Mengapa RB Leipzig Berpotensi Geser Dominasi Bayern Munchen? Ini Alasannya
Afdholud Dzikry | 21 Januari 2020 14:55
Bola.net - Dalam beberapa musim terakhir, RB Leipzig menjelma menjadi kekuatan baru di Bundesliga. Dan musim ini, performa tim asuhan Julian Nagelsmann tersebut sangat baik.
RB Leipzig memiliki peluang untuk menjuarai Bundesliga 2019-2020. Klub berjuluk Die Roten Bullen tersebut saat ini tengah memuncaki klasemen sementara Bundesliga dengan torehan 40 poin, unggul empat angka atas Bayern Munchen.
RB Leipzig merupakan klub pendatang baru yang langsung mengganggu hegemoni Bayern Munchen dan Borussia Dortmund setelah promosi. Klub yang berdiri pada 2009 itu naik kasta ke Bundesliga pada musim 2016-2017.
Musim pertama RB Leipzig di Bundesliga bisa dibilang moncer. Klub yang bermarkas di Red Bull Arena Leipzig itu finis sebagai runner-up.
Sepanjang paruh pertama Bundesliga musim 2019-2020, RB Leipzing tampil dominan dari penyerangan maupun pertahanan. Mereka tercatat sebagai tim paling produktif dengan 51 gol dan unggul satu gol atas Bayern Munchen.
Dari jumlah kebobolan, RB Leipzig menjadi satu di antara tiga klub dengan kemasukan terendah. Bersama Schalke 04 dan Wolfsburg, gawang ketiga klub ini baru jebol 21 kali.
Tak mengherankan jika RB Leipzig digadang-gadang akan mendominasi Bundesliga pada tahun-tahun mendatang, dan berikut tiga alasan mengapa hal itu bisa jadi kenyataan seperti dilansir dari Sportskeeda, Selasa (21/1/2020).
1. Manajeman yang Bagus
RB Leipzig merupakan satu di antara proyek olahraga terbaik di dunia. Struktur organisasi dan operasional yang kuat menjadi alasan kesuksesan mereka.
Menjadi bagian dari proyek sepak bola Red Bull, RB Leipzig memiliki tujuan dan standar yang jelas. Direktur Ralf Rangnick dikenal dengan manajemen yang inovatif.
RB Leipzig di bawah arahannya memiliki gaya yang jelas. Klub tidak dapat bersaing secara finansial dengan Bayern Munchen tetapi memiliki dukungan keuangan yang baik dari perusahaan minuman energi Austria.
Leipzig juga memiliki beberapa fasilitas pelatihan terbaik di Jerman. Kerja sama antara dewan, direktur dan pelatih memastikan klub tidak tersesat dan membuat kemajuan setiap tahun.
2. Kebijakan Transfer Tepat dan Sistem Aliansi
Aset lain yang dimiliki RB Leipzig adalah jaringan aliansi mereka. Sepak bola Red Bull dan klub afiliasinya memiliki sistem yang efektif untuk menggerakkan pemain di antara mereka sendiri.
Pencari bakat RB Salzburg bekerja dengan bagus kemudian mengasuh dan memberikan menit bermain yang cukup kepada mereka. Setelah tampil bagus, mereka dapat menjualnya ke RB Leipzig dengan biaya terjangkau.
Upamecano, Marcel Sabitzer, dan Naby Keita menjadi contoh dari sistem yang diterapkan aliansi sepak bola Red Bull. Kini Naby Keita telah bergabung dengan Liverpool dengan biaya transfer yang besar.
3. Manajer dengan Skuat Berbakat
RB Leipzig berhasil meyakinkan Julian Nagelsmann sebagai pelaith kepala mereka. Pria berpaspor Jerman itu sempat menjadi target utama Bayern Munchen setelah sukses di Hoffenheim.
Nagelsmann dipuji karena kepandaiannya meracik strategis, temperamen, dan menajeman pemain. Musim pertama bersama Leipzig langsung diganjar dengan duduk di posisi puncak klasemen dengan skuat muda.
Usia rata-rata pemain RB Leipzig adalah 23,5 tahun. Ini menjadi bukti RB Leipzig adalah pilihan menarik bagi anak-anak yang memiliki bakat di sepak bola.
Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com (Hanif Sri/Yus Mei Sawitri)
Published: 21/1/2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Liga Champions: Madrid vs Leipzig, 22 Oktober 2026
Liga Champions 21 Oktober 2026, 23:59
-
Belajar dari Bayern Munchen, RB Leipzig Siap Jegal Real Madrid
Liga Champions 21 Oktober 2026, 16:49
-
Hadapi Sang Mantan, Bek Real Madrid Ini Tetap Profesional dan Gak Baper!
Liga Champions 21 Oktober 2026, 16:35
-
Prediksi Madrid vs Leipzig 22 Oktober 2026
Liga Champions 20 Oktober 2026, 14:47
-
Real Madrid: Leipzig Dulu, Baru El Clasico!
Liga Spanyol 19 Oktober 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



