Dari Harapan ke Kehancuran: 45 Menit yang Kelam bagi Newcastle di Camp Nou

Dari Harapan ke Kehancuran: 45 Menit yang Kelam bagi Newcastle di Camp Nou
Pemain Newcastle United, Harvey Barnes, memberikan aplaus kepada para pendukungnya usai laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Barcelona, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Newcastle United harus menerima kenyataan pahit di Liga Champions 2025/2026. Bertandang ke Camp Nou pada leg kedua babak 16 Besar, mereka dihancurkan Barcelona dengan skor 7-2, Kamis (19/3) dini hari WIB.

Hasil ini memastikan langkah Newcastle terhenti. Mereka kalah agregat 8-3 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama.

Padahal, Newcastle sempat memberi perlawanan sengit. Mereka tampil kompetitif pada babak pertama dan beberapa kali mampu menyamakan kedudukan.

Namun, semua berubah drastis setelah jeda. Babak kedua menjadi mimpi buruk yang sulit dilupakan bagi The Magpies.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Babak Pertama Penuh Harapan

Babak Pertama Penuh Harapan

Skuad Newcastle merayakan gol Anthony Elanga ke gawang Barcelona (c) AP Photo/Joan Monfort

Newcastle menunjukkan karakter kuat sejak awal laga. Mereka tidak gentar menghadapi tekanan dari Barcelona.

Tim asuhan Eddie Howe bahkan mampu mencetak dua gol penyeimbang. Situasi ini menunjukkan mereka masih punya peluang untuk bersaing.

Meskipun tertinggal 3-2 sebelum turun minum, Newcastle tetap dalam permainan. Mereka mampu menciptakan peluang dan mengganggu pertahanan lawan.

Newcastle lebih dari sekadar bersaing dalam sebagian besar duel dua leg ini. Mereka menunjukkan semangat dan determinasi tinggi.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 22 Maret 2026
Newcastle Newcastle
19:00 WIB
Sunderland Sunderland

Babak Kedua yang Menghancurkan

Babak Kedua yang Menghancurkan

Joelinton mencoba merebut bola dari kaki Lamine Yamal di laga Barcelona vs Newcastle, Kamis (19/3/2026) (c) AP Photo/Joan Monfort

Segalanya berubah setelah babak kedua dimulai. Newcastle kehilangan kontrol permainan dan mulai melakukan kesalahan fatal.

Salah satu momen paling krusial terjadi saat Jacob Ramsey terpeleset. Ia tanpa sengaja memberikan bola kepada Raphinha di area berbahaya.

Situasi itu langsung dimanfaatkan dengan baik. Raphinha mencetak gol dengan tenang tanpa mampu dihentikan Aaron Ramsdale.

"Bahkan mengubah gaya bermain menjadi lebih rendah dan lebih dalam serta ruang yang lebih kompak pun tidak banyak membantu upaya kami," keluh pelatih kepala Newcastle itu.

Kesalahan yang Dibayar Mahal

Kesalahan yang Dibayar Mahal

Raphinha merayakan golnya ke gawang Newcastle bersama Lamine Yamal (c) AP Photo/Joan Monfort

Kesalahan individu menjadi titik balik. Newcastle tidak mampu mengatasi tekanan yang semakin intens dari Barcelona.

Gol demi gol terus bersarang ke gawang mereka. Pertahanan yang sebelumnya cukup solid berubah rapuh.

Anthony Elanga menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung kerasnya malam itu. Ia tampak terpukul setelah laga berakhir.

"Sangat disayangkan kami kalah dengan cara seperti ini," katanya kepada TNT Sports. "Kami seharusnya bisa bermain lebih baik. Ini hanyalah pertandingan yang penuh kesalahan."

Pelajaran Besar untuk Newcastle

Pelajaran Besar untuk Newcastle

Reaksi Anthony Gordon (dua dari kiri) bersama pemain Newcastle United usai laga melawan Barcelona di leg 1 babak 16 besar Liga Champions, 11 Maret 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Newcastle menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing, tetapi belum konsisten selama 90 menit.

Perbedaan kualitas terlihat saat tekanan meningkat. Barcelona mampu memanfaatkan setiap celah yang ada.

Bagi Newcastle, pengalaman ini tetap penting. Mereka mendapat gambaran jelas tentang level tertinggi di Eropa.

Liga Champions musim ini berakhir pahit. Namun, fondasi untuk berkembang ke depan tetap ada.

Sumber: BBC Sport