Ada Rui Costa dan Zidane, Ini 10 Playmaker Legendaris di Era 90an
Dimas Ardi Prasetya | 17 September 2020 05:14
Bola.net - Banyak playmaker hebat yang muncul di era tahun 90an di sepak bola Eropa, termasuk Zinedine Zidane dan Rui Costa.
Playmaker merupakan jantung dan ruh sebuah tim. Mereka bertugas mengkreasi serangan dan mengatur tempo permainan dalam sebuah pertandingan.
Memasuki era sepak bola modern, kita dikenalkan pada beberapa tipe playmaker. Andrea Pirlo misalnya, dianggap sebagai deep-lying playmaker terbaik di zamannya.
Marco Veratti, Thiago Alcantara, dan Mateo Kovacic juga contoh vitalnya peran deep-lying playmaker. Bahkan belakangan ini muncul beberapa istilah lain yang memiliki peran hampir mirip, sebut saja raumdauter.
Playmaker juga dianggap sebagai 'orang kedua'. Artinya, dia adalah pemain kedua yang menerima bola seketika bek atau kiper menghadang serangan lawan dan melancarkan serangan balik cepat.
Bisa dibilang, playmaker merupakan pemain yang paling sering mengolah bola karena poros serangan terpusat atau dimulai dari hasil 'gorengannya'. Di Timnas Indonesia, kita mengenal sosok Evan Dimas dan Firman Utina yang piawai membaca permainan.
Berikut nama-nama beken playmaker yang pernah muncul di dunia sepak bola di era tahun 90an, seperti dilansir dari Planet Football.
Abedi Pele
George Weah, Didier Drogba, dan Samuel Eto'o boleh dianggap sebagai penyerang Afrika terbaik sepanjang masa. Tapi satu tempat spesial menjadi milik Abedi Pele.
Abedi Pele terpilih sebagai Man of the Match pada final Liga Champions 1993 bersama Marseille. Saat itu, klub asal Prancis tersebut dihuni oleh banyak nama besar, sebut saja udi Voller, Alen Boksic, Chris Waddle, Jean-Pierre Papin, dan Eric Cantona.
Akan tetapi, mantan kapten Timnas Ghana itu memiliki garis kariernya sendiri, di mana ia menjadi pemain terbaik Afrika tiga kali beruntun sejak 1990, jauh sebelum muncul nama-nama beken seperti Sadio Mane atau Pierre-Emerick Aubameyang.
Robert Prosinecki
Dulu, seorang pelatih Dinamo Zagreb bernama Miroslav Blazevic pernah berkata, "Kalau pemain ini benar-benar jadi pemain profesional, saya akan makan sertifikat kepelatihan saya."
Ungkapan Blazevic bukan berarti ia meragukan kualitas Robert Prosinecki, justru sebaliknya. Ya, Robert Prosinecki dikenal sebagai seorang playboy dan doyan merokok, tapi pesulap di lapangan tengah.
Tidak heran Robert Prosinecki gonta-ganti klub karena sulit diatur. Namun jangan tanya soal prestasinya. Ia memenangi tiga gelar juara Liga Kroasia, satu trofi Liga Champions, dan terpilih sebagai pemain pemain muda terbaik pada Piala Dunia 1990.
Setahun berikutnya, ia berada di posisi keempat sebagai pemain terbaik dunia. Robert Prosinecki lalu pindah ke Real Madrid selama tiga musim, kemudian ke Barcelona selama satu musim saja.
Beroperasi di lini tengah, ia menjadi idola publik Santiago Bernabeu dengan nomor punggung 10, jauh sebelum Zinedine Zidane atau Luis Figo bergabung ke El Real.
Dejan Savicevic
Nama Dejan Savicevic mungkin agak asing di telinga, tapi tidak buat penggemar berat AC Milan. Ketika aktif bermain, dia adalah satu di antara playmaker terbaik dunia.
Mantan pemain Timnas Yugoslavia terkenal ketika masih membela tim asal Serbia, Red Star Belgrade. Ia sukses membawa timnya meraih Liga Champions (dulu masih bernama Piala Champions) pada 1991.
Penampilan impresifnya membuat Savicevic diboyong ke AC Milan pada 1992 dan bertahan hingga usia 32 tahun. Di sana, ia memenangi trofi Serie A dan Liga Champions 1994.
Memiliki keistimewaan pada kaki kirinya, Dejan Savicevic tidak canggung ketika harus menggunakan kaki kanannya untuk memberikan umpan atau melepaskan tendangan. Kini dia menjabat sebagai Ketua Umum PSSI-nya Montenegro.
Dennis Bergkamp
Dennis Bergkamp terkenal sebagai pemain bersinar di bawah asuhan Arsene Wenger. Ia menjadi playmaker yang pas untuk rekan-rekannya di Arsenal.
"Semuanya harus sempurna, bahkan dalam pelatihan. Semuanya seratus persin. Dia pria yang sangat lucu tetapi ketika dia bekerja tidak ada lelucon," kenang Thierry Henry.
Ia juga merupakan tokoh kunci Arsenal meraih juara Premier League dengan predikat The Invincible.
Manuel Rui Costa
Berambut panjang, mampu mencetak gol-gol indah, dan punya kemampuan di atas rata-rata. Semua kategori tersebut melekat pada diri legenda sepak bola Portugal, Manuel Rui Costa.
Penampilan apiknya bersama AC Milan mungkin baru datang setelah era 1990-an. Namun, kehebatannya saat berbaju Fiorentina sudah cukup membuatnya menjadi satu di antara playmaker hebat di era 1990-an.
Paul Gascoigne
Paul Gascoigne merupakan playmaker kreatif dari tanah Inggris. Ia bersinar pada Piala Dunia 1990.
Ia kemudian melanglang buana ke luar Inggris sejak 1992. Dimulai dari Lazio dan lalu ke Rangers. Namun, kariernya hancur mendekati 1990-an akhir. Hidupnya sering terlibat masalah karena karakternya yang temperamental.
Gheorghe Hagi
Gheorghe Hagi mendapat julukan Maradona of the Carpathians. Pria perpaspor Rumania itu hampir membawa negaranya lolos ke semifinal Piala Dunia 1994.
"Hagi bisa menjadi pemain terbaik di dunia setelah Maradona," kata pelatih rumania, Mircea Lucescu, sebelum turnamen itu.
Dalam karier klubnya, Hagi pernah memperkuat dua tim besar Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona.
Roberto Baggio
Roberto Baggio merupakan playmaker andal asal Italia. Ia mampu mencetak 220 gol di Serie A sebelum kariernya hancur karena cedera.
Ia juga merupakan eksekutor penalti yang ulung. Namun, satu kegagalan dalam mengeksekusi penalti pada Piala Dunia 1994 mengubah segalanya.
Permainan yang menawan selama perhelatan tersebut rontok dan semua orang hanya mengingat penalti buruknya. Namun, terlepas dari itu, ia tetap merupakan satu di antara playmaker terbaik era 90-an.
Michael Laudrup
Michael Laudrup merupakan pemain terbaik Denmark di masanya. Ia memiliki periode bermain pada 1989-1996.
Awal 1990-an ia mendapatkan 58 caps untuk negaranya dan mencetak 23 gol. Sementara di level klub, ia berhasil memenangkan gelar Serie A bersama Juventus dan dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Denmark.
Setelah itu, ia juga ikut terlibat dalam empat gelar La Liga berturut-turut bagi Real Madrid. Pada 1999 ia mendapat penghargaan pemain asing terbaik sepak bola Spanyol dalam 25 tahun terakhir.
Zinedine Zidane
Nama Zinedine Zidane muncul sebagai satu di antara playmaker hebat menjelang akhir 1990-an. Ia sukses meraih gelar Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000 bersama Timnas Prancis, dan beberapa trofi bergensi bersama Real Madrid.
Ia juga dinobatkan sebagai Man of the Match di final Piala Eropa 2020, Pemain Terbaik Dunia FIFA, dan Ballon d'Or. Rekan setim Zidane di Juventus, Edgar Davids, pernah menyebutnya sebagai pemain spesial.
"Dia menciptakan ruang ketika rasanya tidak ada. Tak masalah bagaimana dia mendapatkan bola, maka dia bisa keluar dari masalah," kata Davids tentang Zidane.
Sumber Asli: Planet Football
Disadur dari: Bola.com/Penulis Gregah Nurikhsani
Published: 16 September 2020
Jangan Lewatkan:
10 Pemain Terbaik di Pekan Perdana Premier League 2020-21, Ada Salah dan Willian
4 Pemain Portugal dengan Market Values Tertinggi
4 Pemain Jerman dengan Market Values Paling Tinggi
VR46 Riders Academy, Warisan Valentino Rossi untuk Italia di MotoGP
5 Pemain yang Memakai Nomor 10 di Chelsea Sebelum Christian Pulisic
5 Centrocampista Terbaik Serie A Musim 2020/2021
10 Pemain Bergaji Paling Mahal di Liga Inggris: Arsenal Sumbang 3, Liverpool Nihil
5 Rivalitas Antarklub Paling Panas di Dunia Sepakbola (Bagian 2)
5 Rivalitas Antarklub Paling Panas di Dunia (Bagian 1)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bangganya Nico Paz Lihat Como 'Ayam-ayamin' Manchester United!
Liga Champions 22 Oktober 2026, 14:55
-
Kalah Segalanya, MU Memang Layak Dipermalukan Como
Liga Champions 22 Oktober 2026, 14:45
-
MU Kalah 4-1 dari Como, Michael Carrick: Ini Kesalahan Saya!
Liga Champions 22 Oktober 2026, 14:36
LATEST UPDATE
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:30
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



