Review: Tanpa Gol di Laga Korea Utara vs UEA
Editor Bolanet | 11 Januari 2011 22:50
Korea Utara, yang tampil pada putaran final Piala Dunia di Afrika Selatan tapi kalah pada seluruh tiga pertandingan mereka, bisa bertahan dari rangkaian tekanan yang dilakukan UEA selama 90 menit di Qatar Sports Club Stadium.
Korea Utara, sebenarnya sempat mendapatkan peluang emas melalui titik putih setelah Jong Tae-Se dijatuhkan oleh Hamdan Al Kamali di menit ke-8. Akan tetapi, sang kapten Hong Yong-Jo yang menjadi eksekutor, gagal memanfaatkannya. Tendangannya masih membentur mistar gawang UEA.
Usai peluang Korea Utara itu, UEA secara berangsur-angsur meningkatkan permainan mereka dan berbalik menyerang tim Korea yang terlihat tak terkoordinir. UEA hampir mendominasi secara keseluruhan dengan kapten Subait Khater melepaskan tembakan bebas 30 meter namun mengarah langsung pada kiper Korea Ri Myong-Guk pada menit ke-17.
Ahmed Khali juga mendapat peluang namun juga mengarah pada sang kiper beberapa menit kemudian. Dia kembali mendapat peluang namun gagal mengalahkan Ri saat sudah berhadapan satu lawan satu dalam sebuah kemelut di depan gawang.
Tim Teluk, runner-up 1996 yang ditangani pelatih asal Slovenia, Srecko Katanec, meneruskan serangan dengan Al Kamali melepaskan sundulan namun melesat di atas mistar gawang.
Striker Ismaeil Matar lalu melepaskan tembakan voli di depan gawang namun melebar ke sisi gawang.
Beberapa peluang diciptakan kembali para pemain UEA namun hingga pertandingan berakhir gagal menghasilkan gol. (ant/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Dari Harapan ke Kehancuran: 45 Menit yang Kelam bagi Newcastle di Camp Nou
Liga Champions 19 Maret 2026, 12:27
-
Man of the Match Liverpool vs Galatasaray: Dominik Szoboszlai
Liga Champions 19 Maret 2026, 07:04
-
Man of the Match Tottenham vs Atletico Madrid: Xavi Simons
Liga Champions 19 Maret 2026, 07:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28













