukan hanya perebutan kekuasaan. (bola/end)
Indonesia sebenarnya memulai laga ini dengan optimisme yang cukup tinggi, namun akibat serangan Bahrain yang cukup membuat lini belakang Indonesia kerepotan membuat Skuad Garuda harus bermain dengan sepuluh pemain.
Pelanggaran yang dilakukan oleh Syamsidar kepada pemain Bahrain yang coba melewatinya, membuat wasit menghadiahkan kartu merah, wasit pun memberi bonus hadiah penalti untuk Bahrain.
Ismael Abdullatif yang masuk menjadi algojo tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya dengan baik, tendangan kaki kanannya tak mampu ditangkap oleh kiper pengganti, Andi M Guntur.
Setelah gol pertama ini, perjuangan Indonesia tampaknya semakin berat, hal itu terlihat dari sulitnya para pemain asuhan Aji Santoso ini membangun serangan.
Tak ada serangan yang berhasil masuk ke jantung pertahanan Bahrain, bahkan bola sudah lepas ketika memasuki lapangan tengah.
Sedangkan Bahrain, tampil cukup prima dan berhasil mengurung pertahanan Indonesia, gol kedua pun tak butuh waktu lama tercipta, tepatnya di menit ke-15 sebuah bola rebound berhasil dimanfaatkan oleh Mohamed Tayeb, kedudukan berubah menjadi 2-0.
Indonesia akhirnya memiliki sebuah peluang emas, ketika solo run Ferdinand Sinaga berhasil merangsek hingga depan kotak penalti Bahrain dan melakukan tendangan kaki kiri ke arah gawang, sayang bola masih mampu ditangkap dengan baik oleh kiper Bahrain.
Kembali, sebuah pelanggaran dilakukan di dalam kotak penalti Indonesia, kali ini giliran Diego Michiels yang menjadi pelakunya, namun kiper muda Indonesia, Andi M Guntur berhasil memblok tendangan Abdul Latif.
Wasit cukup murah hati atau memang pemain belakang Indonesia suka bermain kasar, yang pasti untuk ketiga kalinya terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Indonesia, dan kali ini berbuah gol.
Tendangan keras kaki kiri Mahmood Abdulrahman tak mampu diantisipasi oleh Andi M Guntur, kedudukan berubah menjadi 3-0 di menit ke-34.
Indonesia sepertinya harus banyak belajar mengenai sepakbola dan bukan hanya mengedepankan konflik kepentingan yang berujung pada kekuasaan dan kepuasan pribadi atau golongan.
Peraturan dan juga cara bermain bola dengan baik harus benar-benar dimengerti dan dimiliki oleh seluruh pemain Timnas, agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang akan merugikan tim.
Di menit ke-42, gawang Indonesia kembali kebobolan, sebuah sundulan yang cukup keras dilakukan oleh Mahmood Abldulrahman tak mampu ditepis oleh Andi M Guntur, kedudukan berubah menjadi 4-0.
Hingga turun minum, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta,Indonesia tertinggal empat gol tanpa balas.
Harus ada perubahan yang dilakukan oleh Aji, agar tidak ada lagi gol yang bersarang ke gawang Andi, selain itu, pola penyerangan pun harus lebih dioptimalkan untuk setidaknya mencetak gol.
Di babak kedua ini Indonesia malah semakin babak belur, empat gol tercipta dalam sepuluh menit.
Gol pertama di babak kedua ini tercipta di menit ke-60 oleh Mohamed Tayeb, kemudian di menit ke-62 oleh Sayed Dhiya. Selanjutnya, di menit ke-65 Mohamed Tayeb mencetak hattrick-nya.
Sedangkan Ismael Abdullatif mencetak gol keduanya di menit ke-71, kedudukan menjadi 8-0 untuk keunggulan Bahrain.
Derita Indonesia semakin berat, hal itu setelah Aji Santoso diusir keluar oleh wasit akibat melakukan protes yang dianggap berlebihan.
Di menit ke-82, gawang Indonesia kembali kebobolan, Sayed Dhiya mencetak gol keduanya dan membuat kedudukan menjadi 9-0.
Sebuah debut yang cukup gemilang sebenarnya dilakukan oleh Andi M Guntur, meski sembilan gol bersarang ke gawangnya, namun dua kali tendangan penalti berhasil digagalkannya.
Di babak injury time, Bahrain menambah satu gol melalui tendangan kaki kiri Sayed Dhiya sekaligus hattrick kedua di pertandingan ini.
Skor 10-0 harus diterima oleh Indonesia yang sudah pasti tak lolos ke Brasil.
Semoga hasil ini bisa membuka lebar-lebar mata dan telinga para penguasa di sepakbola Indonesia, baik itu PSSI maupun lawan mereka, KPSI, mereka yang merasa terhormat dan mengaku ingin memperbaiki sepakbola Indonesia harus benar-benar membuktikan apa yang mereka ucapkan, bukan hanya perebutan kekuasaan. (bola/end)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 20 Maret 2026 21:58 -
Liga Inggris 20 Maret 2026 21:45 -
Piala Dunia 20 Maret 2026 21:32 -
Liga Inggris 20 Maret 2026 21:29 -
Liga Inggris 20 Maret 2026 21:15 -
Otomotif 20 Maret 2026 20:54
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 20 Maret 2026 21:58 -
tim nasional 20 Maret 2026 18:15 -
tim nasional 19 Maret 2026 23:22 -
tim nasional 18 Maret 2026 19:01 -
tim nasional 18 Maret 2026 17:28 -
tim nasional 18 Maret 2026 17:21
MOST VIEWED
- Daftar Lengkap Sanksi AFC untuk Malaysia: Skandal Naturalisasi Berujung WO dan Gagal ke Piala Asia 2027
- Rapor Emil Audero Merah, Cremonese Dihajar Fiorentina di Liga Italia
- Starting XI Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Siapa Starter Utama?
- AFC Resmi Hukum Malaysia Karena Skandal Naturalisasi: Kalah WO pada 2 Laga Kualifikasi Piala Asia 2027
HIGHLIGHT
- Michael Carrick Buka Sinyal Transfer, Ini 8 Winger...
- Rodrygo Masuk Daftar, Ini Starting XI Pemain yang ...
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Si...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...











:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535463/original/007659900_1774014876-b0d06b6b-3934-4276-b6ac-0c5d867ae734.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535449/original/049772900_1774011123-IMG_2583.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535465/original/073686600_1774014960-IMG-20260320-WA0019.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535457/original/049492300_1774012455-Screenshot_20260320_195943_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2822931/original/080875500_1559665581-Malam-Takbiran3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5535445/original/028469800_1774010451-260320-pengakuan-dosa-hasan-nasbi-dulu-sering-ikut-bully-prabowo-tak-percaya-soal-perang-5034e0.jpg)

