Aktivis Greenpeace Ditahan Jelang Final Liga Champions
Editor Bolanet | 25 Mei 2014 11:47
- 10 Aktivis Greenpeace ditahan sebelum mampu melakoni aksinya di laga final Liga Champions. Rencananya tim Greenpeace tersebut akan memasang banner raksasa di atap Stadion Da Luz untuk menentang Gazprom, salah satu sponsor utama Liga Champions.
Ditahannya aktivis Greenpeace ini dikonfirmasi melalui situs resmi mereka. Dalam situs itu juga dipaparkan alasan aktivis Greenpeace menentang Gazprom. Mereka menyebut perusahaan minyak asal Rusia itu mengancam lingkungan hidup dengan rencana pengeboran minyak di Antartika.
Final Liga Champions memang menyedot perhatian banyak orang dengan sepakbola olahraga terpopuler di muka bumi ini. Kesempatan ini yang digunakan Greenpeace untuk mencuri perhatian publik dan menyampaikan pesan mereka.
Aksi ini bukan yang pertama bagi Greenpeace. Sebelumnya mereka sukses membentangkan banner raksasa pada laga Liga Champions Oktober 2013 lalu. Mereka juga sukses menyabotase jumpa pers Real Madrid jelang laga final beberapa waktu lalu.
Gazprom sendiri adalah perusahaan minyak terbesar kedua di dunia. Perusahaan tersebut dimiliki oleh Rusia dan akan menjadi perusahaan minyak pertama yang mengebor minyak di antartika. (grp/mac)
Ditahannya aktivis Greenpeace ini dikonfirmasi melalui situs resmi mereka. Dalam situs itu juga dipaparkan alasan aktivis Greenpeace menentang Gazprom. Mereka menyebut perusahaan minyak asal Rusia itu mengancam lingkungan hidup dengan rencana pengeboran minyak di Antartika.
Final Liga Champions memang menyedot perhatian banyak orang dengan sepakbola olahraga terpopuler di muka bumi ini. Kesempatan ini yang digunakan Greenpeace untuk mencuri perhatian publik dan menyampaikan pesan mereka.
Aksi ini bukan yang pertama bagi Greenpeace. Sebelumnya mereka sukses membentangkan banner raksasa pada laga Liga Champions Oktober 2013 lalu. Mereka juga sukses menyabotase jumpa pers Real Madrid jelang laga final beberapa waktu lalu.
Gazprom sendiri adalah perusahaan minyak terbesar kedua di dunia. Perusahaan tersebut dimiliki oleh Rusia dan akan menjadi perusahaan minyak pertama yang mengebor minyak di antartika. (grp/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34

















