PJE Beri Pelajaran Besar Pada NSH
Editor Bolanet | 11 Januari 2012 00:20
- Tim Pelita Jaya Esia (PJE) Jakarta berhasil membungkam NSH GMC Riau dengan skor telak 100-38 pada National Basketball League Seri II di GOR Sritex Arena Solo, Selasa petang.
Pelita Jaya memang masih terlalu tangguh bagi NSH, tim yang baru merangkak bergabung ke tingkat NBL. Center Max Yanto dan kawan kawan pada kuarter pertama belum bisa mengimbangi permainan Pelita Jaya yang dihuni banyak pemain berpengalaman.
Erick Sebayang cs yang menampilkan permainan lugas pada kuarter pertama, berhasil mengumpulkan angka bagi Pelita Jaya dengan skor 23-8.
PJE yang bermain lepas melawan NSH ini, terlihat mampu menguasai permainan. Sehingga, Erick Sebayang dan kawan kawan pada kuarter dua mampu meninggalkan NSH dalam perolehan angka dengan skor 47-14.
Sebaliknya, NSH mayoritas menurunkan pemain muda tersebut belum mampu mengimbangi permainan lawan. Pelita semakin jauh perolehan angka di kuarter tiga dengan skor 66-22.
Tim asuhan Rastafari Horongbala, kian meningkatkan tempo permainan dengan penjagaan ketat dalam pertahanan maupun saat menyerang. Sehingga, Max Yanto dan kawan kawan tidak bisa mengembangkan permainannya, sehingga serangan NSH ke ring Pelita sering tidak membuahkan angka. Bahkan, Max Yanto dan kawan kawan sering melakukan kesalahan sendiri.
Pelita Jaya pada kuarter terakhir ini, akhirnya mampu membekukan kemenangan dengan meyakinkan dengan skor 100-38. Pemain Erick Sebayang menjadi motor tim dengan poin terbanyak yakni 21 angka.
Pemain NSH GMC Riau Max Yanto yang menjadi tumpuan tim mampu menyumbangkan poin bagi timnya sebanyak 18 angka.
Tim NSH memang tim baru dan masih jauh du bawah Pelita, ujar forward PJE, Romy Chandra usai laga.
Pelatih Pelita Jaya Esia Jakarta Rastafari Horongbala, mengatakan, timnya melawan NSH bermain bagus. Mereka bermain sesuai sistem, sehingga mereka mudah penetrasi ke pertahanan lawan. Menurutnya, NSH tim baru diperkuat mayoritas pemain muda, sehingga mereka masih perlu pengalaman yang lebih banyak.
Pelatih NSH GMS Riau Tri Adnyanaadi Lokatanaya mengatakan, timnya sering melakukan kesalahan yang tidak perlu terjadi, karena, hal itu dampak dari mental mereka yang perlu diperbaiki. Tim sering mender jika bermain dengan tim besar seperti Pelita. Mereka tidak fokus dan sering salah sendiri, katanya.
Menurut dia, tim memang tim baru yang perlu proses untuk bisa mengimbangi tim-tim yang sudah banyak pengalaman dan nama besar. (ant/mxm)
Pelita Jaya memang masih terlalu tangguh bagi NSH, tim yang baru merangkak bergabung ke tingkat NBL. Center Max Yanto dan kawan kawan pada kuarter pertama belum bisa mengimbangi permainan Pelita Jaya yang dihuni banyak pemain berpengalaman.
Erick Sebayang cs yang menampilkan permainan lugas pada kuarter pertama, berhasil mengumpulkan angka bagi Pelita Jaya dengan skor 23-8.
PJE yang bermain lepas melawan NSH ini, terlihat mampu menguasai permainan. Sehingga, Erick Sebayang dan kawan kawan pada kuarter dua mampu meninggalkan NSH dalam perolehan angka dengan skor 47-14.
Sebaliknya, NSH mayoritas menurunkan pemain muda tersebut belum mampu mengimbangi permainan lawan. Pelita semakin jauh perolehan angka di kuarter tiga dengan skor 66-22.
Tim asuhan Rastafari Horongbala, kian meningkatkan tempo permainan dengan penjagaan ketat dalam pertahanan maupun saat menyerang. Sehingga, Max Yanto dan kawan kawan tidak bisa mengembangkan permainannya, sehingga serangan NSH ke ring Pelita sering tidak membuahkan angka. Bahkan, Max Yanto dan kawan kawan sering melakukan kesalahan sendiri.
Pelita Jaya pada kuarter terakhir ini, akhirnya mampu membekukan kemenangan dengan meyakinkan dengan skor 100-38. Pemain Erick Sebayang menjadi motor tim dengan poin terbanyak yakni 21 angka.
Pemain NSH GMC Riau Max Yanto yang menjadi tumpuan tim mampu menyumbangkan poin bagi timnya sebanyak 18 angka.
Tim NSH memang tim baru dan masih jauh du bawah Pelita, ujar forward PJE, Romy Chandra usai laga.
Pelatih Pelita Jaya Esia Jakarta Rastafari Horongbala, mengatakan, timnya melawan NSH bermain bagus. Mereka bermain sesuai sistem, sehingga mereka mudah penetrasi ke pertahanan lawan. Menurutnya, NSH tim baru diperkuat mayoritas pemain muda, sehingga mereka masih perlu pengalaman yang lebih banyak.
Pelatih NSH GMS Riau Tri Adnyanaadi Lokatanaya mengatakan, timnya sering melakukan kesalahan yang tidak perlu terjadi, karena, hal itu dampak dari mental mereka yang perlu diperbaiki. Tim sering mender jika bermain dengan tim besar seperti Pelita. Mereka tidak fokus dan sering salah sendiri, katanya.
Menurut dia, tim memang tim baru yang perlu proses untuk bisa mengimbangi tim-tim yang sudah banyak pengalaman dan nama besar. (ant/mxm)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persib 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:44
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Borneo FC 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:40
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persija 5 April 2026
Bola Indonesia 4 April 2026, 11:35
-
Benarkah Pep Guardiola Akan Tinggalkan Man City Akhir Musim Nanti?
Liga Inggris 4 April 2026, 10:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13











