5 Hal yang Bisa Dilakukan Porto untuk Kalahkan Chelsea
Asad Arifin | 6 April 2021 13:14
Bola.net - Porto dan Chelsea akan bertemu pada babak perempat final Liga Champions 2020/21. Leg pertama bakal digelar di kandang Sevilla, Stadion Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán, Kamis (8/4), dini hari WIB.
Porto adalah tim besar dari Portugal. Sementara Chelsea merupakan salah satu kekuatan besar di kompetisi Inggris.
Pada leg pertama, Porto bertindak sebagai tuan rumah. Tim asuhan Sergio Conceicao itu sudah pasti punya tuntutan lebih besar untuk memetik kemenangan agar punya modal bagus di leg kedua saat melakoni laga tandang.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan Porto untuk meraih kemenangan ketika menjamu Chelsea? Berikut lima di antaranya.
Menyerang Habis-habisan
Porto harus bermain terbuka demi memperbanyak peluang mencetak gol. Itu artinya, Sergio Oliveira dan kawan-kawan wajib menyerang habis-habisan.
Tidak ada gunanya bermain bertahan, apalagi dengan status sebagai tuan rumah. Berapapun skornya, paling penting bisa menang dulu.
Kebetulan, Porto punya pakem pola permainan yang agresif dalam laga kandang maupun tandang. Contoh nyatanya adalah ketika bersua Juventus pada babak 16 besar lalu.
Leg 1 Porto Vs Juventus 2-1
Leg 2 Juventus Vs Porto 3-2
Mencari Gol Cepat

Dalam menyusun skema permainan, ada baiknya Sergio Conceicao menitik beratkan pada bagaimana cara mendapatkan gol cepat. Sebab, kita tahu gol cepat ini bisa memberi arti banyak.
Dengan mendapatkan gol cepat, mental pemain akan bisa tebal. Kepercayaan diri juga menjadi tinggi.
Imbasnya, permainan di lapangan bisa stabil dan tenang. Gol cepat juga dapat membuat lawan tertekan, baik secara permainan maupun tuntutan segera menyamakan kedudukan.
Mengunci Lini Tengah

Ada konsep legendaris dalam sepak bola yaitu kuasai lini tengah jika ingin memenangkan pertandingan. Sebab, lini tersebut merupakan jantung permainan.
Untuk mengalahkan Chelsea, skuad Porto juga harus bisa menguasai lini tengah. Jangan biarkan The Blues dominan di pusat permainan.
Tim pelatih Porto bisa menaruh banyak pemain di lapangan tengah untuk memperbesar peluang menguasai permainan. Jika sudah dominan di lini tengah, harapannya aliran bola menjadi lancar.
Transisi Cepat

Taktik sepak bola selalu bicara tentang menyerang dan bertahan. Bagaimana menyerang untuk mendapatkan gol, dan harus bertahan seperti apa agar tidak kebobolan.
Dari dua situasi itu, dipertemukan mata rantai yang bernama transisi permainan. Begitu pula Porto, saat menjamu Chelsea wajib punya transisi permainan yang cepat.
Pepe dan kawan-kawan diharapkan bisa cepat dalam melancarkan serangan dari situasi bertahan. Demikian halnya saat menyerang ke bertahan.
Penjagaan Satu Lawan Satu
Menghadapi Chelsea yang punya kedalaman skuad dan kemampuan individu pemain merata, Porto harus jeli dalam menggelar operasi pertahanan. Memakai konsep bertahan man to man marking bisa jadi pilihan bijak.
Dengan materi pemain yang dimiliki Chelsea, skuad Porto akan lebih efektif menerapkan pertahanan man to man marking, kenapa? Karena untuk meredam kemampuan individu pemain tim asuhan Thomas Tuchel itu
Kita tahu Chelsea punya banyak penyerang dengan kemampuan individu yang komplet. Maka dari itu harus ada penjagaan satu lawan satu yang rapat untuk meredam kemungkinan para penyerang mencetak gol.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Ini Juga:
- Termasuk Michael Owen, Deretan Bintang Ini Pernah Memperkuat Real Madrid dan Liverpool
- Tudingan Pedas Josep Guardiola: FIFA dan UEFA Membunuh Pemain!
- Real Madrid vs Liverpool: Siapa yang Didukung Benitez?
- Cristiano Ronaldo dan Deretan Top Skorer Laga Antara Real Madrid dan Liverpool
- 5 Pemain yang Bisa Bantu Porto Kalahkan Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Slavia Praha vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Champions 22 Januari 2026, 06:57
-
Man of the Match Chelsea vs Pafos: Moises Caicedo
Liga Champions 22 Januari 2026, 06:16
-
Hasil Atalanta vs Bilbao: Comeback Dramatis, Athletic Menang 3-2 di Bergamo
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:45
-
Hasil Newcastle vs PSV: The Magpies Tampil Perkasa Menang Tiga Gol Tanpa Balas
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:24
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Chelsea vs Pafos: Moises Caicedo
Liga Champions 22 Januari 2026, 06:16
-
Hasil Atalanta vs Bilbao: Comeback Dramatis, Athletic Menang 3-2 di Bergamo
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:45
-
Hasil Newcastle vs PSV: The Magpies Tampil Perkasa Menang Tiga Gol Tanpa Balas
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:24
-
Hasil Slavia Praha vs Barcelona: Drama Enam Gol, Blaugrana Menang 4-2 di Praha
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:20
-
Hasil Chelsea vs Pafos: Moises Caicedo Bawa The Blues Raih Kemenangan Tipis
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:06
-
Hasil Bayern vs Union Saint-Gilloise: Harry Kane Jadi Pembeda di Allianz Arena
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:06
-
Al Nassr Tekuk Damac, Ronaldo Cetak Gol ke-960 dan Pangkas Jarak dengan Al Hilal
Asia 22 Januari 2026, 03:33
-
Hasil Qarabag vs Eintracht Frankfurt: Drama Injury Time Singkirkan Wakil Jerman
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:21
-
Hasil Galatasaray vs Atletico Madrid: Gol Bunuh Diri Selamatkan Tuan Rumah
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Braga vs Nottm Forest 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Celta Vigo vs LOSC 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs VfB Stuttgart 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


