Joao Neves Sindir Arsenal Usai PSG Juara Liga Champions: Hanya Kami yang Ingin Bermain

Joao Neves Sindir Arsenal Usai PSG Juara Liga Champions: Hanya Kami yang Ingin Bermain
Selebrasi Joao Neves usai kemenangan PSG atas Arsenal di final Liga Champions 2025/2026, 30 Mei 2026. (c) AP Photo/Petr Josek

Bola.net - PSG kembali menorehkan sejarah di panggung Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. Klub asal Prancis itu memastikan trofi kedua secara beruntun usai menaklukkan Arsenal melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung sengit.

Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama waktu normal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui Kai Havertz, sebelum PSG membalas lewat Ousmane Dembele. Kedua tim gagal mencetak gol tambahan hingga babak perpanjangan waktu usai, sehingga pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Pada babak tos-tosan, Arsenal kehilangan momentum setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna. PSG pun keluar sebagai pemenang dan kembali mengangkat trofi paling bergengsi di level klub Eropa.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Sindiran Joao Neves

Sindiran Joao Neves

Selebrasi Joao Neves usai kemenangan PSG atas Arsenal di final Liga Champions 2025/2026, 30 Mei 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Namun, perayaan kemenangan PSG diwarnai komentar pedas dari gelandang muda mereka, Joao Neves. Pemain asal Portugal itu melontarkan sindiran yang diyakini mengarah pada gaya bermain Arsenal sepanjang pertandingan.

Menurut Neves, PSG merupakan satu-satunya tim yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola menyerang di final tersebut.

"Perasaan ini luar biasa. Ini adalah kali kedua saya menjadi juara Eropa. Bukan hanya soal kemenangan, tetapi tentang bermain bersama rekan-rekan setim, staf pelatih, dan seluruh manajemen yang luar biasa," ujar Neves.

Ia juga mengaku tidak pernah menyesali keputusannya bergabung dengan PSG.

"Datang ke sini adalah keputusan terbaik dalam hidup saya. Saya mencintai segalanya di klub ini. Kami pantas menang hari ini karena PSG adalah satu-satunya tim yang ingin bermain," tambahnya.

Tekanan Berat PSG

Tekanan Berat PSG

Owner PSG, Nasser bin Ghanim Al-Khelaifi mengangkat trofi Liga Champions usai di final mengalahkan Arsenal, 30 Mei 2026 di Budapest. (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Pernyataan tersebut berpotensi memicu perdebatan di kalangan penggemar Arsenal. Neves secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa The Gunners lebih banyak mengandalkan permainan bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Gelandang berusia 21 tahun itu juga menilai perjalanan PSG musim ini jauh lebih berat dibanding musim sebelumnya. Sebagai juara bertahan, Les Parisiens harus menghadapi tekanan lebih besar karena menjadi target utama seluruh tim peserta.

"Musim ini berbeda. Lebih sulit dan lebih menguras fisik. Kami datang sebagai juara bertahan dan harus mempertahankan status itu. Sekarang kami menjadi bagian dari sejarah PSG. Semua orang sangat bahagia dan saya ingin menikmati momen ini bersama rekan-rekan setim," katanya.

PSG Layak Juara

PSG Layak Juara

PSG menjadi juara Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique menilai pertandingan berlangsung sangat seimbang. Meski demikian, ia percaya timnya layak menjadi juara jika melihat konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim.

"Saya pikir kedua tim sama-sama pantas menang hari ini. Namun jika melihat bagaimana kami bermain sepanjang musim, saya merasa PSG layak menjuarai Liga Champions," ujar Enrique.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui bahwa Arsenal sempat membuat timnya kesulitan setelah mencetak gol lebih dulu. Menurutnya, The Gunners sangat disiplin dalam bertahan sehingga PSG membutuhkan usaha ekstra untuk membongkar pertahanan lawan.

"Mereka memulai pertandingan dengan sempurna dan mencetak gol dari satu momen yang beruntung. Setelah itu mereka bisa bertahan dengan sangat baik. Situasi seperti itu selalu sulit karena kami terbiasa menyerang tim yang menumpuk banyak pemain di belakang bola," jelas Enrique.

Meski harus bekerja keras hingga adu penalti, Enrique menegaskan PSG pantas membawa pulang trofi setelah berhasil bangkit dan menunjukkan mental juara di momen-momen krusial.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan dominasi PSG di sepak bola Eropa dalam dua musim terakhir. Tantangan berikutnya bagi Enrique adalah mempertahankan level permainan timnya sekaligus melakukan penyegaran skuad agar tetap kompetitif menghadapi musim baru.