Kisah Balik: Konflik yang Menguji Kekompakan Tontowi/Liliyana Jelang Olimpiade 2016
Anindhya Danartikanya | 19 Mei 2020 09:25
Bola.net - Medali emas Olimpiade 2016 merupakan momen terindah bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir selama berkiprah sebagai bulu tangkis. Tetapi, jalan menuju ke sana tak sepenuhnya mulus bagi Tontowi/Liliyana.
Ada tantangan nonteknis yang dihadapi pasangan tersebut. Hubungan Tontowi dan Liliyana sempat bermasalah alias tidak akur pada awal 2016, yang juga berimbas pada penampilan di lapangan. Situasi tersebut diakui pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Richard Mainaky.
"Tekanan menuju Olimpiade sangat besar. Jangankan pemain, saya sebagai pelatih juga merasakan tekanan dan sempat emosional di suatu turnamen. Jadi saat itu baik Owi maupun Butet sama-sama sensitif," kata Richard, melalui rilis dari PBSI, Senin (18/5/2020).
"Yang satu teledor, ditegur sama yang satu lagi. Yang satu merasa enggak terima, merasa kalau enggak ada saya kan dia juga enggak bisa juara. Hal-hal seperti ini yang sebetulnya jadi masalah di komunikasi, padahal mereka berdua kan punya tujuan yang sama," imbuh Richard.
Dibantu Psikolog PBSI
Richard mengaku sudah mencoba berbicara dari hati ke hati dengan Tontowi/Liliyana. Langkah serupa juga dilakukan asistennya, Nova Widianto.
"Saya sama Nova sudah coba ngomong sama mereka satu-satu, tapi hasilnya tidak terlalu bagus. Jadi saya ajukan ke Rexy (Mainaky) yang waktu itu jadi Kabid Binpres di PBSI, agar ada psikolog yang menengahi mereka," kata Richard.
"Akhirnya ditugaskanlah Pak Rachman Widohardhono, psikolog PBSI, untuk menangani Owi/Butet. Dari situ mulai digali dan mereka bicara banyak, sudah mulai ada pengertian, ada komitmen sehingga ada jalan," sambung Richard.
Training Camp di Kudus
Richard juga mengatakan training camp Olimpiade di Kudus menjadi salah satu momen yang memperkuat kekompakan Owi/Butet usai hubungan menunjukkan kemajuan berkat konsultasi dengan psikolog.
"Owi/Butet makin kuat lagi bonding-nya selama di training camp di Kudus. Selama karantina itu, saya meminta pertolongan dari Koh Chris (Christian Hadinata) untuk kasih wejangan sama mereka berdua. Waktu itu ada Minarti (Timur) juga yang sudah punya pengalaman di Olimpiade," kenang Richard.
"Ada satu kata-kata Koh Chris yang sangat menggugah buat Owi/Butet, tapi saya lihat lebih mengena ke Owi. Koh Chris bilang mereka itu soulmate, belahan jiwa. Owi belahan jiwanya Butet, begitu juga sebaliknya. Apa yang mereka lakukan, akan berpengaruh untuk mereka berdua."
"Sekarang kalau Butet kasih tahu Owi, bukannya marah, tapi namanya orang Manado kan kalau ngasih tahu mungkin terdengar tegas. Saya juga sebagai orang Timur juga sering begitu, ngasih tahu anak saya seperti lagi marah padahal tidak," kata Richard.
Menurut Richard, setelah camp di Kudus sikap Tontowi berubah. Itu berimbas pada penampilan Owi/Butet di lapangan. Semua pertandingan sampai final diselesaikan dengan baik.
"Owi/Butet sampai merepotkan musuh bebuyutan mereka waktu itu, Zhang Nan/Zhao Yunlei (China). Zhang/Zhao sebelumnya kompak, tapi jelang olimpiade sempat kelihatan tidak harmonis di lapangan. Sebaliknya Owi/Butet dari jauh-jauh hari berantem, tapi pas Olimpiade akur banget, ya jadi sulit mengalahkan mereka," imbuh Richard.
Disadur dari: Bolacom (Yus Mei Sawitri) | Dipublikasi: 18 Mei 2020
Video: Tontowi Ahmad Umumkan Pensiun dari Bulu Tangkis di Instagram
Baca Juga:
- Tontowi Ahmad Beber Faktor-Faktor Pendorong Keputusannya Pensiun
- Liliyana Natsir Angkat Suara Soal Keputusan Tontowi Ahmad Pensiun
- Belum Ingin Jadi Pelatih, Inilah Rencana Kegiatan Tontowi Ahmad Usai Pensiun
- Richard Mainaky Kenang Momen Bentuk Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
- PBSI Sebut Tontowi Ahmad Pekerja Keras, Teladan Bagi Atlet Muda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kurniawan Dwi Yulianto Akui Peluang Timnas Indonesia U-17 ke Semifinal Tipis
Tim Nasional 17 April 2026, 00:22
LATEST UPDATE
-
Arsenal vs Man City, Perebutan Gelar Premier League Makin Panas
Liga Inggris 20 April 2026, 07:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 20 April 2026, 05:17
-
Man of the Match Juventus vs Bologna: Jonathan David
Liga Italia 20 April 2026, 04:08
-
Man of the Match Verona vs Milan: Adrien Rabiot
Liga Italia 20 April 2026, 02:31
-
Man of the Match Everton vs Liverpool: Virgil van Dijk
Liga Inggris 20 April 2026, 02:18
-
Man of the Match Manchester City vs Arsenal: Erling Haaland
Liga Inggris 20 April 2026, 02:04
-
Hasil Al Wasl vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo Pimpin Pesta Gol di Zabeel Stadium
Asia 19 April 2026, 23:09
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00









