Finalissima 2026 Batal Total: Perang Timur Tengah dan Konflik FIFA-UEFA Gagalkan Duel Messi vs Yamal

Bola.net - Rencana duel akbar antara Spanyol dan Argentina di Finalissima 2026 resmi runtuh. Pertandingan yang mempertemukan juara Eropa dan Amerika Selatan itu akhirnya dibatalkan setelah berminggu-minggu ketidakpastian.
Awalnya, laga dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Lusail Stadium, Qatar. Namun eskalasi konflik militer di Timur Tengah membuat pertandingan mustahil digelar sesuai rencana.
Situasi ini memicu negosiasi intens antara berbagai pihak, mulai dari UEFA, CONMEBOL, hingga federasi sepak bola Spanyol dan Argentina. Tetapi pada akhirnya, semua upaya menemukan solusi gagal mencapai kesepakatan.
Di balik pembatalan tersebut, tersimpan kisah rumit tentang jadwal yang padat, tarik-menarik kepentingan federasi, hingga dampak konflik geopolitik terhadap dunia sepak bola.
Finalissima: Tradisi Pertemuan Juara Dua Benua

Finalissima merupakan pertandingan yang mempertemukan juara Piala Eropa dan Copa America. Laga ini pertama kali digelar pada 1985 ketika Prancis mengalahkan Uruguay 2-0 di Paris.
Edisi kedua berlangsung pada 1993, saat Argentina menundukkan Denmark lewat adu penalti di Mar del Plata. Setelah lama vakum, kompetisi ini dihidupkan kembali pada 2022 dengan format baru bernama Finalissima.
Pada edisi tersebut, Argentina mengalahkan Italia 3-0 di Wembley. Kemenangan itu membuat tim asuhan Lionel Scaloni menjadi pemegang trofi terbaru menjelang edisi 2026.
Pertemuan terbaru antara Spanyol dan Argentina menjadi sangat menarik karena mempertemukan generasi berbeda: Lionel Messi sebagai ikon sepak bola modern melawan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Jadwal Padat Membuat Negosiasi Berjalan Rumit
Kesulitan pertama dalam menyelenggarakan Finalissima adalah menemukan tanggal yang tepat di kalender sepak bola internasional yang semakin padat.
Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol Rafael Louzan dan Presiden Federasi Argentina Claudio Tapia sudah membahas opsi tersebut sejak awal 2025. Namun tidak ada keputusan konkret karena jadwal internasional dipenuhi berbagai kompetisi.
Turnamen seperti UEFA Nations League, kualifikasi Piala Dunia, serta format baru Piala Dunia Antarklub membuat hampir tidak ada ruang kosong di kalender.
Pembahasan lanjutan terjadi pada Kongres FIFA di Paraguay pada Mei 2025. Pada saat itu mulai beredar informasi bahwa Qatar akan menjadi tuan rumah pertandingan, meskipun tanggal dan stadion belum dipastikan.
Baru pada Desember 2025 diputuskan bahwa pertandingan akan digelar di Lusail Stadium pada 27 Maret 2026 sebagai bagian dari acara “Qatar Football Festival”.
Konflik Timur Tengah Mengubah Segalanya
Situasi berubah drastis pada 28 Februari 2026. Serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap kota-kota besar Iran memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Iran kemudian membalas dengan serangan misil yang menargetkan Israel serta beberapa wilayah strategis di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Akibatnya, sebagian besar jalur udara di wilayah tersebut ditutup, termasuk wilayah udara Qatar. Kondisi ini membuat penyelenggaraan Finalissima langsung dipertanyakan.
Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente menilai sepak bola bukan prioritas di tengah situasi tersebut. Ia juga menambahkan bahwa jika pertandingan tidak memungkinkan digelar di Qatar, maka solusi terbaik adalah mencari lokasi alternatif.
Perdebatan Lokasi Baru Memicu Ketegangan
Sejumlah opsi kemudian muncul setelah Qatar menunda seluruh pertandingan sepak bola di negara tersebut pada awal Maret.
Salah satu ide yang sempat menguat adalah memindahkan laga ke Santiago Bernabeu di Madrid. Opsi ini dinilai logis karena sebagian besar pemain Spanyol maupun Argentina bermain di klub-klub Eropa.
Serikat pemain Spanyol bahkan secara terbuka menolak jika pertandingan tetap digelar di wilayah konflik. Mereka menegaskan bahwa keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama.
Namun, rencana memainkan Finalissima di Madrid ditolak oleh Presiden Federasi Argentina Claudio Tapia. Ia menyatakan bahwa jika pertandingan dipindahkan dari Qatar, maka Argentina juga berhak menjadi tuan rumah.
“Spanyol ingin bermain di Spanyol, dan saya ingin pertandingan dimainkan di Monumental,” kata Tapia kepada wartawan di Buenos Aires.
Perbedaan sikap ini memperumit negosiasi yang sudah berlangsung selama beberapa hari.
Kebuntuan Negosiasi dan Pembatalan Resmi
UEFA sempat mengusulkan beberapa solusi lain, termasuk kemungkinan memainkan pertandingan di venue netral di Roma atau bahkan menggelar final dua leg.
Namun kedua opsi tersebut akhirnya gagal disepakati. Spanyol menolak format dua leg karena jadwal internasional yang sudah terlalu padat.
Sementara itu, Argentina dan CONMEBOL bersikeras bahwa pertandingan hanya boleh dimainkan di tempat netral. Perbedaan posisi ini membuat kesepakatan akhir tidak pernah tercapai.
Pada akhirnya, semua pihak sepakat bahwa Finalissima 2026 tidak mungkin digelar sesuai jadwal. Keputusan pembatalan resmi diumumkan pada Minggu, 15 Maret 2026.
Pernyataan yang dirilis masing-masing organisasi memperlihatkan adanya saling menyalahkan di balik layar. UEFA menyebut beberapa opsi ditolak Argentina, sementara pihak Argentina menegaskan mereka tetap ingin bermain di venue netral.
Dampak Besar Bagi Persiapan Menuju Piala Dunia
Pembatalan Finalissima membuat Spanyol dan Argentina harus mencari lawan baru untuk agenda internasional bulan Maret.
Spanyol akhirnya menjadwalkan laga uji coba melawan Serbia di Estadio de la Ceramica pada 27 Maret.
Sementara itu, Argentina sempat kesulitan mencari lawan pengganti sebelum akhirnya mengumumkan pertandingan persahabatan melawan Guatemala pada 31 Maret.
Laga melawan Spanyol sebenarnya dianggap sangat penting bagi Argentina. Pertandingan tersebut dipandang sebagai ujian ideal menghadapi lawan Eropa menjelang Piala Dunia 2026.
Faktanya, sejak menjuarai Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis di final, Argentina belum pernah menghadapi tim Eropa dalam pertandingan resmi maupun persahabatan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 02:31Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
-
Piala Dunia 20 Juni 2026 21:03Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Austria 23 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 13:10Man of the Match Jepang vs Tunisia: Ayase Ueda
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 21 Juni 2026 13:10Man of the Match Jepang vs Tunisia: Ayase Ueda
SOROT
-
Liputan6 21 Juni 2026 14:45Pramono Beri Diskon Pajak 50 Persen untuk Film Nasional
-
Liputan6 21 Juni 2026 14:40Pemprov DKI Jakarta Beri Insentif Pajak 50 Persen untuk Industri Film
-
Liputan6 21 Juni 2026 12:59Pramono Batal Pindahkan Patung Jenderal Sudirman
-
Liputan6 21 Juni 2026 12:51
Bukan Bid'ah, Ini Sejarah Tasyakuran Sepulang Haji di Indonesia
-
Liputan6 21 Juni 2026 12:34Reaksi PDIP Disebut Main Politik Dua Kaki
-
Liputan6 21 Juni 2026 11:55Pramono Beberkan Fakta di Balik Viral Motor Ojol Diangkut Dishub
HIGHLIGHT
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Ar...
5 Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool Setelah Penu...
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Jua...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257083/original/063600800_1781194889-siaranpers_pemprov_dki-20260611220603_engu4y_744.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256275/original/043072300_1781151920-Pram.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012483/original/054511500_1651382445-000_329A6UU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058071/original/080855600_1734624831-IMG_20241219_201802.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263662/original/074663200_1781954100-PHOTO-2026-06-20-16-19-23.jpg)

