Alasan Inter Milan yang Puncaki Serie A Bisa Kalah di Markas Bodo/Glimt: Main Setengah Hati hingga Lautaro Martinez Cedera
Ari Prayoga | 19 Februari 2026 09:19
Bola.net - Langkah Inter Milan di babak playoff Liga Champions tersendat. Bertandang ke markas Bodo/Glimt, Nerazzurri takluk 1-3 pada leg pertama, hasil yang memaksa mereka berada di ujung tanduk jelang laga penentuan di San Siro pekan depan.
Kekalahan ini memang tidak sepenuhnya mengejutkan. Bodo/Glimt musim ini telah membuktikan diri sebagai kuda hitam berbahaya dengan menumbangkan raksasa seperti Manchester City dan Atletico Madrid.
Namun, bagi Inter yang musim lalu mencapai final Liga Champions 2025, performa di Norwegia tetap menjadi sinyal peringatan serius.
Start Buruk dan Respons Setengah Hati

Inter sempat menunjukkan perlawanan. Tuan rumah membuka skor lewat Sondre Fet di babak pertama, sebelum Francesco Pio Esposito menyamakan kedudukan jelang turun minum.
Gol tersebut menjadi yang kedua bagi penyerang muda Italia itu dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya mencetak gol krusial saat Inter mengalahkan Juventus di Serie A.
Namun selepas jeda, wajah Inter berubah. Alih-alih tampil lebih agresif, tim asuhan Cristian Chivu justru kehilangan intensitas. Bodo/Glimt memanfaatkan momentum dan atmosfer stadion dengan sempurna.
Mantan striker AC Milan, Jens Petter Hauge, serta Kasper Hogh menambah dua gol yang memastikan kemenangan 3-1 bagi wakil Norwegia.
Rotasi besar yang dilakukan Chivu tampak tak berjalan efektif. Inter kesulitan mengimbangi tempo permainan cepat tuan rumah, terlebih di atas lapangan sintetis dan dalam cuaca dingin ekstrem Norwegia.
Cedera Lautaro dan Bayang-bayang San Siro

Masalah Inter tak berhenti di papan skor. Kapten sekaligus ujung tombak mereka, Lautaro Martinez, harus ditarik keluar akibat dugaan cedera otot. Kondisinya akan dievaluasi setibanya tim di Italia, situasi yang tentu membuat staf pelatih cemas.
Sebelum leg kedua digelar Selasa mendatang di San Siro, Inter lebih dulu bertandang ke markas Lecce dalam lanjutan Serie A. Jadwal padat ini bisa menjadi ujian fisik dan mental tambahan bagi Nerazzurri.
Ironisnya, kabar relatif positif justru datang dari laga lain di San Siro, ketika AC Milan bermain imbang 1-1 melawan Como. Hasil tersebut membuat rival sekota Inter tertinggal tujuh poin di klasemen, dengan Derby della Madonnina yang semakin mendekat sebagai laga krusial perebutan Scudetto 2025/2026.
Misi Nyaris Mustahil?

Secara matematis, peluang Inter belum tertutup. Untuk lolos ke fase berikutnya, mereka wajib menang minimal dua gol guna memaksakan perpanjangan waktu.
Kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol akan langsung mengantar mereka ke babak berikutnya. Sebaliknya, kemenangan satu gol, hasil imbang, atau kekalahan berarti eliminasi.
Tantangannya jelas: Inter harus tampil dengan mentalitas berbeda. Bodo/Glimt mungkin bukan lawan paling glamor di Eropa, tetapi mereka telah membuktikan kualitasnya.
Jika Nerazzurri gagal bangkit di San Siro, bukan hanya tiket ke babak selanjutnya yang melayang, tetapi juga status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Bagi Chivu dan anak asuhnya, leg kedua bukan sekadar pertandingan, melainkan ujian karakter.
Bagan Fase Gugur Liga Champions 2025/2026
Jangan Lewatkan!
Rekap Hasil Liga Champions Tadi Malam: Inter Terjungkal, Atletico Madrid Tertahan, Newcastle Pesta Gol
Hasil Club Brugge vs Atletico Madrid: Drama 6 Gol, Tak Ada Pemenang di Belgia
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Brace Patrik Schick Bungkam Tuan Rumah
Hasil Qarabag vs Newcastle: The Magpies Pesta Gol di Azerbaijan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













